
Kelvin telah memesan hotel yang berjarak 5km dari rumah Sanas, Eliyas dan Kelvin tengah menembus rintik hujan dimalam itu. Tiada sepatah katapun yang keluar dari keduanya yang terdengar hanya suara mesin mobil yang di kemudikan Kelvin. Ada sesuatu yang terdapat pada pikiran masing - masing sehingga membuat keduanya terbuai dengan pikirannya sendiri - sendiri.
"Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" Tanya Kelvin membuka suara.
"Ya, katakan ada apa?" Jawab Eliyas.
"Apa kau tadi memperhatikan foto keluarga besar gadis itu?" Tanya Kelvin dengan nada tidak formal. Ya, selain menjadi Asisten dan Sekertaris Eliyas, Kelvin adalah sahabat Eliyas dari ia masih usia 5 tahun. Jadi diluar jam kerja Kelvin tidak perlu terlalu fomal kepada Eliyas.
"Tepat, itu yang aku pikirkan. Ada seorang pria paruh baya yang menjadi pusat perhatianku. Aku rasa aku pernah menemuinya tapi entah itu siapa aku lupa." Jelas Eliyas.
"Bukankah itu Tuan Wara yang kontrak kerjanya kita batalkan beberapa bulan yang lalu?" Tanya Kelvin lagi.
"Wara?" Eliyas berusaha mengingat - ingat nama yang di sebutkan kelvin.
"Ahh... ya aku ingat, dia yang telat meeting 1 jam di kafe dengan alasan karena anaknya kecelakaan bukan?" Tanya Eliyas.
"Yah.. betul." Jawab Kelvin dengan entengnya.
"Tapi apa hubungan Tuan Wara dengan gadis itu." Tanya Eliyas pada kelvin.
"Eliyas, aku baru bertemu dengan gadis itu beberapa kali jadi sudah pasti aku tidak tahu menahu tentang apa hubungannya dengan siapa." Jawab Kelvin.
"Kalau begitu cari tau tentang gadis itu 2x 24 jam." titah Eliyas.
"Siap Tuan Eliyas Anggara." Ujar Kelvin dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Awas kau ku potong bonusmu." Ancam Eliyas.
"Selalu begitu." Ketus Kelvin.
"Sudah.. sudah.. aku mau masuk ke kamarku aku bosan melihat mukamu." ketus Eliyas dan berlalu meninggalkan Kelvin di Lobby Hotel. Kelvin hanya bergidik dengan sifat bos sekaligus sahabatnya itu, ia hafal betul seluk beluk kehidupan Eliyas jadi tidak heran jika dikata Eliyas bersikap Arogan, keras dan dingin (Es Batu Dong😅).
"Sudah kuduga, pasti dia tertarik dengan gadis kecil itu." ujar Kelvin, iapun menuju kamarnya. Entah kenapa hari ini begitu melelahkan bagi kelvin, padahal jika dirasa - rasa ia tidak melakuhkan pekerjaan yang berat.
"Hufh.. mungkin otakku butuh inspirasi." Dengus Kelvin. Tak lama kemudian iapun tertidur.
****
Eliyas mengerjapkan matanya pagi itu, sinar matahari yang menyeruak masuk melalui celah - celah gorden membuat dirinya terbangun. Ia segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, ia mengisi bathup dan berendam dengan harapan menghilangkan kepenatan ditubuhnya. Sekitar 30 menit Eliyas berendam, ia sudah merasakan sedikit segar. Tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian formal seperti biasanya.
Karena kemarin gagal bertemu dengan kepala sekolah XX ia bertujuan kembali mengunjungi sekolah itu lagi.
"Mobilnya sudah siap Tuan." Ujar Kelvin dengan nada formalnya. Eliyas hanya berdehem mengiyakan perkataan Kelvin.
"Hari ini kita kemana Tuan?" Tanya Kelvin.
"Kembali Kesekolah XX." ujar Eliyas singkat.
"Untuk apa kita kesana Tuan?" Tanya kelvin lagi.
"Apa harus aku jawab pertanyaanmu yang tidak bermutu itu?" Tanya Eliyas dengan Arogan.
__ADS_1
"Maaf Tuan." Kelvin menyadari jika mood bosnya saat ini sedang tidak baik, jadi ia memutuskan untuk diam saja.
"Apa kau sudah menyekesaikan tugasmu?" Tanya Eliyas.
"Sudah Tuan." jawab Kelvin.
"Jadi?"
"Nona Kreyasa adalah anak satu - satunya Tuan Wara. setelah perusahaannya mengalami kebangkrutan Tuan Wara memindahkan sekolah nona Kreyasa ke kota ini dan menitipkan nona ke pamannya yang tak lain saudara dari Tuan Wara." kata Kelvin mulai menjelaskan, Eliyas masih menyimak penjelasan dari Kelvin.
"Saat ini Tuan Wara masih berada di Kota KL, mengelola kabun sawit yang ia beli dari sisa penjualan rumah dan aset perusahaan." Tambah Kelvin.
"Bisa jadi yang ia sebut anaknya kecelakaan tempo dulu adalah gadis itu?" Tanya Eliyas mengernyitkan dahi.
"jika itu benar adanya, bisa jadi seperti itu Tuan." jawab kelvin.
"lalu apa yang terjadi setelah gadis itu dipindahkan ke kota ini?" tanya Eliyas yang masih ingin tau.
"kehidupan Nona saat ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya yang dulu Tuan, dimana nona harus menyesuaikan diri ditempat yang baru dan jauh dari kebiasaan Nona dulu." jelas Kelvin lagi.
"Maksutmu berbanding terbalik bagaimana?" Tanya Eliyas bingung.
"Dikarenakan perusahaan Tuan Wara yang bangkrut, beliau menjual semua aset harta bendanya untuk membayar hutang, secara otomatis semua fasilitas yang diberikan Tuan Wara untuk Nona ikut dicabut. jadi mau tidak mau Nona juga harus menyesuaikan diri baik kebiasaan maupun penampilan Tuan." Jelas Kelvin lagi, Eliyas hanya manggut - manggut mendengarnya.
"Tapi maaf sebelumnya Tuan, Kalau menurut saya meskipun Nona berusaha sesederhana pun Nona tampak lain dari anak - anak yang lain." kata kelvin hati - hati.
__ADS_1
"Ya, selain cantik dia juga berbakat diberbagai bidang." Ujar Eliyas. seketika suasana kembali hening, karena tidak terasa kini talah sampai di sekolah XX.