CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 104


__ADS_3

Arthamara Group di hebohkan lantaran berita sang Presdir akan melangsungkan pertunangan dengan salah satu karyawannya. Hal ini membuat musuh bebuyutan Sanas and the geng kelabakan karena merasa kalah saing, tapi apalah daya. Semua sudah di tentukan dan akan segera terlaksana.


-Los Angles-


"El.. ada berita buruk." kata Kelvin di seberang telepon.


"Apa Kau... malam - malam bikin heboh, ada berita apa?" ketus Eliyas.


"Nona Kreyasa akan melangsungkan pertunangan dengan CEO Arthamara Group, dan pesta itu akan di gelar besok malam." jelas Kelvin.


"Apa? bagaimana bisa kau memberitahuku semendadak ini?" tanya Eliyas terkejut.


"Aku juga tidak tahu menahu akan hal ini,karena undangan baru saja saya terima.. lagi pula sepengetahuan saya Nona hanya bekerja di Arthamara Group itu saja." kata Kelvin.


"Dasar Tidak becus!!! urus penerbanganku malam ini juga." titah Eliyas.


"Tapi El, apa kau gila ini sudah malam. Lagi pula bukankah jadwal terbangmu masih besok?" kata Kelvin.


"Aku tidak peduli, malam ini juga aku harus kembali ke indonesia." ujar Eliyas.


"kau ini memang tidak waras." kata Kelvin.


****


Dari pagi Sanas di sibukan dengan berbagai macam treatmen perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, demi tampil perfect nanti malam. Ia di temani Larasati calon mertuanya, ia juga belanja beberapa pakaian, tas, sepatu, hingga perhiasan. Semuanya di tanggung Larasati. Sebenarnya Sanas sendiri merasa canggung atas perlakuan calon mertuanya yang terlalu royal, tapi apalah daya ia tak bisa berbuat apa - apa kecuali menerimanya.


"Sayang, ada yang kurang?" tanya Larasti.


"Sudah cukup Ma.. ini sudah terlalu banyak." ujar Sanas.

__ADS_1


"Ini belum seberapa, kapan hari kita agendakan acara shoping - shopingnya ya. hari ini cukup sampai disini, siapkan dirimu untuk nanti malam ya cantik." kata Larasati yang hanya di balas senyuman oleh Sanas.


****


"Jam berapa acaranya di mulai?" tanya Eliyas kepada Kelvin.


"Jam 7 malam." jawab Kelvin sambil mengendarai mobilnya.


"Apa kau gila, ini sudah jam 6 dan masih setengah perjalanan." kata Eliyas.


"Sudahlah El.. Terima kenyataan saja, lagi pula ini juga salahmu meninggalkan dia terlalu lama." ujar Kelvin.


"Apa katamu? ini salahku? jelas ini salahmu yang tak becus." ketus Eliyas.


"Aku pula? siapa yang pergi tanpa kejelasan? siapa yang tak berani mengungkapkan perasaan?" tanya Kelvin.


"Shiitt..." umpat Eliyas.


"Berhenti!!" seru Eliyas.


"Why?" tanya Kelvin.


"Berhenti kataku." kata Eliyas, kelvin pun menghentikan mobilnya di tepi jalan.


"kita tukar posisi, kau mengendarai mobil seperti siput." ujar Eliyas.


"El.. kau jangan gila." ujar Kelvin.


"Tukar posisi kataku." seru Eliyas, Kelvin pun hanya bisa mengiyakan perkataan Bos sekaligus Sahabatnya itu.

__ADS_1


Benar saja Eliyas mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata. Kelvin hanya bisa berdoa di dalam hati agar di beri keselamatan atas perbuatan teman gilanya ini.


****


"Sa.. apa masih lama?" tanya bi Rose.


" Bibi.. Cepat kesini.." kata Sanas.


"Ada apa?" tanya Bi Rose.


"Menurutmu kalung mana yang cocok untuk ku pakai agar penampilanku tak terlalu monoton." ujar Sanas.


"Emh.. kalau ini bagaimana?" kata Bi Rose menunjuk kalung mutiara.


"Ish.. ini terlalu rame bibi.. yang lain." kata Sanas.


"Ini.." kata Bi Rose menunjuk kalung berbentuk bintang.


"Warna kristalnya tidak cocok dengan gaunku bibi." rengek Sanas.


"Tunggu.. Tunggu.. Tunggu.. Yang ini, nah ini dia bagus sekali warna merah delima kesanya netral aja. udah pake ini aja, yang lain udah pada nunggu." ujar Bi Rose menunjuk kalung pemberian Eliyas tempo hari.


"Tapi ini-" belum selesai Sanas menjelaskan, perkataannya sudah terpotong.


"Nak, acara segera di mulai." Panggil Wara, dengan terpaksa Sanas memakai kalung pemberian Eliyas. Ia pun keluar dari kamar hotel di ikuti Bi Rose dan Bi Rosa.


Acara demi acara pun di mulai, kini tiba Saatnya Tama dan Sanas bertukar cincin. Keduanya sangat serasi hingga membuat semua orang tersanjung.


Krakk!!!! bunyi pintu utama terbuka, terlihat pria berbadan tegap memasuki ruangan pesta dengan nafas terengah - engah di susul seseorang di belakangnya, siapa lagi kalau bukan Eliyas dan Kelvin. Kini pandangan Eliyas tertujuh pada kedua manusia yang kini tengah bertukar cincin, begitu juga Sanas dan Tama. Mereka spontan melihat kearah sumber suara.

__ADS_1


"Tuan Eliyas.." lirih Sanas Pandangan keduanya bertemu, entah kenapa kali ini dadanya terasa sakit saat melihat Pria itu.


__ADS_2