
Hari ujian akhir semester 1 pun telah tiba, seperti biasa absen akan di rolling untuk melakuhkan ujian. Jadi sebagian ada yang masuk Shift Pagi, Sebagian ada yang Shift Siang. Dan akan seperti itu sampai ujian berakhir. Biasalah tujuannya ya untuk menghindari kegiatan contek mencontek. Di karenakan absen yang di rolling, Kali ini Sanas harus menahan diri untuk tidak berkumpul dengan teman - temannya. Tinggalah Santi yang satu Shift dengannya.
"Kenapa waktu ujiannya mundur?" tanya Sanas dengan kesal.
"Katanya tadi servernya masih nge-Lag." jelas Sanas.
"Tau gitu gue tadi enak - enak tidur aja di rumah." ketus Sanas.
"Loe udah makan Nas?" tanya Santi.
"Ya ampun, gue sampe lupa makan." ujar Sanas.
"Dari pada suntuk ke kantin yuk." ajak Santi, akhirnya mereka pun memutuskan untuk ke kantin. Yang benar saja semua kursi kantin telah di penuhi dengan siswa yang menunggu antrean Shift.
"Aii.. duduk dimana nih kita mana penuh lagi." gerutu Sanas.
__ADS_1
"Sstt.. sepertinya di bangku Rere masih cukup untuk kita berdua." bisik Santi.
"Ya udah ngapain masih disini, ayok kesana." ajak Sanas.
"Tunggu dulu!!" belum sempat melangkah tangan Sanas di tahan oleh Santi.
"Apa lagi?" tanya Sanas gusar.
"tapi di sana ada Daniel." imbuh Santi.
"Sialan lo.." umpat Santi sambil mengekor.
"Boleh gabung duduk ngga?" tanya Sanas.
"Ehh.. Asa, oh iya sini duduk." kata Rere mempersilahkan, karena kursi yang kosong hanya tinggal dua dan posisinya di samping Rere dan di Samping Daniel, Santi justru memilih duduk di samping Rere.
__ADS_1
"Kurang asem ni anak." batin Sanas, dengan terpaksa ia pun duduk di samping Daniel. Daniel yang sedari tadi fokus dengan semangkuk mie ayam akhirnya mendongakan kepala dan pandangan mereka pun bertemu. Daniel nampak salah tingkah ketika mengetahui seseorang yang duduk di sampingnya adalah Sanas, sebenarnya ia terbiasa berdekatan dengan Sanas namun kali ini posisinya berbeda. Terdapat beberapa teman sekelasnya yang duduk disana sehingga membuat suasana semakin canggung. Sanas tidak mempedulikan hal itu, kini ia fokus pada bakso yang di hadapannya. Tampak teman sekelas Daniel sesekali bercerita dan bercanda, lain halnya dengan Daniel dan Sanas, mereka tidak ikut nimbrung, dan tidak ada perbincangan diantara mereka berdua, selain bingung harus membahas apa mereka juga tidak mau teman sekelas Daniel merasa curiga.
"Eh.. Daniel ada cewek cantik di samping loe kok ngga di ajak ngobrol sih, kan kasihan kalo di anggurin." ledek Bayu dengan senyum mengejek. mendengar perkataan Bayu membuat Daniel dan Sanas saling berpandangan.
"Awas loe bayu." batin Daniel
"Bayu, jangan gitu dong nanti Daniel baper lo sama Sanas." seru Cia.
"Iya ih, Daniel.. Sanas.. ikut nimbrung kek, jangan diem aja udah kaya ke gep selingkuh aja." ujar Siti.
Uhukkk!!! Uhukkk!!! Uhukkk!!!! Sanas tersedak seketika setelah mendengar ucapan Siti. Dengan sigap Daniel menyodorkan minuman. Entah di sengaja atau tidak namun perkataan Siti kala itu seolah - olah tepat sasaran.
"Waduh.. Nas, gue cuma bercanda." kata Siti.
"Ehh... gue duluan ya." kata Sanas beranjak dari tempat duduknya, lalu di susul oleh Santi. Bayu dan Rere yang mengetahui mengapa Sanas seperti itu pun hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1