CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 49


__ADS_3

"Kau ini kenapa bos?" tanya Leo heran melihat bosnya senyum - senyum sendiri.


"Apa kau tidak memperhatikan gadis barusan, ia nampak kesal karena kau jedotkan kepalanya ke pintu." ujar Tama terkekeh geli.


"Ya, aku tau. tapi ku rasa tadi dia ngga berani marah - marah karena berada di ruanganmu." jawab Leo ikut tertawa.


"Sepertinya aku baru melihatnya bos, apa dia karyawan baru?" tanya Leo.


"Ya kau benar, dia seorang mahasiswa dari Universitas Negeri M." jawab Tama.


"Oh.. anak magang toh.." ujar Leo manggut - manggut.


"Anak magang kepalamu itu, dia mahasiswa masih semester 3." ketus Tama.


"Apa? kau serius Bos, tau apa bocah bau kencur seperti itu?" tanya Leo heran.


"Dia lebih pintar dari kau bodoh." hardik Tama melempar berkas - berkas kearah Leo.


"Apa ini? Laporan keuangan?" tanya Leo mengernyitkan dahi.


"Coba kau cermati dan bandingkan antara kedua laporan itu." seru Tama.


"Hmm.. menurutku yang ini lebih mudah di pahami dan catatannya rapi Bos." ujar Leo sambil menunjukan isi laporan di stopmap biru.


"Itu hasil kerja dari bocah yang kau bilang bau kencur tadi, tadi pagi aku menghubungi HRD untuk memberi tugas untuknya belum ada 15 menit dia sudah datang membawa laporan." jelas Tama.


"Wah.. ngga salah si bos kalo cari anak buah, udah cantik, cekatan pula." puji Leo.


"Leo ini di kantor dan aku ini bosmu kalau kau lupa, jaga sikapmu." seru Tama.


"Maafkan atas kelancangan saya Tuan." ujar Leo membungkuk.

__ADS_1


"Sudah sana siapkan meeting kita untuk nanti siang." ujar Tama.


****


"Makan siang yuk, laper!!" ajak Caca.


"Duh bentar lagi nanggung nih." ujar Sanas.


"Itu nanti aja kali Nas." bujuk Caca.


"Bentar doang kok Ca, nanggung tau ngga. Nanti keburu si bos berangkat Meeting." imbuh Sanas.


"Ya udah gue cari makan duluan ya, loe mau nitip ngga?" tanya Caca.


"Ehmm... boleh deh sekalian." ujar Sanas.


"Ya udah, gue duluan ya." kata Caca.


Sanas pun melanjutkan merekap laporan yang di minta Bosnya.Terlihat Tama dan Asistennya telah keluar dari lift, Sanas buru - buru datang menghampiri Tama dengan membawa beberapa laporan untuk Meeting.


"Pak Presdir.." panggil Sanas, sontak Tama dan Leo segera menghentikan langkahnya dan berbalik. Tampak Sanas berlari - lari kecil guna mengikis jarak diantara mereka.


"Ini laporan keuangan untuk proyek pembangunan Mall di jl.cendana, yang Bapak minta." ujar Sanas sambil menyerahkan Stopmap warna coklat. Tampak Leo dan Tama bertukar pandangan. Tama mengernyitkan dahi saat meneriksa laporan tersebut.


"Kau menyelesaikan laporan itu dalam sekejap mata?" tanya Tama.


"Ah.. tidak juga pak." jawab Sanas tersenyum.


"Aku memerintahmu tepat jam makan siang tadi, dan ini jam makan siang masih berjalan 10 menit. apa kau bercanda?" tanya Tama lagi.


"Apakah ada kesalahan pak?" tanya Sanas.

__ADS_1


"No, bukan masalah ada kesalahan atau tidak. Tapi aku heran saja, tapi ngga papa Good Girl." ujar Tama lalu meninggalkan Sanas.


"Huft... jangankan hanya laporan, Sahammu ku ambil alih dalam 1 menit pun bisa." batin Sanas.


*****


Tak terasa sudah berjalan 6 bulan masa Training Sanas, Selanjutnya Sanas memutuskan untuk memperpanjang kontrak. Meskipun belum menjadi karyawan tetap setidaknya ia tidak menganggur.


Dertt.. Dertt... bunyi ponsel tanda telepon masuk.


"Hallo, Assalamu'allaikum Bibi.." ucap Sanas mengangkat Telepon.


"Wa'allaikumsallam, bagaimana kabarmu nak?" tanya Bibi di sebrang sana.


"Allhamdulillah, Aku baik Bi.. Kabar balik bagaimana Bi? semua Sehat." jawab Sanas dan bertanya balik.


"Allhamdulillah, kami semua sehat." jawab Bi Rose.


"Hei, kau bocah kecil.. kapan pulang? apa kamu tidak tau kalau Nenekmu ini sangat rindu." ujar Nebek dengan nada ketus.


"Oh.. maafkan aku nek, Hmm.. baik lah aku akan coba mengajukan cuti beberapa hari untuk menjenguk nenekku yang cantik ini." ujar Sanas.


"Benarkah? kau tidak hanya mengiming - imingi nenekmu ini kan?" tanya Nenek memastikan.


"Tidak nek, aku bersungguh - sungguh.. Doakan supaya aku bisa Cuti ya nek." ujar Sanas.


"Baiklah, Pasti!! Doa terbaik selalu untukmu." kata Nenek.


"Ya sudah ya Nek aku mau lanjut kerja dulu." ujar Sanas.


"Baiklah.. Assalamu'allaikum."

__ADS_1


"Wa'allaikumsallam.."


__ADS_2