CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 21


__ADS_3

"Baik.. itu yang dapat saya sampaikan dan untuk para donatur kita beri waktu untuk berdiskusi mengenai hal ini." kata Ketua Komite, para donatur diberi waktu 30 menit untuk berdiskusi. Sedangkan Sanas kembali menjalankan tugasnya untuk menghibur para hadirin selama diskusi berlangsung.


Jangan sembunyi


Kumohon padamu, jangan sembunyi


Sembunyi dari apa yang terjadi


Tak seharusnya hatimu kau kunci


Bertanya


Cobalah bertanya pada semua


Di sini kucoba untuk bertahan


Ungkapkan semua yang kurasakan


Kau acuhkan aku


Kau diamkan aku


Kau tinggalkan aku


Lumpuhkanlah ingatanku


Hapuskan tentang dia


Kuingin kulupakannya


Jangan sembunyi


Kumohon padamu, jangan sembunyi

__ADS_1


Sembunyi dari apa yang terjadi


Tak seharusnya hatimu kau kunci


Lumpuhkanlah ingatanku


Hapuskan tentang dia


Hapuskan memoriku tentangnya


Hilangkanlah ingatanku


Jika itu tentang dia


Kuingin kulupakannya


Lagi - lagi Sanas membuat semua orang takjub dengan suara merdunya. Entah mengapa setiap orang yang mendengar ia bernyanyi akan merasa teduh dan tenang, ditambah lagi dengan pesona dari wajahnya akan membuat terpanah siapapun itu.


"Baik.." Eliyas mulai buka suara.


"Setelah saya dan rekan saya baca semua rangkaian rencana pembangunan yang terdaftar untuk proses pembangunan kelas tambahan dan beberapa laboratorium. Saya menyimpulkan bahwa sekolah ini masih kekurangan dana 80%."


"...." Semua hening.


"Betul begitu Pak Gresa?" Tanya Eliyas dengan tatapan mengintimidasi.


"Be.. Betul Tuan!!" jawab pak Gresa Gugup.


"...." kembali hening.


"Jadi.. Saya menyatakan setuju akan pembangunan tersebut. Sisa kekurangan dana saya yang tanggung, Terima kasih." ujarnya tanpa mengurangi sikap arogannya.


"Hufh..." semua bernafas lega. Sanas yang sedari tadi menyimak pun terbelalak mendengar perkataan Eliyas.

__ADS_1


"Hish.. tak manusiawi." lirihnya


"Maksutmu apa?" tanya Dion yang mendengar ucapan Sanas.


"Apa kau tidak dengar pria arogan itu bilang apa?" Sanas balik tanya.


"Dia mau donasi kekurangan dana pembangunan." Jawab Dion dengan muka polosnya.


"gila!!"


"Nora lu Nas!! biasa aja kali, Ayah dari Tuan Eliyas menang Donatur tetap disekolah ini. Bahkan lantai yang kau pijak saat ini juga berasal dari uang beliau." Jelas Dion.


"Gimana ngga gila, dana 80% dia yang akan menyumbang. hah.. orang kaya mah bebas" Batin Sanas.


Rapat pun telah selesai, Sanas dan anak - anak band lainya juga ikut beranjak dari ruang AULA dan menuju kelas masing - masing. Tak sengaja Sanas berpapasan dengan Eliyas yang kala itu juga akan keluar dari AULA, refleks Sanas menunduk hormat kepada Eliyas.


"Terima Kasih." Kata Eliyas. Sanas hanya mengernyitkan dahi karena bingung.


"Aih.. Tampan tapi sayang Arogan." Batinnya, ia pun mengekor di belakang Eliyas dan Asistennya.


Kelvin tampak memperhatikan Sanas menggunakan ekor matanya tanpa ekspresi. Sanas yang mengetahui hal itu tidak menggubris sikap asisten dari pria arogan yang ada di depannya.


"Bos dengan Asisten sama saja. Sama - sama dingin dan datar." Batin Sanas.


"Jangan mengumpatku!!" Seru Eliyas.


Dukkh!!


"Auww.." Sanas meringis kesakitan, karena fokus berjalan ia tidak memperhatikan seorang yang di depannya tengah berhenti, alhasil ia menabrak Pria Arogan didepannya.


"Pfttt.." Kelvin menahan tawanya karena melihat ada cap bibir tipis di kemeja tuannya.


"Mampus!!" Batin Sanas.

__ADS_1


__ADS_2