CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 74


__ADS_3

Setelah selesai bernyanyi Sanas turun dari podium dan mencari tempat duduk. Sanas tersenyum miris meratapi nasipnya saat ini, bagaimana tidak penantian selama 2 tahun di balas dengan sesuatu yang tidak terduga.


"Untuk para hadirin sekalian, seperti yang kalian ketahui. Hari ini anak saya yang bernama Daniel Alexander resmi bertunangan dengan gadis cantik yang ia cintai. Yaitu Nathaline Hwang. Untuk itu kami akan mengumumkan kepada seluruh Hadirin dan Media bahwa Pernikahan Daniel Alexander dan Nathaline Hwang akan di gelar 1 bulan lagi, dan pesta akan di adakan secara terbuka." jelas Alexander.


Seketika air mata Sanas yang di tahan sedari tadi meluncur dengan sendirinya, Sebelumnya ia berharap ini semua adalah prank. Tapi dugaannya salah, ini bukan prank apalagi kejutan. Ini adalah kenyataan. Daniel yang melihat Sanas tengah menangis pun ikut merasakan pedih di hatinya, ingin rasanya ia berhambur memeluk wanita yang sangat ia rindukan selama ini. Tapi apalah daya, semua sudah terlanjur terjadi di luar rencana.


- Flashback On -


"Menikahlah dengan Nathaline jika kau mau bersanding dengan gadis miskin itu." ujar Marisa.


"Apa mama gila!! mana mungkin aku menikahi Nathaline sedangkan aku sama sekali tidak mencintainya." ujar Daniel tak terima.


"Bukankah dulu kau pernah bilang jika mau melakuhkan apa saja perintah Mama dan Papa agar bisa bersanding dengan gadis miskin itu? jadi sekarang mama minta kamu menikah dengan Nathaline." jelas Marisa.


"Maksud Mama apa? jika aku bersama Nathaline, bagaimana aku bisa bersanding dengan Sanas." tanya Daniel penuh emosi.


"Kau kan bisa menyembunyikan statusmu dengan Nathaline, dan menikahi gadis miskin itu." ujar Marisa tanpa dosa.


"Aku tidak setuju Ma.. aku hanya ingin punya 1 istri yaitu Sanas tidak ada yang lain." ujar Daniel.

__ADS_1


"Menikahi Nathaline lalu menikah dengan gadis miskin itu, Atau tidak sama sekali." bentak Marisa, Daniel yang mendapat gertakan itu pun tak bisa berbuat apa apa kecuali mengikuti kemauan orang tuanya.


- Flashback Off -


Sanas yang sudah tak tahan lama - lama berada di pesta pertunangan antara sahabat dengan kekasihnya pun pergi dengan hati penuh luka. Daniel hanya bisa menyaksikan kepergian Sanas tanpa bisa berbuat apa - apa. Kelvin yang mengetahui Sanas pergi dari pesta pun memberitahu Eliyas, dengan sigap Eliyas segera mengikuti Sanas di susul oleh Kelvin.


Di luar saat ini sedang turun hujan, Eliyas sangat khawatir dengan keadaan Sanas jika saja ia mengendarai mobilnya sendiri.


"Kita cari nona kemana Tuan? bahkan kita tidak mengetahui tempat tinggal nona saat ini." ujar Kelvin.


"Oh.. Shitt!!! kau benar bagaimana kita bisa tau keberadaannya jika kita tidak tau tempat tinggalnya." umpat Eliyas.


Namun, mata Kelvin samar - samar menangkap sosok yang tengah berjalan di pinggir trotoar dengan kondisi yang basah kuyup. Sebenarnya Kelvin tidak yakin hanya saja ia perlu memastikan. Ia memutar arah menuju tempat dimana ia menangkap sosok tersebut.


"Tuan sepertinya itu Nona Kreyasa." ujar Kelvin. Eliyas mendengar nama Sanas segera melihat ke arah yang di maksud Kelvin.


"Kau benar, kita menemukannya." ujar Eliyas.


Kelvin pun menghentikan mobilnya tepat di depan Sanas berdiri, Sanas terperanjat kaget tatkala tiba - tiba ada mobil berhenti di hadapannya.

__ADS_1


"Apa Daniel mencariku." batin Sanas.


Namun harapan Sanas sirna saat mengetahui yang keluar dari mobil bukanlah Daniel, Melainkan sesosok pria yang tidak asing baginya.


"Tuan Eliyas.." lirih Sanas.


"Mengapa kau hujan - hujanan seperti ini?" tanya Eliyas sambil meraih tubuh Sanas agar ikut berteduh di payungnya. Bukannya menjawab Sanas justru memeluk tubuh Eliyas dan tetap melanjutkan isak tangisnya.


"Tuan.. Katakan padaku jika semua ini hanyalah mimpi, dia kembali untukku kan?" tanya Sanas memohon. Eliyas berusaha mencerna apa yang di katakan oleh Sanas.


"Jadi benar ini bukan mimpi.." ujar Sanas lalu terduduk.


"Hei.. Hei.. kau ini bilang apa?" tanya Eliyas.


"Tuan kau tau? selama ini aku percaya jika dia mencintaiku, aku percaya jika dia akan kembali setelah urusannya selesai lalu melanjutkan impian kita berdua. Tapi kenapa kenyataannya justru menyakitkan." kata Sanas mencurahkan isi hatinya. Eliyas hanya bisa terdiam mendengar ucapan Sanas.


"Hatiku Sakit.." teriak Sanas menundukan kepala.


"Kau ini jangan bodoh, mau - maunya menangisi pria yang belum tentu memikirkanmu." ujar Eliyas.

__ADS_1


Sanas terdiam sejenak saat mendengar kata Eliyas, ia rasa ada benarnya juga. Eliyas membantu Sanas untuk berdiri, tiba - tiba. Brukkk!!! belum sampai berdiri dengan sempurna tubuh Sanas ambruk. Dengan sigap Eliyas menangkap tubuh Sanas dan membuang payungnya sembarangan. Kini mereka berdua tengah hujan - hujanan, Eliyas mengangkat tubuh Sanas menuju mobil.


"Vin, kita ke apartemen sekarang." ujar Eliyas yang langsung di iyakan oleh Kelvin.


__ADS_2