CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 138


__ADS_3

Eliyas dengan bangganya menggadeng tangan Sanas meninggalkan gedung wisuda, semua menatap kagum serta iri melihat Eliyas dan Sanas yang sangat serasi.


"Bukannya kak El seharusnya di luar kota?" tanya Sanas saat tiba di mobil.


"lalu?" kata Eliyas balik tanya.


"Kenapa tiba - tiba bisa di sini?" tanya Sanas lagi.


"Sengaja." ujar Eliyas.


"Maksutnya?" tanya Sanas masih belum mengerti.


"Ya, aku sengaja pura - pura ke luar kota untuk memberimu surprize." ujar Eliyas jujur.


"Jadi selama ini kakak ngga ke luar kota?" tanya Sanas dengan nada ketus.


"Tidak.." ujar Eliyas.


"Menyebalkan sekali." dengus Sanas.


"Tapi kau senang bukan?" tanya Eliyas.


"Terserah kau saja." ujar Sanas.


"Jangan cemberut dong, masak barusan di lamar malah cemberut." bujuk Eliyas.


"Abisnya kak El nyebelin, bisa - bisanya bohongin Asa." ujar Sanas.


"Sayang.. kan kakak nyiapin mental buat ngelamar kamu di depan umum, lagian kalo kakak ngomong - ngomong jadi bukan surprize dong." ujar Eliyas.


"Kan bisa cari alesan lain, kan jatohnya aku jadi kek orang ga ada semangat pas mau wisuda." ujar Sanas.


"Maaf deh.. Maaf.. ga bakal gitu - gitu lagi." ujar Eliyas.

__ADS_1


"Maafin gak nih?" tanya Sanas.


"Maafin dong, masak abis nglamar malah kena ambekan kamu.. " ujar Eliyas


"Ya udah iya aku maafin." ujar Sanas.


"Gitu dong, kan aku jadi tambah sayang." ujar Eliyas.


"Gombal ih.." ujar Sanas bergidik.


"Kok gombal sih, serius ini." ujar Eliyas.


"Iya.. Iyaa.. aku percaya." ujar Sanas.


"Setelah ini kita harus ke kota XX." ujar Sanas tiba - tiba.


"Untuk apa?" tanya Eliyas.


"Terlambat.." ujar Eliyas.


"Kok terlambat sih kak, kita tetap harus ke sana." ujar Sanas.


"Huft..." Eliyas membuang nafasnya kasar.


-Flashback On-


"Ada hal penting apa sehingga Tuan Eliyas repot - repot datang ke sini malam - malam seperti ini?" tanya Boby.


"Jadi begini Tuan, Nyonya.. Sebelumnya saya meminta maaf karena mengganggu istirahat Tuan dan Nyonya. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Tuan dan Nyonya, kedatangan saya kemari adalah ingin menyampaikan niat baik saya kepada keponakan Tuan dan Nyonya." kata Eliyas. Semua keluarga Sanas menyimak dengan seksama.


"Ayashaa.." celetuk Rosa.


"Benar Nyonya.. Jika Tuan dan Nyonya tidak keberatan Saya akan melamar Ayashaa menjadi istri saya.' kata Eliyas.

__ADS_1


" Apa alasan Tuan ingin menjadikan Anak saya sebagai Istri anda?" tanya Wara.


"Anda tidak menghamili anak saya kan?" tanya Wara lagi. Sontak pertanyaan Wara membuat hati Eliyas mencelos.


"Wara.. ada orang datang meminta putrimu untuk di jadikan istri bukanya di sambut dengan baik ini kok malah di beri pertanyaan yang tidak seharusnya kamu tanyakan. Tuan Eliyas, jangan di dengarkan perkataan Wara tadi." ujar Nenek Mita. Seketika raut muka Eliyas berubah sumringah, setidaknya ada satu orang yang sudah ada di pihaknya.


"Bu.. saya hanya tidak mau Ayashaa di permainkan lagi." ujar Wara jujur.


"Kali ini saya tidak main - main Tuan, saya benar - benar mencintai putri Tuan. Bahkan dari putri Tuan masih duduk di bangku SMA." ujar Eliyas jujur.


"Bener mas Wara, dulu waktu Asa masih SMA Tuan ini mengantarkan Asa pulang bahkan menginap di sini dengan asistennya." ujar ROff-


"Kalau benar begitu kenapa baru datang sekarang? kemana saja beberapa tahun ini?" tanya Wara.


"Saya selalu kalah cepat Tuan, dulu saat Ayashaa di wisuda kelas 12 saya hampir melamarnya, tapi saya keduluan teman sekolahnya. Dan 3 tahun yang lalu saya sudah memberi kode kepada Ayashaa agar menunggu saya, saat itu saya meneruskan S2 di LA. Akhirnya saya kalah cepat lagi dengan Tama yang saat itu jadwal penerbangan saya tepat di hari yang sama dengan pertunangan mereka." jelas Eliyas.


"Apa anak saya tau kalau kamu akan melamarnya?" tanya Wara.


"Tidak, Bukan Tidak tapi belum Tuan.. saya berencana melamarnya saat ia wisuda lusa Tuan. Maka dari itu saya meminta restu kepada Ayah serta kerluarga besar Ayashaa." ujar Eliyas. Wara tampak manggut - manggut mendengar perkataan Eliyas.


"Kalau saya pribadi terserah apa kata putri saya, jika dia bersedia saya hanya bisa mendukung." ujar Wara.


"Benarkah Tuan? jadi lamaran saya di terima?" tanya Eliyas memastikan.


"Untuk keluarga saya rasa, kami bisa menerima.. tapi keputusan tetap ada di tangan Ayashaa kami tidak akan memaksakan kemauanya.' ujar Wara.


" Terima kasih banyak Tuan.. Terima kasih.." ujar Eliyas.


"Tapi ingat, jika sekali saja saya mendapat kabar kamu menyakiti anak saya. jangan harap kamu bisa menemuinya lagi." ujar Wara.


"Baik Tuan, saya tidak akan mengecewakan kalian semua." ujar Eliyas.


-Flashback Off-

__ADS_1


__ADS_2