CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 154


__ADS_3

Sanas dan Eliyas terpaksa harus berjalan menuju gerbang karena pengawal telah tiba. Di saat perjalanan Sanas kesal karena prianya menjadi pusat perhatian, dan yang membuatnya jengah ada salah satu wanita berusaha mencari perhatian Eliyas dengan cara pura - pura terjatuh. Alih - alih membantu menangkap tubuhnya bak film action, Eliyas justru menghindar.


"Aww.." jerit wanita itu.


"Untung tidak kena kuman." ujar Eliyas dengan Arogan.


"Hei.. Nona anda hampir saja mengotori pakaian Tuan." tegur Kelvin. mendengar itu Sanas yang semula jalan terlebih dahulu spontan balik badan


"Apa anda buta? aku terjatuh, bukannya menolong malah menghindar." dengus Wanita itu yang ternyata adalah Lolita.


"Bukankah anda yang sedari tadi memandang calon suami saya tanpa berkedip Nona Lolita?" tanya Sanas sinis.


"Kau!!!!" ujar Lolita mengeratkan giginya ketika mengetahui wanita yang di ikuti Eliyas adalah Sanas. tentu ia emosi, kenapa? jelas ia iri melihat Sanas bisa mendapatkan apa yang ia mau.


"Kaget?" tanya Sanas dengan nada mengejek. Lolita bangun ia menatap Sanas dengan tatapan benci.


"Tuan, kenapa kau mau dengan barang bekas seperti dia. Murahan!!!" ujar Lolita berusaha mempengaruhi Eliyas namun tak di gubrisnya sama sekali.


"Siapa teriak siapa!!" sindir Sanas.


"Heh ******, dari dulu kau itu terkenal ******.. masih mau mengelak." hardik Lolita sambil menunjuk - nunjuk Sanas.


"Coba lihat satu jarimu menunjuk ke arahku.. tapi ke empat jarimu justru menunjuk balik dirimu sendiri." kata Sanas santai.


"Jaga mulut kotormu itu ******!!!" hardik Lolita.


"Asal kau tahu Tuan, Dia ini barang bekas. Dia ini wanita murahan, di sudah beberapa kali di tiduri tidak hanya dengan 1 pria saja." ujar Lolita mengada - ngada.


"Lalu?" tanya Eliyas buka suara.


"jelas dia tidak baik untuk Tuan." kata Lolita.


"Lalu siapa yang baik untuk saya? Kau?" tanya Eliyas sinis.

__ADS_1


"Yakin mau bersaing denganku lagi?" ejek Sanas.


"Dasar ******!! Baj*ngan!!! Ba*gsat!!!!!" hardik Lolita sembari ingin menampar Sanas, namun dengan sigap Sanas meraih tangan Lolita dan dipelintirnya. Tak hanya itu Sanas juga menedang kedua kaki Lolita hingga jatuh tersungkur.


"Aww..." teriak Lolita menahan sakit diantara tangan dan kedua kakinya.


"mungkin jika kau mengusikku aku akan diam. Tapi jika kau mengusik milikku, jangan harap ada kata ampun dariku." gertak Sanas. Ia melepaskan cekalannya. bughh!!!! satu tendangan tepat pada leher bagian belakang Lolita, ia kembali tersungkur.


"Kau salah jika berurusan denganku." bisik Sanas dengan nada mengintimidasi. tentu hal itu membuat Lolita menelan ludahnya dengan susah payah.


"Dia sekarang sangat sulit untuk di taklukan." batin Lolita menahan sakit pada sekujur tubuhnya.


"Sebelum kau menghina wanitaku, lebih baik kau berkaca dahulu. Pantas tidak kau jika bersaing dengannya, kalau tidak punya rupa yang cantik. Minimal kau punya atitude yang bagus." ujar Eliyas lalu menggandeng Sanas untuk pergi.


"Queen sejak kapan kau bisa bela diri seperti tadi?" tanya Gea penasaran.


"dari dulu keles." jawab Sanas.


"Masak sih? kok aku baru tahu ya." kata Gea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa duduk di situ? Kelvin sudah memesan ruang VIP untuk kita." kata Eliyas.


"Tidak perlu El... lagi pula kita butuh privasi." ujar Sanas.


"Iya Tuan, sekali ini aja ya.. Pliss!!!" pinta Gea.


"Kalian tenang saja, aku pesan 2 ruang... kan lebih privasi lagi kan?" tanya Eliyas.


"Oh Ell... kau memang terbaik." ujar Sanas. Mereka pun menuju ruang VIP yang sudah di sediakan.


.


.

__ADS_1


.


Semuanya menceritakan kisah hidup masing - masing, terdengar tawa renyah dari kelimanya.


"Queen.. gimana ceritanya kamu tunangan sama Tuan Tama tapi nikahnya sama Tuan Eliyas?" tanya Santi.


" iya ih.. cerita dong gue kepo." sambung cindy.


"Ayo dong queen cerita, kita pada penasaran nih." ujar Gita. Sanas menghela nafas panjang ia menceritakan satu per satu kisah kehidupannya yang kacau.


"What?? jadi lu udah pernah hamil?" tanya Gea terkejut yang di balas anggukan oleh Sanas.


"Wow.. Topcer juga ya Tuan Eliyas sekali tanam langsung Tumbuh." ujar Cindy


"itu artinya saat ini lu lagi hamil?" tanya Gita.


"Waktu gue mau kasih tau dia kalo gue hamil, gue mergokin Eliyas sama cewek lagi mesra - mesraan. gue lari dong lewat tangga darurat ehh... gue jatuh, keguguran deh." ujar Sanas, sedih sebenarnya ia harus mengingat hari di mana ia kehilangan calon anaknya.


" Ya.. gue inget waktu lu di bopong Tuan Eliyas saat itu emang keluar darah dari sela - sela kaki lu.. gue kira lu lagi mens." ujar Gea.


"Ya Tuhan!!! yang sabar ya Queen!!!! nanti kalo udah Sah puas - puasin deh buat dedek gemesnya." ujar Santi.


"Itu dia masalahnya.." kata Sanas menunduk.


"Emangnya ada apa?" tanya Gita.


"Setelah mengalami pendarahan akibat benturan yang cukup keras, gue di diagnosa nggak bisa punya anak." ujar Sanas meneteskan air mata.


"Astaghfirullah.. Queen!!!" teriak keempatnya serempak.


"kemungkinan gue bisa hamil lagi cuma 20 guys." kata Sanas.


"Nggak boleh gitu, percaya jangan sama diagnosa dokter. Serahin aja semua sama sang pencipta." ujar Santi.

__ADS_1


"Kau benar San, aku tidak boleh terpuruk dalam keadaan ini.". kata Sanas bangkit.


" Ini baru queen in the gangnya kita." kata Gea.


__ADS_2