
Keesokan harinya, Sanas bergegas menuju sekolahnya. Ia tidak ingin terlambat ketika mengisi rapat Pleno, namun ditengah perjalanan ia baru ingat bahwa ada sesuatu yang tertinggal. Ia melirik jam ditangannya
"Jam Setengah 7, masih ada waktu." ia pun putar balik kembali kerumahnya, dan buru - buru kekamarnya. Ya, Jas milik Eliyas yang beberapa waktu yang lalu dipinjamkan untuk menutup rok Sanas yang sobek dan untuk selimut. Ia memutuskan untuk mengembalikannya, entah kenapa ia bisa yakin jika hari ini Eliyas hadir di rapat Pleno. Ia kembali menancap gasnya dengan kecepatan tinggi karena waktunya sudah mepet. Perjalanan Sanas kesekolah kali ini hanya selama 15 menit saja karena ia benar - benar ngebut. Tanpa Babibu ia langsung memarkirkan Mobilnya dan berlalu menuju AULA. Beruntung di lapangan ia melihat sosok Eliyas yang Cool sedang berbicara dengan seseorang di seberang telepon, Meski begitu itu tidak menutupi sifat Arogannya. Dengan hati - hati Sanas mendekati Eliyas sebelum memastikan Eliyas telah selesai menerima Telepon Sanas menunggu di belakang Eliyas dengan tujuan agar tidak membuat Eliyas merasa terganggu atas kehadirannya.
Eliyas hampir saja pergi meninggalkan Sanas yang kala itu berada di belakangnya, ia tidak menyadari kehadiran Sanas sedikitpun.
"Tuan Eliyas.." panggil Sanas, sontak membuat Eliyas membalikkan badan. Eliyas menghentikan langkahnya, dan berdiri tepat 5cm didepan Sanas dengan sorot mata elangnya yang seolah ingin mencabik - cabik mangsanya, Jantung Sanas serasa mau copot berada dalam posisi seperti itu.
"Maaf jika saya mengagetkan atau bahkan mengganggu anda Tuan." kata Sanas hati - hati.
"Sangat!! kau sangat mengganggu dan sangat memperburuk Moodku pagi ini." ujar Eliyas.
"Maaf Tuan, saya hanya mengembalikan ini." kata Sanas sambil memberikan paper bag kepada Eliyas, dengan segera Eliyas merampas paper bag tersebut dan hanya melirik sedikit isi didalamnya.
"Saya permisi Tuan." kata Sanas dengan berlari secepat kilat.
Niat hati hanya melirik isi dalam paper bag itu, namun ia mengurungkan niatnya dan mengeluarkan salah satu Jas didalamnya. Seketika hati Eliyas merasa damai ketika mencium aroma parfume dengang aroma yang soft namun terkesan mewah. Tak lama kemudian datanglah Kelvin dengan tergopoh - gopoh menenteng tas belanjaan yang berisi Jas untuk Tuannya.
"Maaf tadi macet Tuan ini jasnya." kata Kelvin ngos - ngosan. Bukan menanggapi ucapan Kelvin, Eliyas justru melempar jas yang ada ditangannya.
"Apa ini Tuan." tanya Kelvin heran.
"Cium." perintahnya, Kelvin mengendus jas tersebut.
"harum Tuan, tapi saya rasa ini bukan aroma parfum Tuan biasanya." kata Kelvin.
"Memang bukan bodoh!!" hardiknya, dan kembali merampas jasnya. Alih - alih jas yang baru dibeli Kelvin yang di pakainya, Eliyas justru memilih Jas yang baru saja di kembalikan oleh Sanas.
__ADS_1
"Kau cari parfum yang baunya sama persis dengan ini." perintahnya kepada Kelvin.
"Baik Tuan." jawab Kelvin. Jam menunjukan Pukul 08.15 WIB, itu tandanya Rapat seharusnya sudah dimulai. Namun ada satu orang yang belum datang sehingga rapat ditunda untuk beberapa menit. Sanas berinisiatif menyanyikan sebuah lagu agar mengisi kekosongan sementara waktu, ia memberi kode kepada teman - teman band sekolahnya. Dengan sekali kedipan mata semua teman - temannya paham.
Hadirnya dirimu
Berikan suasana baru
Kau mampu tenangkan aku
Di saat risau dalam hatiku
Lembutnya sikapmu
Meluluhkan hati ini
Terbuai aku terlena
Oleh dirimu
Oleh dirimu
Saat engkau ada di dekatku
Mungkinkah diriku telah jatuh cinta
Pada dirimu
__ADS_1
Sebisa diriku
Mencoba untuk melupakanmu
Namun 'ku tak bisa
Kau pun selalu ada dalam hatiku
Sanas kembali membuat semua hadirin terpanah dengab suara merdunya. Sedangkan diluar sana, Eliyas tengah berjalan dengan santai tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Entah apa yang membuat moodnya kembali membaik hari ini sehingga raut mukanyq tampak teduh dan damai. Kini jarak dirinya dengan ruang AULA hanya tinggal beberapa meter, ia menghentikan langkahnya untuk memastikan keadaan didalam. Ya, ia hafal betul dengan suara Sanas. Tanpa ragu - ragu Eliyas langsung masuk ke AULA, Sontak membuat semua kaget. Pak Gresa memberi isyarat agar Sanas menghentikan bernyanyinya, Namun Eliyas memberi kode agar Sanas melanjutkannya. Dengan senang hati Sanas melanjutkan lagunya.
Dan biarkan semua
Mengalir apa adanya
Kuyakin kau pun pahami
Perasaanku
Perasaanku
Saat engkau ada di dekatku
Mungkinkah diriku telah jatuh cinta
Pada dirimu
Sebisa diriku
__ADS_1
Mencoba untuk…
Eliyas tampak senyum - senyum sendiri mendengar suara merdu Sanas, ditambah lagi tema lagu yang dinyanyikannya seolah mewakili sekali. Hal ini membuat suasana hati Eliyas membaik berkali - kali lipat. Setelah selesai menyanyikan lagunya, semua para hadirin pun bertepuk tangan. Rapat pun dimulai.