
"Ngga terasa ya udah dua setengah tahun aku bekerja di Arthamara Group, dan dua setengah tahun juga aku ngejomblo.." ujar Sanas terkikik melihat dirinya di depan cermin.
"Apa masih ada ya yang mau sama aku?" ujar Sanas. Tiba - tiba Sanas teringat kalung pemberian Eliyas, ia meraihnya di kotak perhiasan yang dimana terjejer berbagai macam perhiasan di sana.
"Hm.. Aku terlihat mimpi terlalu tinggi jika memakai kalung ini Tuan.." ujar Sanas pada kalung itu.
"Ish.. sudah 6 bulan Tuan Eliyas ini pergi tapi belum juga kembali, Aihh.. lagi pula untuk apa aku benar - benar menunggunya kurang kerjaan saja." ujar Sanas mengembalikan kalungnya kedalam kotak perhiasan.
-Di Kantor-
Sanas, Caca dan Delon pergi ke kantin untuk makan siang, tampak sudah ada beberapa karyawan yang sudah standby makan di sana. Sanas, Caca dan Delon memutuskan untuk duduk di meja paling ujung.
Saat menikmati makan siang tiba - tiba Caca menangkap sosok yang familiar di sana, Siapa? Tama!!
"Sstt.. Liat tuh si bos, tumben ke kantin." bisik Caca kepada Sanas dan Delon.
"Laper kali.." jawab Sanas sekenanya.
"Ishh.. biasanya kan nyuruh OB." ujar Caca.
"Iya juga ya.." ujar Delon heran.
"We.. Dia kesini." ujar Caca.
"Serius lo.." tanya Delon memastikan. Benar saja, Tama sedang menuju tempat dimana Sanas, Caca dan Delon sedang duduk.
"Sanas.. sudah ku duga, pasti kau berada di sini." ujar Tama saat berada di depan meja Sanas.
"Bapak mencari saya?" tanya Sanas.
"Ya.. aku mencarimu." jawab Tama.
__ADS_1
"Bapak bukan mau mecat saya kan?" tanya Sanas bimbang.
"Hahaha.. kau ini lucu sekali, tidak.. tidak.. aku tidak mau memecatmu." ujar Tama.
"Syukurlah.. Saya takut bapak pecat saya." ujar Sanas jujur.
"Tentu tidak, oh ya setelah makan siang kamu ke ruanganku ya, ada yang harus saya bicarakan." ujar Tama.
"Baik Pak.." kata Sanas.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu.." ujar Tama beranjak pergi.
"Gitu doang?" tanya Caca setelah memastikan Tama benar - benar pergi. Sanas mendengar itu pun hanya mengangkat kedua bahunya.
"Bener - bener kurang kerjaan nih kayaknya si bos." ujar Delon.
"Sudah anggap saja dia lagi olah raga." ujar Sanas yang diikuti gelak tawa dari kedua temannya.
"Kau dari mana saja?" tanya Leo tiba - tiba.
"Astaga, Leo!!! kau mengagetkanku saja. Aku habis dari kantin" ujar Tama sambil mengelus dada.
"Apa aku tak salah dengar? seorang Arthama Ardiwinata pergi ke kantin?" tanya Leo mengernyitkan dahi.
"Ya.. tadi aku ke ruangan Sanas ternyata dia tidak ada karena jam istirahat mungkin dia lagi di kantin, aku coba datang kesana eh.. ternyata benar." jelas Tama sumringah.
"What?" ujar Leo terkejut.
"Kenapa? ada yang salah jika aku mendatangi karyawanku?" tanya Tama.
"Kurasa bukan hanya itu alasannya Tam.." ujar Leo dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Tama.
"Sekarang aku tanya, apa tujuanmu mendatangi gadis itu ke kantin?" tanya Leo.
"Menyuruhnya datang ke ruanganku setelah makan siang." ujar Tama polos.
"Untuk?" tanya Leo.
"Untuk menawarkan jabatan untuknya setelah lulus S1." jawab Tama lagi.
"Hanya itu? sedangkan kau bisa memberitahukan kepala HRD agar di sampaikan ke Manager setelah itu baru tersampaikan kepada yang bersangkutan bukan?" kata Leo. Tampak Tama sedang terdiam.
"Sial.. bisa - bisanya aku gegabah bagaimana kalau gadis itu besar kepala." batin Tama.
"Apa kau tertarik dengan gadis itu Tam?" tanya Leo.
"Entahlah Le.. Sejak kejadian itu kurasa ada yang janggal di hatiku kalau lagi natap dia." ujar Tama.
"Mungkin kamu jatuh cinta pada gadis itu." ujar Leo.
"Ah.. Masak iya?" tanya Tama tak percaya.
"Kita lihat saja kelanjutannya nanti bagaimana." jawab Leo sekenanya.
"Arghh.. kau ini nambah - nambah pikiran saja, sudah kita mulai lagi bos dan atasan. Kau kesini ada perlu apa? bukannya kau ku tugaskan di kantor cabang, kenapa belum berangkat?" tanya Tama.
"Ehm.. begini tuan, saya hanya mengingatkan kalau tuan hari ini ada meeting dengan clien di Jasmine Resto & caffe jam 3 sore, baik hanya itu Tuan.. Saya permisi." Ujar Leo lalu pergi dari hadapan Tama.
"Dasar orang gila ingin rasanya ku penggal kepalanya, aku juga ingat akan hal itu." dengus Tama.
...***************...
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author + tinggalkan jejak like, komen & vote biar makin semangat Updatenya ya man teman🙏