
"Ambil ini ." ujar Sanas melepas cicin yang tersemat pada jari jemarinya.
"Apa maksutmu Ayashaa?" tanya Eliyas bingung.
"Aku tidak sudi menerima barang yang dulu pernah tersemat pada jari orang lain." kata Sanas. Eliyas bingung dengan apa yang di katakan Sana, ia perhatikan sekali lagi cincin yang baru saja Sanas kembalikan.
"Astaga!!!" dengus Eliyas dengan memijat pelipisnya. Ia baru tersadar jika selama ini ia memberikan cincin yang salah kepada Sanas.
"Maaf.. aku akan menggantinya." ujar Eliyas.
"aku tidak butuh cincin apa pun " kata Sanas datar.
"Sayang-"
"Aku tidak butuh El!!!" teriak Sanas tegas, Eliyas benar - benar tak berkutik.
"Pernikahan kita tetap akan berlangsung kan?" tanya Eliyas lesu.
"Menurutmu?" kata Sanas balik tanya.
"Sayang, sungguh ini bukan seperti yang ku harapkan. aku tidak di tahu jika dia akan kembali dan mengusik kita." kata Eliyas.
"Benarkah? bukannya kau berharap dia kembali di kehidupanmu?" tanya Sanas membuat Eliyas terbelalak.
"Sayang, kau ini bicara apa?" tanya Eliyas bingung.
__ADS_1
"Eliyas Anggara!!!! apa anda lupa beberapa waktu yang lalu anda kehilangan calon anak anda karena saya memergoki anda sedang bercumbu dengan seorang wanita, dan bukankah itu adalah orang yang sama?" tanya Sanas yang sukses membuat Eliyas kalah telak.
"Waktu itu aku hanya ingin membuatmu cemburu." kata Eliyas jujur.
"Ya, aku cemburu!! dan lebih parahnya aku harus kehilangan calon anakku. dan Entahlah, esok aku bisa kembali merasakan menjadi seorang ibu atau tidak." ujar Sanas.
"Ayasha.. yang merasa kehilangan itu bukan hanya kamu, tapi aku juga. Sendainya waktu itu kau memberitahuku perihal kehamilanmu, aku tidak mungkin melakuhkan hal bodoh seperti itu." kata Eliyas.
"Jadi kau menyalahkanku? bukankah kau sendiri yang mengusirku saat aku ingin memberitahumu? hebat sekali kau El.. kau membuat aku kehilangan anakku bahkan harapan ku untuk memiliki seorang anak saja sekarang ini sangat kecil." teriak Sanas terdengar nyaring.
"Ohh... mungkin kehadiran mantan kekasihku itu adalah sebuah kode agar kau segera membuangku dan pernikahan kita di batalkan." imbuhnya.
"Kau ini bicara apa, hey.. Aku mencintaimu, hanya mencintaimu Kreyasa Anastasya. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap menikah denganmu. Dan.. Dan.. setelah menikah nanti kita akan berobat ke luar negeri, percaya padaku.. kita cari jalan keluarnya." kata Eliyas menenangkan Sanas.
"Jangan coba - coba memberiku harapan, yang harapan itu belum tentu menjadi kenyataan." ujar Sanas.
**Dua hari kemudian**
Sanas menatap dirinya di depan pantulan cermin, ia tampak anggun mengenakan gaun berwarna putih full payet, tak lupa juga dengan make up soft yang sudah pasti lebih natural. Ya, hari ini adalah hari bahagia Sanas dan Eliyas. karena keduanya akan sah menjadi suami istri, tapi apakah Sanas bahagia? tentu bahagia, hanya saja masih ada kebimbangan di hatinya. Ia gugup.
"Lima menit lagi akad nikahnya akan di mulai." kata Bi Rose yang baru saja memasuki kamar tempat Sanas berias.
"Mas Wara udah ada di tempat kan mbak?" tanya Rosa.
"Tenang saja, semua lengkap.. hanya saja-" kata Rose menggantungkan ucapannya.
__ADS_1
"Hanya saja apa Bi?" tanya Sanas.
"Hanya saja, pengantin wanitanya sepertinya gugup tingkat dewa, hey... senyumlah dengan anggun, kau sangat jelek jika murung." ujar Rose bertolak pinggang.
"Bibi.." rengek Sanas.
"Ada apa? apa mas kawinya kurang sehingga membuatmu murung hah?" Tanya Rosa.
"Ishh.. kalian berdua ini, asal bibi tau.. entahlah akhir - akhir ini aku merasa ragu atas pernikahanku bi.." ujar Sanas jujur.
"Hal itu wajar nak, apalagi kita tahu sesuatu dari pasangan kita yang sebelumnya kita tidak tahu, sudah pasti itu jika kembali ragu." kata Mita yang sedari tadi mendengar percakapan menantu dan cucu kesayangannya.
"Nenek.." ujar Sanas sembari memeluk erat neneknya.
"Nenek yakin, nak Eliyas itu adalah lelaki baik dan bertanggung jawab. Nenek hanya mau berpesan, jangan sekali - kali kamu menghakimi masalalu seseorang jika kamu tidak berada dalam masalalu itu." ujar Mita, Hati Sanas tersentil, benar apa yang di katakan neneknya. Selama ini ia terlalu insecure dengan masalalu Eliyas yang hadir kembali.
"Baiklah nek.." Kata Sanas tersenyum.
"Penghulunya sudah datang, berdoalah agar prosesi ijab kabulnya lancar." kata Mita mencium sekilas pipi Sanas.
"Baiklah nek." ujar Sanas.
*
*
__ADS_1
*
Hallo para readers kesayangan aku🥺 Author hadir lagi nih, maaf ya.. luama nggak update, HPnya Author mati terus lupa masuknya di hp baru, tapi allhamdulillah akunnya udah bisa di buka. dan bisa update lagi deh... salam kangen buat semuanya❤️