CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 45


__ADS_3

Malam ini jalan sangat ramai, maklum lah malam minggu jadi banyak pasangan yang berkencan.


"Macet banget ya." gerutu Sanas.


"ya namanya juga malam minggu, banyak yang berkencan lah." jawab Adam asal.


"ohh... jadi sebenernya kita ini lagi kencan?" goda Sanas.


"Nggak.. Nggak.. aku cuma bercanda Mas." imbuh Sanas. Tiba - tiba Adam membelokan mobilnya ke arah Hotel bintang 5 yang ada di dekat lampu merah.


"Lhoo... kok, mas kenapa belok?" tanya Sanas terkejut.


"Katanya mau kencan ya disini, aku kan orangnya modal." ujar Adam.


"Mas kamu jangan ngawur ya." ujar Sanas dengan suara bergetar.


"Ya ayok turun katanya tadi mau kencan, apa mau di sini?" kata Adam mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Sanas.


"Ka.. Kamu mau apa mas?" tanya Sanas ketakutan.


"Mewujudkan apa yang kamu katakan." ujar Adam semakin mendekat, Sanas sudah sangat ketakutan ia hanya mampu terpejam dengan situasi saat ini.

__ADS_1


"Bhahahaha... ekspresimu lucu sekali. " kata Adam tertawa terbahak - bahak melihat reaksi ketakutan dari Sanas, Sanas yang merasa di permainkan pun terlihat sangat kesal. Adam kembali melajukan mobilnya menuju jalan raya, jalan sudah semakin melenggang.


******


Sesampainya di rumah Sanas mbantu merapikan belanjaan yang tadi mereka beli, sesekali Sanas menguap menahan kantuk karena lelah dan sudah cukup larut malam, Adam merasa kasihan melihat Sanas yang terkantuk - kantuk.


"Kamu istirahatlah, sudah malam." kata Adam.


"Ngga papa kok mas, bentar lagi." ujar Sanas sambil menguap.


"Sudah istirahatlah, jangan lupa ob-..... astaga, Nas!!! kita tadi lupa ngga tebus obatnya." seru Adam.


"Besok aja lah mas, aku udah ngga papa kok." ujar Sanas.


****


Jam menunjukan pukul 09.00 namun Sanas masih enggan untuk beranjak dari tidurnya, maklumlah hari ini semua karyawan Caffe masih libur, jadi mereka bermalas - malasan di kamarnya masing - masing.


Tok.. Tok.. Tok.. ada seseorang ya mengetuk pintu, Sanas langsung menyambar kenop pintu dan Cklek!!! pintu terbuka dan jeng.. jeng.. jeng..


Terlihat seorang pria tampan berdiri di ambang pintu Sanas benar - benar terpaku tatkala mengetahui siapa yang di depannya saat ini, Adam!!

__ADS_1


Glekk!!!! Adam menelan salivanya saat melihat sosok gadis yang terbalut piyama satin pendek tanpa lengan yang membuat Paha dan belahan dadanya terekspos begitu saja.


"Ini obatmu, jangan lupa di minum." ujar Adam menyodorkan obat - obatan.


"Terima Kasih." kata Sanas lalu Jeder!!! Sanas menutup pintu dengan sekuat tenaga. kini raut mukanya merah padam karena malu.


"Bodoh.. Bodoh.. dasar ngga tau malu." gerutu Sanas merutuki dirinya sendiri.


Tak berselang lama setelah kejadian memalukan itu, tiba - tiba terdengar suara gaduh dari ruang tengah asrama, Sanas segera menuju sumber suara. Terlihat Adam yang tengah mengintrogasi 2 orang karyawannya.


"Apa kalian pikir saya menyediakan tempat ini untuk kegiatan mesum kalian hah? sungguh tidak tau diri dan tidak tau malu." teriak Adam.


"Maafkan kami mas, kami khilaf." ujar Ulfah dengan suara bergetar.


"Ada apa?" tanya Sanas setengah berbisik pada Via.


"Itu, Dadang kepergok si bos dari kamar ulfah." jelas Via dengan suara pelan.


"Hah.." ujar Sanas terkejut dan menutup mulutnya.


"Kau juga Ulfah, sudah 5 tahun kamu bekerja di sini bukan memberi contoh yang baik malah berbuat tak senonoh, bukannya dulu saya pernah bilang kalau pengen nikah kalian cukup mengundurkan diri. dan ngga ada istilah pacar - pacaran." bentah Adam dengan emosi yang menggebu - gebu. Tidak ada yang berani berbicara, jangankan berbicara sekedar menatap mata Adam pun tak ada yang berani.

__ADS_1


"Ish.. si bos kalo marah udah kek singa ternyata." batin Sanas.


"Cepat kemasi barang - barang kalian dan angkat kaki dari sini, setelah itu terserah kalian mau kumpul kebo di mana. untuk pesangon minta sama ibuk." titah Adam, dengan langkah gontai Dadang dan Ulfah terpaksa harus berhenti bekerja.


__ADS_2