
Ting!!! Suara ponsel berbunyi tanda pesan masuk.
Jangan di masukin hati kata - kata Siti tadi ya.
Aku sayang kamu❤
Ya, isi WhatsApp dari Daniel mampu mengembalikan moodnya lagi. Menjalin hubungan dengan orang yang sudah memiliki kekasih adalah keputusan yang sebenarnya sangat berresiko. Sebenarnya bukan keinginan Sanas untuk menjadi duri dalam hubungan antara Daniel dan Nelly, sudah beberapa kali Daniel ingin mengakhiri hubungannya namun Nelly terus menolak keputusan Daniel, Hingga terjadilah cinta segi tiga diantara mereka. Ya, Sanas tau kalau ini sangat beresiko namun Sanas sendiri bingung tentang alasannya sediri mengapa melakuhkan hal yang bodoh. Namun tak dapat dipungkiri Sanas juga tidak bisa menolak dengan sikap manis yang di tunjukan Daniel. Bodoh? Bodoh atau murahan, kata mana yang pantas untuk Sanas saat ini ia tak peduli.
*****
Sudah hampir 2 tahun hubungan gelap antara Daniel dan Sanas,tentu tidak akan pernah ketahuan. Pasalnya setahu Nelly mereka masih ada hubungan saudara.
"Aku capek kalau terus seperti ini Niel." kata Sanas.
"Sabarlah Sayang, ada waktunya nanti aku akan menguak tentang hubungan kita." ujar Daniel menenangkan.
"Mau sampai kapan Niel? Mau sampai kapan aku jadi pacar simpanan kamu?" tanya Sanas dengan mata berkaca - kaca.
"Hey.. kau bukan pacar simpanan, Kau kekasihku!!" ujar Daniel mengelus rambut Sanas.
__ADS_1
"Tapi aku tetap terlihat sebagai simpananmu Daniel!!!" bentak Sanas dengan emosi.
"kau tau sendiri Nelly selalu menolak untuk putus Sya.. tolong dong kamu ngerti." jelas Daniel.
"Kamu mau aku ngertiin kamu Niel? 2 Tahun!!! 2 Tahun aku sudah berusaha ngerti kurang apa lagi? tapi kamu tetep ngga bisa putusin hubunganmu dengan Nelly, seberat itu kah kamu melepas dia Niel?" tanya Sanas di sela - sela isakannya.
"Stop!!! Sanas.. Stop!! selama ini kamu juga tau kalau sebelum aku mengenalmu aku sudah berpacaran dengan Nelly, lalu kenapa sekarang kau banyak menuntut? satu lagi...bukan aku yang ngga mau lepas dari dia, tapi dia yang ngga mau lepas dari aku kau harus tau itu." bentak Daniel.
Sanas di buat diam seribu bahasa dengan perkataan Daniel, ada benarnya juga kalau disini sepenuhnya adalah kesalahannya. salah mengapa membuka hati, salah mengapa terlalu berharap.
"Maaf maksutku..-"
"Dari awal kita memang salah Niel." ujar Sanas dengan bibir bergetar.
Hening!!!
Hening!!!
Hening!!!
__ADS_1
"Beri aku waktu 2 Minggu lagi." ujar Daniel.
"Apa maksut kamu Niel?" tanya Sanas heran.
"2 minggu lagi tepat kita Wisuda, aku akan menguak semuanya." ujar Daniel meyakinkan.
"Sungguh?" tanya Sanas tak percaya.
"aku tidak sedang main - main Kreyasa Anastasya, akan ku pastikan sejak hari itu kau akan menjadi satu - satunya." jelas Daniel, Sanas pun berhambur ke pelukan Daniel, (Ishhh... emang nih si Sanas gampang banget luluh sama kata - kata manis dari Daniel.)
*****
Dua minggu berlalu, hari yang di tunggu - tunggu telah tiba, pengumuman kelulusan sekaligus wisuda segera di mulai. Hari ini Sanas sangat senang pasalnya ia mendapatkan nilai ujian tertinggi. satu per satu wisudawan dan wisudawati telah di wisuda, Hingga Suatu waktu sang MC mengatakan agar Sanas maju menuju panggung. ada banyak pertanyaan yang terngiang di pikiran Sanas namun ia berusaha acuh, "Mungkin dapat penghargaan." pikirnya. Namun dugaanya salah, ketika ia melihat sosok pria yang selama ini tertambat di hatinya, siapa lagi kalau bukan Daniel Mahendra. Ia menyodorkan sebuah buket bunga mawar kesukaan Sanas. Sanas seketika merona rasa malu dan bahagia berpadu di momen yang tak terduga, bagaimana tidak saat ini ia tengah di saksikan ratusan pasang mata. Semuanya riuh dan bertepuk tangan.
"Kreyasa Anastasya, Maukah kau bertunangan denganku?" kata Daniel sambil menyodorkan kotak berisi cincin dihiasi intan permata.
Degh!! seketika hatinya ingin mencelos mendengar perkataan Daniel, ia tak menyangka jika secepat ini Daniel mengajak dirinya serius.
"Terima!!! Terima!!! Terima!!! Terima!!!" seru penonton dengan riuh. tanpa pikir panjang Sanas pun menganggukan kepalanya dan di sambut tepuk tangan dari team suksenya.
__ADS_1