CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 122


__ADS_3

Setelah berkeliling di Mall, Sanas dan Gea memutuskan untuk makan di salah satu Caffe & resto yang letaknya dekat dengan Mall. Di tengah - tengah Sanas dan Gea memakan makananya, tiba - tiba arah pandang Sanas tertujuh pada seseorang yang duduknya tepat di depannya.


"Kenapa?" tanya Gea.


"Tuh.." tunjuk Sanas. Gea pun melihat kearah yang di tunjuk Sanas.


"Tama.. Dengan siapa dia?" tanya Gea.


"Ya itu wanita yang menjadi penghangat ranjang Tama." ujar Sanas.


"Seriously?" tanya Gea.


"Yes.." ujar Sanas sambil tetap melihat ke arah Tama dan Aklis.


"Dia ngeliat ke sini Queen." ujar Gea. Benar saja kini pandangan Sanas dan Tama bertemu. Terlihat Tama yang terkejut melihat Sanas dudu tepat berada di hadapannya. Dengan spontan ia menepis Aklis yang sedang bergelanyut manja terhadapnya. Sanas hanya tersenyum sinis melihatnya, sedangkan Aklis tampak kesal setelah ia menyadari jika Tama menolaknya karena ada Sanas di hadapanya.


"Kok ada sih manusia macam itu." ujar Gea.


"udah biarin aja kali." ujae Sanas.


"Yang sabar ya Queen.." kata Gea.


"Pastinya dong." ujar Sanas tersenyum manis.


"Di sini kau rupanya.." tiba - tiba terdengar suara barinton yang membuat keduanya kaget.


"Astaga.. kak El.. kau mengagetkanku." ujar Sanas.


"Aku mencarimu di apartemen tapi kau tidak ada." kata Eliyas.


"Itulah mengapa aku selalu mengingatkanmu untuk cek ponsel." ketus Sanas.


"Ponsel?" tanya Eliyas.


"Ya.. coba sekarang cek ponselmu." ujar Sanas. Eliyas pun segera merogoh ponselnya di saku dan baru saja ia membuka pasword ponselnya, terlihat ada beberapa chat dari Sanas.


"Gimana?" tanya Sanas.


"Kamu kan tahu kalau aku jarang cek ponsel." ujar Eliyas.


"Alasan." ketus Sanas.


"Ehemm... jadi baygon nih" dehem Gea.


"Ssstt... Gea dinem. kak El, nyanyi yuk.." ajak Sanas.


"Tidak.." tolak Eliyas.


"Ayolah kak Pliss.." pinta Sanas.


"Aku tidak mau.." ujar Eliyas.


"Kak El.. ayolah.." ajak Sanas sambil menunjuk ke arah Tama, Eliyas pun paham apa maksut Sanas. Terpaksa ia mengikuti kemauan Sanas. Keduanya pun mendekat ke arah panggung. Setelah bernegosiasi dengan sang empunya resto, akhirnya Sanas dan Eliyas di perbolehkan untuk mengambil tempat.


"Hallo, Selamat Malam semuanya, sebelumnya mohon maaf jika keberadaan kami disini mengganggu acara makan malam kalian. Kami melakuhkan ini semua semata - mata karena terpaksa dan harus melakuhkannya. Semoga terhibur semuanya..." sapa Sanas mencairkan suasana.


Tak kusangka dirimu berdusta


Menduakan cintaku selama ini


Saat diriku jauh darimu


Kau bermain cinta di belakangku


Tak sadarkah dirimu, sayang?


Kau telah melukai hatiku


Saat kulihat dengan mataku


Kau bercumbu mesra bersamanya


Sayang, terima kasih 'tuk semua


Selama ini kau telah menyakitiku


Kuterima semua keputusanmu

__ADS_1


Di dalam hidupku


Sayang, jaga jiwa dan ragamu


Walau dirimu tak lagi bersamaku


Cukup aku yang kamu sakiti


Tak sadarkah dirimu, sayang?


Kau telah melukai hatiku


Saat kulihat dengan mataku


Kau bercumbu mesra bersamanya


Sayang, terima kasih 'tuk semua


Selama ini kau telah menyakitiku


Kuterima semua keputusanmu


Di dalam hidupku


Sayang, jaga jiwa dan ragamu


Walau dirimu tak lagi bersamaku


Cukup aku yang kamu sakiti


Sayang, terima kasih 'tuk semua


Selama ini kau telah menyakitiku


Kuterima semua keputusanmu


Di dalam hidupku


Sayang, jaga jiwa dan ragamu


Walau dirimu tak lagi bersamaku


Cukup aku yang kamu sakiti


Prok.. Prok.. Prok.. suara tepuk tangan dari pengunjung resto yang di buat terkagum - kagum oleh peforma Eliyas dan Sanas.


"Lagi dong, duet romantis." ujar Salah satu pengunjung.


"betul, kalian serasi sekali.. masak melow - melow, Duet romantis dong." ujar Salah satu pengunjung yang lain.


"Tenang ya semuanya, kami rundingkan dulu ya." ujar Sanas.


"Kau ini bikin malu saja, apa ngga ada lagu lain." bisik Eliyas.


"Ish.. aku kan kebawa perasaan." ujar Sanas.


"Alasan!!" cela Eliyas.


"Ish.. ayo dong buruan nyanyi." geram Sanas.


"Persembahan spesial untuk orang yang spesial.. Salahkah Kita." ujar Sanas, Disusul iringan gitar yang di mainkan Eliyas.


(Eliyas Anggara)


Bila waktu terus memanggil


Agar dua hati dapat menyatu


Bukan aku tak ingin cinta


Tapi aku takut menyakitimu


(Kreyas Anastasya)


Dan kini aku jauh darimu


Ada yang hilang dari hatiku

__ADS_1


(Eliyas & Sanas)


Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati


Salahkah kita?


(Eliyas Anggara)


Bukan maksud menduakanmu


Aku tak ingin mendustai hati (hatimu)


Aku juga mencintaimu


Kumenjauh hanya untuk berfikir


(Kreyasa Anastasya)


Dan kini aku jauh darimu


Ada yang hilang dari hatiku (dari hatimu)


Letih memandang wajah hari


Yang memanduku 'tuk mencarimu


(Eliyas & Sanas)


Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati


Salahkah kita?


Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta


Salahkah kita?


Ho-ho-ho


(Eliyas Anggara)


Bukan aku tak ingin cinta (tak ingin cinta)


Tapi aku takut menyakitimu


(Kreyasa Anastasya)


Dan kini aku jauh darimu


Ada yang hilang dari hatiku


Letih memandang wajah hari


Yang memanduku 'tuk mencarimu


(Eliyas & Sanas)


Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati


Salahkah kita?


Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta


Salahkah kita?


Hoo - haa Cinta


(Eliyas & Sanas)


Biarlah semua kini kita berpisah


Namun hati kita tetap menyatu


Ku sangat rindu ingin bertemu sampai


Tujuh purnama ku tetap menunggu


Bila waktu terus memanggil

__ADS_1


"Terima Kasih Semuanya.." ujar Sanas sambil beranjak dari panggung bersama Eliyas.


__ADS_2