CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 164


__ADS_3

Sanas berjalan menelusuri jalan kota yang jarang kendaraan berlalu lalang. Langit seolah paham akan isi hatinya, hingga ikut menumpahkan titik demi titik Air kehidupannya. Hingga tibalah ia di sembuah Mansion, yang entahlah masih adakah ruang untuk dirinya sebagai Nyonya Anggara saat ini. Dengan langkah gontai ia memasuki Mansion yang sudah di sambut oleh Bi Ijah.


"Yaallah Den ayu.. kok hujan - hujanan ini nanti kalo sakit piye? Mana den Bagus kok Den Ayu sendirian?" kata Bi ijah melontarkan beberapa deret pertanyaanya, bukannya menjawab Sanas justru semakin terisak ia pun memeluk tubuh wanita parubaya di depannya.


"Mbok.. hiks..."


"Ada apa den ayu?" tanya Bi ijah.


"Eliyas menikah lagi mbok.." ujar Sanas dengan berderai air mata. Bi ijah diam sejenak hingga akhirnya ia berani buka suara.


"Den ayu sudah tau?" tanya Bi ijah.


"Maksut mbok? hanya aku yang tidak di beri tau perihal ini mbok?" tanya Sanas terkejut. Bi ijah diam.


"Sejak kapan mbok?" tanya Sanas.


"dua minggu yang lalu setelah Den ayu berangkat ke kota KL." jawab Bi ijah.


"Dimana mbok? di rumah ini?" tanya Sanas. yang di balas anggukan oleh Bi ijah.

__ADS_1


"lalu? apa mereka tidur di kamarku mbok?" tanya Sanas.


"Tidak Den Ayu, Den bagus dan non Riyana tidur di kamar utama." jawab Bi ijah jujur.


"Bahkan aku hampir lima tahun menjadi istri Eliyas belum pernah ia mengijinkan aku untuk menginjak kamar itu." batin Sanas.


"Mbok.. aku minta kunci kamar utama Mbok, aku minta kuncinya." kata Sanas.


"Mbok ngga berani den Ayu, mbok nggak berani jika tanpa sepengetahuan Den bagus." kata bi ijah.


"Asa mohon mbok, berikan kunci kamar utama sama Asa, Asa janji setelah Asa masuk, Asa balikin lagi Mbok... Asa mohon." mohon Sanas, karena tidak tega dengan berat hati Bi ijah memberikan kuncinya.


Sanas di buat terkejut bukan main setelah mengetahui fakta mengapa Eliyas tak mengijinkan Sanas memasuki kamar tersebut. Kamar yang dimana keseluruhannya berisikan tentang masa lalu Eliyas bersama Riyana yang masih tertata rapi dan terawat. Hatinya terasa tercubit, entahlah apa arti dirinya dalam kehidupan Eliyas sebenarnya. Sakit... Sakit sekali jika membayangkan betapa manisnya seorang Eliyas selama ini, mengapa ia baru mengetahui fakta ini setelah hampir lima tahun menikah, itulah.. ia terlalu terbuai dengan perilaku - perilaku Eliyas.


.


.


.

__ADS_1


.


"Den ayu, tanaman mawar Den Ayu yang di belakang layu. padahal si Mbok sudah menyiramnya setiap hari tapi-"


"Biarkan saja Mbok.." kata Sanas, sejak kejadian beberapa hari yang lalu membuat Sanas mengalami banyak perubahan, baik dari sikap dan sifatnya. ia sudah tidak mau tau lagi dengan tanaman kesayanganya itu. Bahkan rambut panjang hitamnya kini telah berubah warna, entahlah apa yang akan terjadi jika Eliyas mengetahui itu. apakah dia peduli? jawabanya Tidak!!! bahkan sejak kejadian ia memergoki Eliyas bersama istri mudanya, Eliyas sama sekali tak menemui dirinya hingga saat ini.


"Malam ini adalah malam aniversary kita.. aku akan menyiapan kejutan siapa tau dia ingat pulang." batin Sanas. Sanas mulai sedikit mendekor kamarnya di penuhi dengan bunga - bunga sama seperti saat malam pengantinnya dulu. Tak lupa, hadiah yang sempat tertunda ia kembali menyiapkannya dengan rapi.


"Aku akan mencoba mengirimkan pesan." ujar Sanas merogoh ponsel pintar dari saku celananya.


BabyKreyy💕


"Nanti pulang ya!!!!


Eliyas Anggara


"Akan ku usahakan."


Sanas tersenyum senang karena mendapat balasan chat dari suaminya, ia sedikit melupakan masalahnya. Ia juga berusaha untuk menerima semuanya meskipun berat.

__ADS_1


__ADS_2