CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 126


__ADS_3

Hari ulang tahun perusahaan pun tiba, Sanas mengenakan mini dress tanpa lengan dengan heels warna mustard yang di belikan Eliyas, terlihat dress pilihan Eliyas menyatu dengan sempurna pada tubuh Sanas. Sanas berlenggak lenggok bagaikan model di depan kaca riasnya.


"Perfect.." ujarnya memuji dirinya sendiri. Tanpa ia sadari sedari tadi sepasang mata telah mengawasinya di ambang pintu.


"Sudah Fashion Shownya?" tanya Eliyas mengagetkan Sanas.


"Aaa.... kak El, selalu mengagetkanku. Apa tidak bisa ketok pintu dulu, kalo aku dalam keadaan tepanjang gimana? kan malu." teriak Sanas.


"Sudah jangan banyak bicara, ayo kita berangkat." ujar Eliyas tanpa menghirukan perkataan Sanas.


"Huft.." Sanas menghela nafas, lalu jalan mengekor di belakang Eliyas.


"Apa aku naik taxi aja.." ujar Sanas saat Eliyas membukakan pintu mobil.


"Untuk apa?" tanya Eliyas.


"Agar karyawan yang lain tidak curiga." ujar Sanas.


"lah.. kenapa takut, memang kenyataannya kita tinggal seapartemen kan? ya meskipun ngga setiap hari." ujar Eliyas.


"Apa kau mau citramu buruk gara - gara suatu saat muncul kabar jika seorang Eliyas Anggara terlibat skandal dengan Sekertarisnya." ujar Sanas sambil menekan kata terakhirnya.


"Akan ku pastikan itu tidak akan pernah terjadi." ujar Eliyas.


"ayo cepat masuk, keburu macet nanti." kata Eliyas lagi. Dengan terpaksa Sanas berangkat bersama Eliyas.

__ADS_1


Keduanya pun tiba di salah satu Hotel ternama di kota M, terlihat ada banyak wartawan yang sudah tidak sabar menunggu kehadiran bintang utama. Semua wartawan di buat menganga saat mengetahui Eliyas tengah bersama seorang gadi cantik bak orang korea. Keduanya tampak serasi, Muncul banyak pertanyaan - pertanyaan dati media, siapakah gerangan wanita yang kini bersamanya. Namun tak ada satu pun yang di jawab.


Pintu hotel terbuka, terlihat para tamu telah berkumpul. Pestanya sangat meriah dan tentunya mewah. Semua pandangan tertuju pada Eliyas dan Sanas, terdengar kasak kusuk dari berbagai pihak. mulai dari memuji hingga yang iri.


Acara pun di Mulai.....


Sanas tengah menikmati makanan yang tengah di hidangkan bersama Gea dan Lily. Tanpa ia sadari ada sepasang mata tengah mengawasinya.


"Berikan Obat ini pada minuman wanita itu, ingat jangan salah sasaran." ujar Wanita tersebut menyuruh pelayan.


"Tapi nona..-"


"Ini untukmu cepat lakuhkan.." ujarnya sambil memberikan segepok uang ratusan ribu.


"Baik Nona.." ujar Sang pelayan.


"Terima Kasih ya.." ujar Sanas, tanpa ada rasa curiga Sanas pun meminumnya.


Selang beberapa waktu, tiba - tiba Sanas merasakan aneh pada dirinya. Tubuhnya terasa Panas dan mengeluarkan keringat dingin. Ia juga merasakan gejolak yang belum pernah ia rasakan.


"Are you oke, Queen?" tanya Gea.


"Aku ke toilet dulu ya.." ujar Sanas.


"Mau aku temenin?" tanya Gea.

__ADS_1


"No..." jawab Sanas, terburu - buru mencari toilet. Sial... Saat melewati lorong yang sepi, Sanas di bungkam dari belakang. Karena tubuhnya yang lemas ia tak bisa melawan, Sanas di seret paksa menuju kesebuah kamar hotel yang di sana sudah ada seorang Pria berjas tinggi tegap tersenyum licik melihat Sanas.


"Hello Baby.. aku akan membantumu mengobati sakit di tubuhmu " ujarnya.


"Si.. Siapa kau?" tanya Sanas ketakutan.


"Hey.. aku yakin kau butuh bantuanku bukan.." ujar Sang pria.


"Tidak jangan mendekat.." ujar Sanas sambil mencoba mundur, Brukk...sialnya ia sudah terdesak di tepian ranjang hingga membuat dirinya terjerembab dengan pose yang menggoda.


"Argh.. tubuhku panas.. pergi jangan coba mendekat.." ujar Sanas dengan nafas terengah - engah. Tanpa menghiraukan teriakan Sanas, sang pria tersebut justru merengkuh tubuh Sexy Sanas. Ia mencoba membuka paksa baju milik Sanas namun gagal, karena Sanas masih terus meronta.


Pria yang emosi akhirnya menarik paksa baju Sanas hingga koyak dari paha hingga ke perut. Pria itu menelan ludahnya sendiri kala melihat keadaan Sanas saat itu, ia ingin segera melancarkan aksinya.


"Tidak.. jangan, Aarghh..." desah Sanas saat langan pria tersebut mencoba meraba miliknya.


"Sepertinya mulutmu saja yang bilang tidak, buktinya tubuhmu tidak." ujar Sang Pria dengan tatapan liciknya. Ia mulai memainkan milik Sanas dari balik CDnya, Tubuh Sanas melemas karena kebanyakan meronta. Hal ini tentu membuat pria tersebut dengan leluasa menjelajahi Sanas tanpa penolakan.


Bukhhh..... Sanas menendang bawah perut sang pria, ia mencoba melarikan diri namun ia kalah cepat dengan pria tersebut.


Di raihnya tubuh Sanas dan di lemparnya kembali ke atas ranjang, Tanpa basa basi, pria tersebut membuka semua pakaiannya sendiri. Sanas pun kaget bukan main ia mencoba menutupi tubuhnya sendiri.


"Jangan harap kau bisa lolos dariku." ujar pria tersebut sambil terus mendekat ke arah Sanas.


"Pergi, jangan apa - apakan aku." ujar Sanas.

__ADS_1


"Setelah ini aku akan pergi, biarkan aku menyelesaikan ini dulu." ujar Pria tersebut sambil membuka paksa paha Sanas.


Sanas hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi kepadanya, Ia hanya bisa memejamkan matanya.


__ADS_2