CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 81


__ADS_3

"Loh.. ini kan apartemen Tuan?" tanya Sanas bingung.


"Kau ini cantik - cantik bodoh!! Lihat orang tadi masih mengikuti kita sampai di sini. Itu artinya dia punya maksud tertentu, apa justru kau senang ha?" hardik Eliyas.


"Tapi Tuan-"


"Tidak ada tapi - tapian, lebih baik ayo turun dan kita pantau dari atas." ujar Eliyas, Sanas pun hanya mengikuti saja.


Sesampainya di Apartemen milik Eliyas, mereka memantau gerak gerik seseorang yang mengikutinya.


"Cari tau siapa pria yang sekarang ada di depan apartemenku." titah Eliyas dengan seseorang di seberang telepon.


"Kau ini malam - malam merepotkan orang saja." ujar Sanas.


"Dasar tidak tau diri, di bantuin bukan terima kasih malah kebanyakan cing cong." ketus Eliyas.


Jam menunjukan pukul 01.00, namun orang itu tetap stan by di tempat.


"Tuan.. Aku sudah mengantuk, cepatlah suruh orang itu pergi." ujar Sanas sambil menguap.


"Tidurlah, lagi pula ini sudah pagi.." ujar Eliyas.


"Nanti kalau kita di grebek karena berduaan bagaimana?" tanya Sanas polos.


"apa kau gila? lagi pula siapa yang mau tidur berdua denganmu." ketus Eliyas.


"Tuan ini yang gila, orang kita belum nikah tapi tinggal serumah wajar lah aku takut di grebek." jelas Sanas.

__ADS_1


"Ini Apartemenku, Tidak ada yang berani menggrebek. Kalau pun ada akan ku pastikan itu semua tidak akan pernah terjadi." ujar Eliyas dengan nada Arogan.


"Ya.. Ya.. Ya.. Terserah kau saja." ujar Sanas sambil pergi meninggalkan Eliyas, ia memilih membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur king size milik Eliyas. Tak butuh waktu lama ia pun tertidur.


Lama - lama Eliyas juga merasakan kantuk, ia masuk ke kamarnya sudah mendapati Sanas yang tengah tertidur dengan nyenyaknya. Eliyas menyunggingkan senyuman, Ia mendekati tubuh Sanas yang terbaring dan menyelimuti hingga ke leher.


"Gadis yang unik! kadang lemah lembut.. kadang menyebalkan." lirih Eliyas sambil memandangi wajah teduh Sanas.


***


Pagi pun tiba, Sanas mengerjap - erjapkan kedua matanya. Ia sangat enggan untuk bangun karena saking nyamannya tertidur, seketika ingatannya kembali pulih. Ia baru ingat jika sekarang sedang berada di apartemen Eliyas. Ia segera bangun dari posisi nyamannya, ia mencari sosok Eliyas kesetiap sudut ruangan apartemen, namun ia tetap tak menemukannya.


Seketika ia terfokus pada paper bag yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya di lengkapi sebuah surat. Ia meraih surat tersebut dan membukannya.


For Kreyasa Anastasya


Hari ini aku ada tugas mendadak di luar negeri, maaf aku tidak membangunkanmu karena ku lihat kau tertidur terlalu nyenyak. Di dalam paper bag ini ada beberapa pakaian pilihlah sesukamu, jika kau lapar ada makanan yang ku pesan untukmu. Nanti setelah kau membersihkan diri dan sarapan, akan ada kelvin yang datang untuk mengantarkanmu pulang. Kau tak perlu repot - repot membersihkan kamar atau piring sisa makanan, karena nanti ada Maid utusanku untuk mengurusnya. Oh ya.. Satu lagi, Orang yang mengikuti kita semalam adalah mantan kekasihmu. ku harap kau berhati - hati dengan mantan kekasihmu yang gila itu. Aku tidak bisa pastikan kapan aku kembali, ku harap saat aku tidak ada kau tetap baik - baik saja. Jaga dirimu baik - baik, setidaknya kau menjaga itu untukku.


"Ternyata kau bisa semanis ini Tuan.." lirih Sanas, ia tersenyum membaca surat yang di tinggalkan oleh Eliyas, ia bergegas mandi dan sarapan. Tak membutuhkan waktu lama Kelvin pun datang.


"Apa Nona butuh sesuatu?" tanya Kelvin.


"Emh.. Tidak Tuan, aku ingin segera pulang." ujar Sanas.


"Baik.. Mari saya antar Nona." ujar Kelvin, Sanas pun berjalan keluar dari Apartemen Eliyas. Sesampainya di mobil, Kelvin membukakan pintu mobil bak seorang supir dengan majikannya.


"Mungkin begini ya rasanya jadi nyonya Anggara." batin Sanas.

__ADS_1


Hening!!


Hening!!


Hening!!


"Kira - kira berapa lama Tuan Eliyas pergi?" tanya Sanas membuka suara.


"Saya juga kurang tau Nona, Namun di perkirakan butuh waktu cukup lama mengingat keperluan Tuan di sana." ujar Kelvin.


"Begitu ya.." tanya Sanas dengan raut wajah yang kecewa.


"Nona tenang saja, Tuan akan kembali." ujar Kelvin.


"Kalau pun tidak kembali, tidak merugikanku bukan?" ujar Sanas bohong.


"Sayangnya anda tidak pandai berbohong Nona." ujar Kelvin.


"Kau bisa saja.." ujar Sanas dengan tawa renyahnya.


***


"Sudah sampai Nona." ujar Kelvin membuyarkan lamunan Sanas.


"Oh.. ya, Baiklah." ujar Sanas.


"Saya harap anda mau mendengarkan ucapan dari Tuan, Nona.." ujar Kelvin tiba - tiba.

__ADS_1


"Ya.. Kau tenang saja, Sampaikan salam terima kasihku untuk Tuan Eliyas." ujar Sanas sebelum turun dari mobil.


"Akan saya sampaikan Nona.." ujar Kelvin. Sanas pun turun.


__ADS_2