
Haii.. Thanks For Suportnya Guys!!! Oke Kita Lanjut Lagi Ceritanya Ya🤗 Happy Reading Guys😘
Â
Eliyas pun di persilahkan untuk masuk ke kamar tamu yang ada di lantai 2, sedangkan Asisten Kelvin di lantai 1. Sedari tadi mata Eliyas tak luput dari setiap sudut rumah Sanas. Meskipun rumah Sanas tak sebesar dan seluas rumah Eliyas, mungkin tidak ada separuhnya namun fasilitasnya termasuk sangat lengkap. Dengan model rumah yang minimalis terdapat 2 lantai yang masing - masing mempunyai 3 Kamar tidur kamar mandi dalam yang bersih dan terawat.
"Kalau begini mereka tidak perlu menyewa ART." Batin Eliyas.
Eliyas pun membersihkan tubuhnya, ia merasa sangat Relax ketika menyiram tubuhnya dengan air. Ia merasa air di rumah Sanas berbeda dengan air yang biasa ia pakai mandi, ia merasakan sejuk dan segar pada tubuhnya. Ya, itu karena air dirumah Sanas berasal dari sumber mata air yang murni tanpa ada proses penyaringan seperti di kota - kota besar yang banyak mengandung klorin yang menyebabkan keaslian dari air tersebut berubah.
POV : Sanas
Ia membuka pelan matanya yang seolah terasa berat akibat kantuk dan efek terlalu lama menangis. Setelah nyawanya terkumpul Sanas terperanjat kaget karena kini dirinya sudah berada di kamarnya.
"Hah.." Sanas mulai memutar otaknya, mengingat apa yang sebenarnya terjadi.
"Tadi aku.. Habis itu.. Dan aku ketiduran." Katanya.
"Lalu kenapa bisa di sini, Ahh.. tidak.. tidak.. tidak.. akan ku ingat kembali." Ujarnya tak percaya dengan apa yang di ingatnya.
"Wah.. ngga beres nih, jangan - jangan aku di cabuli sana om - om itu." Ia bergidik ngeri.
"Hmm.. tapi tidak ada yang aneh sama tubuhku, tidak seperti waktu itu..
Arrgghhhhhh."
"Kenapa jadi kesitu sih, ini lagi udah jam..
Whaat!!! jam 8 malam gila!! aku belum makan dari siang aku harus mandi dan otw makan." Ia pun bergegas menuju kamar mandi.
Di Ruang Makan
Kini Eliyas dan Asisten Kelvin telah duduk bersama dengan keluarga Sanas di meja makan, Bi Rose dan Nenek Tia tengah menyiapkan hidangan makan malam.
"Silahkan menikmati hidangan kami tuan." Ujar bi Rose.
"anak itu tidak menunjukan batang hidungnya, apa dia baik - baik saja?" Batin Eliyas melamun.
"Tuan.." Panggil Asisten Kelvin dengan menaikan Volume suaranya, hal ini membuat Eliyas kaget.
"Ahhmm.. iya?" Tanya Eliyas bingung.
__ADS_1
"Makanannya sudah siap Tuan, Tuan dan Nyonya Zoe sudah mempersilahkan anda untuk makan." Jelas Kelvin hati - hati.
"Oh.. Iya." ujar Eliyas salah tingkah, lalu ia mulai mengambil satu persatu makanan yang di hidangkan.
Terlihat sederhana memang, namun suap demi suap makanan yang membuat lidah Eliyas terasa hidup.
"Luar biasa, Masakan ini enak sekali. Saya sama sekali belum pernah menemukan masakan seenak ini di restoran bahkan hotel bintang 5 manapun." Puji Eliyas sambil makan dengan lahapnya. Pujian Eliyas membuat Bi Rose tersanjung.
"Tuan terlalu berlebihan memuji masakan istri saya." Kata Paman Zoe.
"Tuan Eliyas benar, Tuan.. Nyonya.. Masakan ini sungguh nikmat." Sambung Asisten Kelvin.
"Ini belum seberapa di bandingkan masakan cucu kesayanganku." Ketus Nenek Tia.
"Nah Betul, masakan Yasya jauh lebih nikmat dari ini." Kata Bibi Rose sambil mengacungkan jempol.
"Benarkah? kalau begitu bolehlah saya mencicipi masakan Cucu Nenek. Tapi yang mana?" Tanya Eliyas bingung.
"Ya kalau di cari di sini tidak ada, orangnya saja tidur." Jawab Nenek Tia.
Ada rasa malu dan kecewa terpampang nyata pada wajah Eliyas. Malunya karena dia sok akrab karena terlalu semangat, Kecewanya ia tidak bisa makan masakan yang katanya jauh lebih nikmat. (Kok jadi rakus gini ya? padahal dia kan selalu jaim😅 tapi ga papa dwh lanjut😋). Terdengar langkah kaki yang menuruni tangga, semua mata tertujuh ke arah tangga, ya.. dia adalah Sanas. Bukan Sanas namanya kalau tidak membuat laki - laki yang melihat dirinya menjadi terpukau, Sanas yang menuju ruang makan dengan memakai dress tidur di atas lutut yang terbuat dari satin itu memamerkan kaki jenjang putih mulus yang di tumbuhi bulu - bulu halus, Rambut panjang sepinggang yang di urai dengan sedikit polesan di wajahnya membuat ia tampak lebih fresh. Meskipun kaki yang terlihat pincang namun semua itu seakan tertutupi dengan aura kecantikannya. Bi Rose dan paman Zoe saling berpandangan ketika melihat rambut basah Sanas.
"Anak ini jangan - jangan..."
"Iya Nek, Aku Lapar." Jawab Sanas sambil tersenyum menyapa Eliyas dan Kelvin bergantian, Sanas duduk tepat di hadapan Eliyas. Tampak canggung memang, tapi karena cacing di perutnya kini telah meronta - ronta jadi dia bersikap bodo amat.
"Nak Berterima kasihlah kepada dua Tuan ini, Mereka telah mengantarkanmu pulang. Bahkan Tuan muda yang satu ini menggendongmu sampai ke kamar." Ujar Bi Rose.
Uhukkk... Sanas tersedak ketika mendengar bahwa Eliyas menggendongnya sampai kamar, dengan sigap Eliyas segera memberikan air minum miliknya. Paman Zoe dan Bi Rose kembali berpandangan.
Selesai makan malam, Sanas membantu Bi Rose beres - beres meja makan dan cuci piring. Sedangkan Eliyas bersama Paman Zoe duduk di ruang keluarga sambil minum teh. Saat cuci piring tiba - tiba Bi Rose datang berbisik di telinga Sanas.
"Apa yang kamu lakuhkan dengan pria itu sehingga membuatmu malam - malam keramas?" Selidik Bi Rose.
"Maksutnya?" Tanya Sanas balik.
"Kamu Anu ya sama dia?" Tanya Bi Rose Lagi.
"Apa sih bi masih ga ngerti akutu." Kata Sanas mulai kesal dengan pertanyaan Bibinya yang bertele - tele.
"Ihh... kamu itu polos apa bodoh sih Sya!! itu lo malam pertama kalau udah nikah." Jelas Bi Rose.
__ADS_1
"Astaghfirullah.. Subhanallah.. Masyaallah.. Laa illahaa illallah.. Allahumma Sholialla Syaidina Muhammad Wa'alla Ali Syaidina Muhammad SAW!!! Bibi ngaco ah!!! ya mana ada aku mau sama om - om.." Ketus Sanas.
"Yahh ga jadi punya mantu milyader dong." Tukas bi Rose kecewa.
"Lagian bibi ini apa sih, aku keramas karena gerah bukan karena habis *** - ***." jelas Sanas.
"Syukurlah... Keponakanku masih perawan." ujar bi Rose sambil menoel pipi Sanas.
"Ngga berarti perawan juga bibi..." Batinnya.
Ruang Keluarga
Eliyas dan paman Zoe ngobrol tentang banyak hal mulai dari pekerjaan hobby dan lain - lain.
"Maaf Mengganggu percakapan Anda.. Tuan!! Ada telepon." Kata Asisten Kelvin.
"Baik.. Tuan Zoe saya permisi sebentar." Eliyas pun keluar sambil mengangkat Telepon.
"Ada apa, apakah uangmu habis?" tanya Eliyas.
"Ouh.. Baby!! kamu memang paling pengertian." jawab seseorang di balik telepon.
"Kau butuh berapa?" Tanya Eliyas Lagi.
"Baby!! ada tas keluaran baru, dan aku ingin membelinya. Tapi uangku sudah ku gunakan untuk membeli sepatu tadi di mall." rengek seseorang itu.
"Cepat katakan kau butuh berapa?" Tanya Eliyas mulai kesal
"Baby.. jangan lah kasar begitu, aku hanya butuh 300 juta untuk mendapatkan itu. Tentu tidak membuat uangmu habis bukan?" Ujarnya dengan nada manja.
"sudah ku transfer uang 500 juta untukmu, sekarang jangan menggangguku aku sibuk." Ketus Eliyas dan mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ya, selain kaya Eliyas memiliki otak yang bodoh dimana ia selalu mengiyakan keinginan kekasihnya Zeevana termasuk meminta uang seenak jidatnya.
Ketika hendak kembali masuk ke rumah, tiba - tiba Eliyas berpapasan dengan Sanas yang ingin keluar, hal ini membuat mereka nyaris bertabrakan. Tatapan mereka kembali bertemu, Eliyas termenung karena terpesona sedangkan Sanas takut dicaci lagi.
"Maaf Tuan, saya tidak tau kalau Tuan diluar." kata Sanas menunduk.
"ohh.. tidak masalah! kau ini malam - malam mau kemana?" Tanya Eliyas.
"Emm.. Anu Tuan, saya mau duduk di teras cari angin, Tuan mau ikut." kata Sanas dengan beraninya.
"Boleh!!" Ujar Eliyas sambil berbalik menuju teras yang di maksud Sanas.
__ADS_1
"Kesempatan buat berterima kasih." Batin Sanas.
Hallo Guys!! Terima Kasih Buat Kalian Yang Udah Mau Mampir ke Cerita Aku, Karena aku masih pemula kalian jangan sungkan buat tulis kritik & saran kalian buat aku ya. Biar aku semangat buat lanjut episode nya I Love You All💙