CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 157


__ADS_3

"apa kau mau berdiri di sana hingga menjadi santapan para harimau di sini Kelvin?" teriak Sanas dari dalam mobil. Kelvin yang merasa namanya terpanggil segera memasuki mobil. Suasana sangat mencekam ketika kedua orang yang duduk di belakangnya saat ini sedang berseteru.


"Sepertinya Eliyas gagal melakuhkan misinya." batin Kelvin.


"apa aku perlu minta bantuan mobil derek agar mobil ini melaju lebih cepat lagi, Lambat!!!" ketus Sanas.


"Maaf Nona!!" ujar Kelvin, ia menambah kecepatan mobilnya.


"Kelvin berhenti!!!" seru Sanas.


"Tapi Nona, bukanya tadi nona meminta saya agar lebih cepat." kata Kelvin.


"Berhenti kataku!!" ujar Sanas dengan nada tinggi. Kelvin menepikan mobilnya, sedangkan Sanas dengan segera turun.


"geser kau!!" kata Sanas dingin.


"Tapi Nona-"


"Geser atau ku tinggalkan kau di sini agar menjadi santapan para singa yang lapar." ancam Sanas, Kelvin tak berkutik. Sedangkan Eliyas ia hanya diam seribu bahasa melihat tingkah laku Sanas.


Kini Sanas mengambil alih kendara mobil. Tidak tanggung - tanggung, Sanas mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, hal ini tentu membuat Eliyas dan Kelvin jantungan.


"Nona.. Ingat Nona.. Lusa anda menikah." ingat Kelvin.


"Tutup mulutmu, berdoa saja kalian masih bisa melanjutkan hidup nantinya." ketus Sanas. Eliyas dan Kelvin susah payah menelan salivanya sendiri, mereka tak menyangka jika wanita yang biasa penurut dan anggun bisa berubah menjadi singa betina.


Satu jam kemudian...


Kini mereka telah tiba di kota M, Sanas memarkirkan mobilnya dengan sangat mulus. Kelvin dan Eliyas keluar dari mobil dengan sempoyongan.


"Huekkk... Hueekkkk.. Huekk..." keduanya mabuk darat, seluruh isi perutnya di keluarkan begitu saja.


"Heh.. Kalian ini, badan aja yang besar.. begitu saja sudah K'O.. Lemah!!!" cela Sanas sambil melenggang pergi meninggalkan keduanya yang terkulai lemas.


"Apa yang kau katakan padanya hingga berubah menjadi singa betina seperti ini." ujar Kelvin ngos - ngosan.


"Aku belum mengatakan apa pun, dia sudah tahu semua tentang Riyana." jawab Eliyas.


"Termasuk jika kau pernah tidur dengannya?" tanya Kelvin syok.


"Kalau itu belum." kata Eliyas.


"Kenapakau tak jujur saja bodoh." hardik Kelvin sambil menoyor kepala Eliyas.


"Apa matamu buta? baru tahu kalau yang mengusiknya adalah Riyana saja dia sudah semengerikan ini, gimana jadinya kalau aku terus terang padanya jika aku pernah meniduri Riyana? bisa - bisa punyaku di potong olehnya." kata Eliyas bergidik ngeri.


"Mengingat saat kau merancau usai main sama dia dengan menyebut nama Riyana sepertinya dia sudah tahu El, hanya saja mungkin ia diam karena ingin mendengar langsung darimu." kata Kelvin.


"Arghh.. pergi sana, kau ini semakin membuatku pusing saja." dengus Eliyas memasuki Mansionnya. Kelvin hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah bos sekaligus sahabatnya itu.


Skip...

__ADS_1


Skip.....


Skip......


Sanas tampak tengah berkutat dengan peralatan make upnya, itu artinya Sanas pasti akan pergi ke suatu tempat. Dengan mengumpulkan segala keberaniannya Eliyas mendekati Sanas, takut - takut kembali mendapat ucapan menohok dari calon istrinya.


"Apa kau mau pergi ke suatu tempat?" tanya Eliyas.


"Ya. ." jawab Sanas.


"Apa kau masih marah padaku?" tanya Eliyas.


"Menurutmu?" ujar Sanas balik tanya.


"Aku minta maaf, seharusnya aku terus terang kepadamu sejak dulu jika-"


"Jika Riyana mantan kekasihmu sekaligus cinta pertama kamu yang sekarang ingin mengusik hidupmu kembali begitu?" potong Sanas. Eliyas bungkam.


"Bukankah sebelumnya aku pernah bertanya perihal siapa Riyana, lalu kenapa waktu itu tidak kau jawab ha?" tanya Sanas dengan penuh amarah.


"Waktu itu aku belum siap untuk bercerita Ayashaa.." ujar Eliyas.


"Kenapa? takut aku tahu jika kau masih menyimpan perasaan terhadapnya begitu?" tanya Sanas.


"Bukan begitu Ayashaa..." ujar Eliyas frustasi.


"Seharusnya selesaikan dulu masalalumu baru menjalin hubungan denganku, Oh ya.. mungkin kau akan mengungkit perihal masalaluku, tapi kau harus ingat! tidak ada satu pun masalaluku yang menjadi pengacau dalam hubungan kita." kata Sanas.


"Mau kemana?" tanya Eliyas mencekal tangan Sanas.


"Aku ada urusan." jawab Sanas menghempaskan tangan Eliyas.


"Aku temani oke?" kata Eliyas.


"Terserah kau.." jawab Sanas tak menghiraukan Eliyas.


.


.


.


.


"Mau apa kita datang ke sini?" tanya Eliyas usai memarkirkan mobilnya di sebuah caffe


"Main sepak bola." ketus Sanas. Eliyas terdiam, sepertinya Sanas benar - benar marah padanya. Keduanya memasuki Caffe tersebut, dengan sedikit celingukan Sanas menangkap sosok yang sedari tadi di carinya, ia pun melambaikan tangannya.


"Hua... Sanas gue kangen.." ujar Caca menghambur ke pelukan Sanas.


"Hai.. Sama gue juga kangen kalian." ujar Sanas.

__ADS_1


"Hmm... Semenjak mau jadi Nyonya Anggara lu udah cosplay jadi ratu Elisabeth kw 28 ternyata ya." sindir Delon.


"Iya nih.. nggak pernah lagi ngajak keluar kita." sambung Caca.


"Sorry Guys.. abisnya gue sibuk banget. Oh ya kenalin ini calon suami gue." Kata Sanas menunjuk Eliyas.


"Eliyas.." kata Eliyas mengulurkan tangan.


"Caca.."


"Delon..." ujar keduanya bergantian menyambut uluran tangan Eliyas.


"Wah... biasanya saya hanya melihat Tuan di TV sekarang bisa ketemu langsung.. Huaa.... ternyata lebih tampan kalo langsung ya." cerocos Caca.


"Sstt...Diem!!!" ujar Delon.


"Hehe... Maafin temen saya ya Tuan, dia memang suka begitu." kata Delon.


"Hmm.. santai saja." kata Eliyas.


Banyak yang mereka obrolkan Eliyas juga tampak tak canggung saat berbincang dengan kedua teman Sanas yang sedikit gesrek itu.


"Hmm.. Sanas, kita pamit buat pulang dulu ya kayanya udah mau hujan. lu tau kan kalo kita masih naik motor. mana udah butut lagi " kata Delon cengengesan.


"Hum.. Baiklah, ahh kau ini selalu merendah begitu." kata Sanas.


"mungkin ada mobil kamu yang bekas mau di hibahin Sa? gue mau nampung." ujarnya, lalu di susul sebuah sentilan tepat di keningnya.


"Aww.. Caca, Sakit!!!". ujar Delon.


"Abisnya kamu ngawur." dengus Caca.


"Ya.. Kan siapa tau rejeki Ca." ujar Delon sambil memamerkan deretan gigi putihnya.


"Gini aja, kalau kalian berdua menikah gue bakal kasih kalian mobil baru deh." ujar Sanas yang membuat Caca terbelalak.


"What The Fucking Merried? sama dia? Naudzubillah, Amit - amit." ujar Caca sambul mengetuk"an tangannya ke kepala dan meja bergantian.


"Aamiiin yaallah, beneran ya Sa!! awas aja kalo lu bohong." kata Delon sumringah.


"Jijay..." kata Caca menunjukan ekspresi tak sukanya.


"Jangan gitu Ca.. nanti kalau beneran jodoh bakal jadi bucin. Percaya deh." goda Sanas.


"Sanas apaan sih, udah ah.. ayok pulang beneran mau hujan ini." kata Caca kesal.


"Iyaa.. Iya.. ayo!! Sanas aku duluan ya, Tuan kami permisi dulu." kata Delon berpamitan. keduanya pun telah keluar dari caffe, kini tinggalah Sanas dan Eliyas yang masih stay di sana.


Semenjak ngobrol bersama kedua temannya tadi kini Mood Sanas sudah sedikit membaik, tampak dari nada bicara Sanas yang kembali lembut seperti biasanya. Namun, baru beberapa detik keduanya berbaikan. Kini Emosi Sanas kembali memuncak di ubun - ubun ketika ada seorang wanita yang memanggil nama Eliyas dari belakang.


"Eliyas...." sontak Eliyas dan Sanas melihat ke arah belakang. Sanas mengeratkan giginya saat mengetahui siapa yang baru saja memanggil calon suaminya.

__ADS_1


__ADS_2