CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 73


__ADS_3

Sanas tampak terpaku menyaksikan kekasihnya sedang bertukar cincin dengan Sahabatnya. Sakit? jelas Sakit, bagaimana tidak kekasihnya yang selama ini dia nantikan kabar dan kehadirannya, kini justru kembali bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain dan melupakan semuanya.


"Kau disini?" tanya seseorang yang membuyarkan lamunannya.


"Eh.. Tuan Tama, Ya.. Saya di sini." jawab Sanas gugup.


"Apa kau menggantikan kehadiran Ayahmu?" tanya Tama.


"Ah.. Tidak, kebetulan yang sedang bertunangan itu adalah kawanku." jawab Sanas, Tama yang mendengar itu pun hanya ber oh ria.


Acara tukar cincin pun selesai, Nathaline yang melihat keberadaan Sanas pun mengajak Daniel untuk menjumpainya.


"Ayo kita ke sana, akan ku kenalkan kau dengan sahabatku." kata Nathaline, dan di iyakan oleh Daniel.


"Ayasa.." panggil seseorang yang tidak asing menurutnya. dengan sigap ia berbalik menuju sumber suara.


"Sanas.." seru Daniel. Pandangan mereka pun bertemu.


"Hay.. Niel, selamat atas pertunanganmu dengan Nathaline." sapa Sanas memberikan ucapan selamat.


"K.. Kau.." kata Daniel terbata - bata, namun hanya di balas senyum paksa oleh Sanas.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Nathaline.


"Tentu.." jawab Sanas menggantung, ingin rasanya ia berkata jika Daniel adalah kekasihnya. namun di urungkannya, mengingat ini adalah hari bahagia sahabatnya.


"Kami dulu satu sekolah, benar begitu Daniel?" tanya Sanas dengan senyum terpaksanya. Daniel mendengar itu pun pucat pasi.


"Wah.. ternyata dunia ini sempit ya, oh ya katanya kau ingin mengenalkanku dengan calon tunanganmu, mana? kau datang bersamanya kan?" tanya Nathaline.


"Tidak, Aku tidak jadi bertunangan." jawab Sanas menatap Daniel dengan wajah sendu.


"Astaga, kenapa begitu?" tanya Nathaline.


"Ada yang lebih baik, Maybe!!" jawab Sanas.


"I'm so Sorry, semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik Ayasa.." ujar Nathaline mengelus pundak Sanas.


"Ku harap juga begitu." jawab Sanas yang masih terus menatap Daniel.


"Nathaline, mama mencarimu kemana - mana. Kau di sini rupanya." kata Yola, Mama Nathaline.


"Mama aku menemui Ayasa sahabatku, mama ingatkan?" ujar Nathaline.


"Astaga, Ayasa... Kau kah itu? dari dulu sampai sekarang auramu tetap selalu menarik perhatian, Kau semakin cantik saja." ujar Yola sambil memeluk Sanas.


"Tante jangan berlebihan, Om dan Tante apa kabar?" tanya Sanas.


"seperti yang kamu lihat sayang, kami baik - baik saja. Kau sendiri bagaimana?" kata Yola balik tanya.


"Aku juga baik Tante." jawab Sanas.


"Kau kuliah?" tanya Rio, papa Nathaline.


"Ya, Om.. Kebetulan aku mendapat beasiswa di Universitas Negeri M." jelas Sanas.


"Kau dari dulu memang cerdas kau pantas mendapatkan itu." ujar Rio.


"Terima kasih Om.."


"Oh ya Ayasa, kau kan dulu sangat pandai bernyanyi. Pergilah ke podium untuk menyanyikan sebuah lagu." ujar Nathaline.


"Ah.. Tidak!! aku sudah lama tidak melakuhkan itu." tolak Sanas.


"Ayo lah, ku mohon." bujuk Nathaline.


"Tapi aku sudah lama tak melakuhkannya Nathaline." keukeh Sanas, namun tak di hiraukan oleh Nathaline.


Kini Nathaline menarik tangan Sanas menuju podium. karena sudah terlanjur malu, Mau tidak mau Sanas harus menyumbangkan lagu. Sanas sedikit berbincang dengan para pemain musik disana, tak berapa lama lampu sorot kini tertuju pada Sanas yang duduk di podium.


Menapak jalan yang menjauh


Tentukan arah yang kumau


Tempatkan aku pada satu peristiwa

__ADS_1


Yang membuat hati lara


Di dekat engkau aku tenang


Sendu matamu penuh tanya


Misteri hidup akan kah menghilang


Dan bahagia di akhir cerita


Cinta tegarkan hatiku


Tak mau sesuatu merenggut engkau


Tak ingin terulang lagi


Kehilangan cinta hati


Bagai raga tak bernyawa


Aku junjung petuamu


Cintai dia yang mencintaiku


Hati yang dulu belayar


Kini telah menepi


Bukankah hidup kita


Akhirnya harus bahagia


Di dekat engkau aku tenang


Sendu matamu penuh tanya


Misteri hidup akan kah menghilang


Dan bahagia di akhir cerita


Cinta tegarkan hatiku


Tak mau sesuatu merenggut engkau


Tak ingin terulang lagi


Kehilangan cinta hati


Bagai raga tak bernyawa


Aku junjung petuamu


Cintai dia yang mencintaiku


Hati yang dulu belayar


Kini telah menepi


Bukankah hidup kita


Akhirnya harus bahagia


Cinta Biar saja ada


Yang terjadi biar saja terjadi


Bagai manapun hidup


Memang hanya cerita


Cerita tentang meninggalkan dengan ditinggalkan


Cinta


Nyanyian Sanas sontak membuat riuh para penonton, tak sedikit penonton yang ikut menitikkan air mata karena menghayati isi dari lagu yang di nyanyikan Sanas, begitu juga Daniel, ia merasa tersindir.

__ADS_1


"Lagi.. Lagi.. Lagi.." teriak para penonton. Sanas pun memberi isyarat pada pemain musik.


Kuteringat saat bersamamu


Bercanda mesra, bercumbu rayu


Bercerita kita berdua


Kenangan itu masih terasa


Bertahun sudah telah berlalu


Pamitmu pergi tinggalkan aku


Demi mengejar cita-citamu


Meski berat 'ku melepas kepergianmu


Sayang, aku kangen yang


Suaramu, candamu, ceriamu


Selalu terngiang di telingaku


Sayang, aku kangen yang


Senyummu, tingkahmu, gayamu


Selalu terbayang di mataku


Sayang, cepatlah kembali


Di sini kurindu menanti


Kuteringat saat bersamamu


Bercanda mesra, bercumbu rayu


Bercerita kita berdua


Kenangan itu masih terasa


Bertahun sudah telah berlalu


Pamitmu pergi tinggalkan aku


Demi mengejar cita-citamu


Meski berat 'ku melepas kepergianmu


Sayang, aku kangen yang


Suaramu, candamu, ceriamu


Selalu terngiang di telingaku


Sayang, aku kangen yang


Senyummu, tingkahmu, gayamu


Selalu terbayang di mataku


Sayang, cepatlah kembali


Di sini kurindu menanti


Sayang, cepatlah kembali


Di sini kurindu menanti


Para penonton pun kembali di buat riuh oleh Sanas, Wanita cantik bersuara merdu ini mampu membawakan lagu dengan penuh penghayatan.


"Wah.. Nona ini sangat luar biasa, Selain suara yang merdu ia juga mampu menghayati isi dari lagu ini dengan baik. Apakah nona sedang LDR dengan sang kekasih?" tanya MC saat lagu baru saja selesai.


"Ya, Anda benar!!" jawab Sanas singkat.

__ADS_1


"LDR dari mana kemana kalau saya boleh tau?" tanya MC mulai kepo.


"Kami LDR, Saya di sini dan dia berada... di pelukan orang lain." jawab Sanas sambil menatap kearah Daniel dan Nathaline. Daniel yang mendengar itu pun merasa tertampar. Berbeda dengan Marisa yang sedari tadi memperhatikan Sanas, ia tersenyum senang karena sudah berhasil menggagalkan rencana anaknya untuk bertunangan dengan Sanas.


__ADS_2