CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 120


__ADS_3

"Itu si nenek lampir kenapa sih, ngomel mulu." ujar Gea.


"Dia lagi kesel, denger - denger dia di depak dari sekertaris bos jadi karyawan biasa." kata Cici.


"Sukurin.. emang kenapa?" tanya Gea penasaran.


"Denger - denger sih ada anak baru yang jadi sekertaris Bos, lu tau dia caaaannntiiikk banget." ujar Rio.


"Kan gue jadi kepo." ujar Gea.


"Kebetulan kalo lu kepo, nih anterin minuman Si Bos, pasti ntar lu ketemu sama dia." ujar Rio.


"Itu sih maunya Elu.." ketus Gea sambil menyambar nampan yang berisikan minuman.


"Gue, 2 tahun kerja jadi Office Girl disini biar apa? biar puas menatap sang pujaan hati Tuan Eliyas Anggara, tapi kenapa selama itu juga belum pernah gue di lirik sama dia. emang gue jelek banget ya?" gerutu Gea.


"Jadi itu sekertaris Bos yang baru, dari belakang aja udah keliatan cantik.. tapi ngga tau deh kalo dari depan." batin Gea.


"Silahkan Pak minumananya." ujar Gea sambil meletakan minuman di meja.


"Ehm.." di jawabnya hanya dengan deheman.


"Pak.. saya butuh tanda ta-"


"Gea.."


"Sanas.." ujar mereka bersamaan.


"Kau? Disini?" tanya Sanas heran.


"Emh.. E.. Aku.."


"Kalau reuni jangan di sini." ujar Eliyas.


"Eh.. maaf pak, saya permisi." ujar Gea.

__ADS_1


"Kau hutang penjelasan denganku." ujar Sanas, Belum sempat menjawab Gea sudah buru - buru pergi.


"Pak.. sejak kapan di bekerja di sini?" tanya Sanas.


"Memang apa untungnya buat kamu bertanya seperti itu?" kata Eliyas balik tanya.


"Tentu saja itu sangat penting bagi saya pak." ujar Sanas.


"Tapi tidak penting bagiku." ujar Eliyas dengan arogan.


"Lebih baik aku bertanya dengannya langsung." ujar Sanas sambil beranjak dari tempatnya.


"Hei.. kau mau kemana? katanya mau minta tanda tangan saya." teriak Eliyas.


"Astaga.. aku sampai lupa." ujar Sanas balik badan.


"Hehe.. maaf pak, Ini berkasnya." ujar Sanas memberikan sebuah stopmap kepada Eliyas. Bukannya menandatangani Berkasnya Eliyas justru beranjak dari duduknya.


Cup!!! satu kecupan mendarat di pipi Sanas, sontak membuat empunya pipi berubah merah merona.


"Sepertinya kau butuh penyemangat agar lebih fokus." ujar Eliyas kembali ke tempat duduknya. Diliriknya Sanas yang masih mematung atas kejadian yang tak terduga yang baru saja di alaminya.


"Terima kasih pak, permisi.." ujar Sanas tersenyum kikuk.


"Ya.." jawab Eliyas. Sanas pun keluar dari ruangan Eliyas.


"Bentar lagi jam istirahat, aku harus menemui Gea." ujar Sanas. Ia pun dengan buru - buru menyelesaikan pekerjaanya.


Jam istirahat tiba, Sanas segera menuju dapur. Ia berharap bisa bertemu Gea.


"Permisi.." kata Sanas saat tiba di dapur.


"Eh.. iya Bu.. ada yang bisa saya bantu?" kata seorang Office Girl yang bernama Lily.


"Eh.. tidak - tidak, saya kesini mau bertemu dengan Gea. Apa dia ada?" tanya Sanas.

__ADS_1


"Gea, ada kok Bu.. sebentar saya panggilkan dulu ya." ujar Lily.


"Oke.. makasih ya." kata Sanas.


Tak selang beberapa menit, Lily datang bersama Gea.


"Ini bu.. Anaknya." ujar Lily.


"Ok.. makasih ya Lily." kata Sanas.


"Gea.. lu punya utang penjelasan sama gue." ujar Sanas to the point.


"Sorry Nas, sebelumnya.. gue emang 2 tahun terakhir kerja di sini, dan gue sengaja ngga bilang ke loe." kata Gea.


"Terus alasan loe ga ngasih tau gue kenapa? loe tau nggak sih Ge.. gue tu kangen sama sahabat - sahabat gue termasuk loe. Dan selama 2 tahun ini ternyata loe tinggal 1 kota sama Gue, tapi loe justru gak ngabarain gue. Loe masih nganggep gue temen nggak sih?" tanya Sanas kesal.


"Sorry Nas, Bukan gitu.. gue malu sana loe Nas..." ujar Gea menunduk.


"Malu? malu kenapa?" tanya Sanas heran.


"Gue malu sama loe yang punya karir bagus, sedangkan gue.. cuma jadi office girl." ujar Gea jujur.


"Astaga Ge.. loe tu apa - apaan sih, loe tu temen gue, mau loe kerja jadi office girl, mau jadi pembantu, mau jadi pengemis sekalipun loe tetep temen gue." ujar Sanas.


"Tapi Nas..-"


"Gak ada tapi - tapian.. Plis Ge, jangan kaya gini lagi. Kita ini temen, bahkan gue udah nganggep kalian kek sodara gue sendiri." cela Sanas.


"Sorry ya Nas, gue janji deh ngga bakal kek gini lagi." kata Gea.


"Yaudah nanti loe shareloc tempat tinggal loe ya, nanti gue main kesana." kata Sanas.


"Beneran? tapi kostan gue kecil Nas." ujar Gea tidak percaya diri.


"Apa lagi sih Ge.. udah ah.. mau kecil mau mungil gue ngga peduli. Ya udah.. gue laper bentar lagi jam istirahat habis. Gue duluan ya." kata Sanas.

__ADS_1


"Oke.. See you, semangat kerjanya Queen.." kata Gea.


"Siap 45 geol.." ujar Sanas.


__ADS_2