CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 151


__ADS_3

"Sayang.. bersiaplah! sebentar lagi Kelvin akan menjemputmu. Kita Fitting baju pengantin hari ini." ucap Eliyas di seberang telepon.


"Hah? kenapa mendadak sekali. bukannya masih satu minggu lagi?" tanya Sanas.


"Pernikahan kita akan di langsungkan 1 minggu lagi, sudah mepet ini." ujar Eliyas.


"Apa? bahkan hal sepenting itu kau tidak minta persetujuanku El.." ucap Sanas.


"Sayang ayolah.. apa kamu nggak kasihan sama si boy yang harus puasa selama itu." rengek Eliyas.


"Selalu saja mesum yang ada di pikiranmu." dengus Sanas.


"Tidak.. Tidak.. bukan begitu alasannya.." ucap Eliyas salah tingkah.


"Apa?" tanya Sanas dengan ketus.


"Argh... ayolah Ayashaa.. aku malas berdebat." ujar Eliyas Frustasi.


"Kau memang selalu begitu, apa - apa membuat keputusan sendiri. Untung saja undangannya belum tersebar. kalau sudah, mau di taruh di mana muka aku." cerocos Sanas.


"Oke.. Oke.. Aku salah, Aku minta maaf ya.." kata Eliyas mengalah.


"memang kau salah." ujar Sanas.


"Iyaa.. Iyaa.. Aku minta maaf, udah sekarang siap - siap ya.. Kelvin akan segera datang." kata Eliyas merayu. Tuutt!!! bukannya menjawab, Sanas justru mematikan teleponnya sepihak.


"Oh.. Astaga, aku salah berurusan dengan singa betina." ujar Eliyas memijat keningnya.


Sudah hampir 3 jam Eliyas menunggu Sanas, namun yang di tunggu belum juga tiba. Berulang kali ia menelepon namun tetap saja tak ada jawaban.


Kreekkk... Pintu terbuka. Sanas datang dengan rasa tidak bersalahnya.


"Ayo.. kau bilang mau fitting baju." ucap Sanas lalu berbalik.


"Darimana saja kau?" selidik Eliyas.


"tunggu apa lagi? keburu tutup butiknya." ujar Sanas tanpa menanggapi pertanyaan Eliyas. Sanas memasuki Lift tanpa menghiraukan Eliyas, jelas Eliyas kesal di buatnya.


"ku tanya darimana saja kau?" tanya Eliyas mencekeram pergelangan tangan Sanas.

__ADS_1


"Aw... sakit El.." ringis Sanas.


"Darimana saja kau?" tekan Eliyas dengan tatapan mata Elangnya.


"Lepas.. El.. Sakit!!!" teriak Sanas.


"Darim-"


"Tidak bisakah kau sedikit lembut dengan wanita El.. Dari dulu kau tetap SAMA." potong Sanas dengan menekankan kata - katanya, ia melangkah pergi mendahului Eliyas.


"Hey.. Ayasha plis.." pinta Eliyas menarik tangan Sanas.


"Aku hanya bertanya kau darimana saja, sudah 3 jam aku menunggu." kata Eliyas lembut.


"Kalau begitu kan enak di dengarnya, nggak harus dengan nada ketus kan. Ingat!!! aku ini calon istrimu jadi belajarlah bicara sedikit lembut." ujar Sanas.


"Baiklah aku minta maaf." ujar Eliyas meletakkan tangannya di kedua bahu Sanas.


"Baiklah kalau kau masih marah, aku akan menanyakannya kepada Kelvin." kata Eliyas mengalah. Keduanya pun kini telah masuk mobil.


"Selamat Siang Tuan!!" sapa Kelvin.


"Jawablah Vin!" suruh Sanas.


"Tadi Nona mengajak saya berkeliling di alun - alun kota untuk berburu kuliner Tuan.." jawab Kelvin.


"Apa? Benar begitu Ayashaa?" tanya Eliyas.


"Yaa.." jawab Sanas singkat.


"Astaga..." ucap Eliyas menepuk keningnya.


Flashback On


"Kelvin apa kau sudah makan siang?" tanya Sanas.


"Belum jam makan siang Nona.." jawab Kelvin.


"Kau lapar tidak?" tanya Sanas menyondongkan badannya ke arah depan.

__ADS_1


"Nona duduklah dengan tenang, pakai seat beltnya ini bahaya.' ujar Kelvin.


"baiklah.. jadi bagaimana apa kau lapar?" tanya Sanas lagi.


"Sedikit.." jawab Kelvin.


"Nah.. kebetulan sekali, di utara alun - alun ada tukang bakso enak banget, kita wisata kuliner kesana dulu yuk.." ajak Sanas sumringah.


"Tapi nanti kalau di cari Tuan bagaimana?" tanya Kelvin.


"Kita kan cari makan bukan kabur, ayolah Asisiten Kelvin.. aku lapar.." bujuk Sanas.


"Nona.. nanti kita delivery order saja ya, Tuan sedang menunggu anda." kata Kelvin.


"Ah.. asisten Kelvin ngga seru, kan aku pengennya bakso yang di utara alun - alun." sungut Sanas.


"Tapi Nona... Tuan akan marah jika kita tidak tiba tepat waktu." ujar Kelvin.


"Apa dia tidak akan marah jika aku sakit dan itu karena kau yang ngga mau ku ajak makan." kata Sanas.


"Baiklah.. Baiklah.. tapi cuma sebentar ya.' ujar Kelvin mengiyakan keinginan Sanas.


" Yahuuu.... kau memang terbaik Kevin.' kata Sanas penuh semangat. Kelvin hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya saat melihat tingkah calon istri dari majikannya ini.


"Biar tahu rasa si Eliyas.." batin Sanas. sebenarnya ia sengaja mengulur - ulur waktu, agar membuat Eliyas kesal menunggu dirinya.


Flashback Off


"Astaga... Ayashaa.. kau tahu, aku harus membatalkan meeting penting dengan klien demi fitting baju pengantin denganmu, sedangkan kau asik - asikan makan bakso dengan Kelvin. Kau juga Kelvin mau - mau aja kau di ajaknya" sungut Eliyas.


"Maaf Tuan.. saya hanya di ajak Nona." bela Kelvin.


"Emang kenyataannya aku lapar kok, memangnya salah kalau aku cari makan dulu." ujar Sanas santai...


"Iya aku tahu, tapi kan bisa Delivery Order Ayashaa.. aku baru saja membatalkan meeting dengan klien penting kalau kau tahu.' ujar Eliyas.


" Batal Meeting tidak membuatmu miskin kan?" tanya Sanas. Eliyas hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, percuma berdebat dengan singa betina. Ia tahu jija Sanas sedang marah.


Terlihat Kelvin sedang menahan tawa melihat kedua manusia di belakangnya sedang berdebat. menurutnya baru kali ini Bosnya yang terkenal arogan bisa benar - benar takluk kepada seorang wanita.

__ADS_1


__ADS_2