CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 50


__ADS_3

"Laporan apa ini?" bentak Tama sambil melempar stopmap hingga isinya berserakan ke lantai.


"Bisa kerja ngga sih? bisa - bisanya cuma buat laporan keuangan gitu aja berantakan kaya gini." Hardiknya.


"Maaf.. Pak." lirih Agnes sambil memungut isi stopmap yang berserakan, Tama tak mempedulikan perkataan Agnes dengan emosi yang menggebu - gebu Tama keluar ruangan langsung menuju lift di susul dengan Agnes yang menasuki lift khusus karyawan, dengan tanpa menghiraukan sekitar Tama langsung masuk keruangan Divisi tempat dimana Sanas bekerja.


"Mana Sanas? apa maksutnya buat laporan seperti ini?" tanya Tama dengan nada tinggi, namun yang di carinya tidak ada di tempat.


"Maaf pak, Sanas baru kemarin mengajukan cuti." jawab Caca dengan gugup.


"Jadi laporan ini siapa yang buat?" tanyanya lagi.


"Agnes pak.." jawab Delon.


"Apa? Agnes berapa lama kamu bekerja di sini, kenapa bisa laporan yang kamu buat semacam orang yang masih baru belajar hah? bosan kerja kamu?" ujar Tama kembali melempar stopmap.


"Maafkan kecerobohan saya pak." ujar Agnes gemetar.


"Perbaiki dalam waktu 15 menit laporan itu harus sudah ada di ruangan saya!!! saya tidak mau ada kesalahan lagi, sampai hal ini terulang lagi jangan harap kamu bisa menginjakkan kakimu di kantor ini lagi." ancam Tama dan berlalu pergi.


"Sial.. ini semua gara - gara bocah bau kencur itu, awas kau." umpat Agnes.


****


"Akhirnya kamu pulang juga, Nenek pikir kamu udah lupa jalan pulang." ketus Nenek.

__ADS_1


"Astaga Nek, mana mungkin aku lupa jalan pulang. Ada - ada aja nenek ini." sungut Sanas.


"Gimana Kuliah kamu Sya?" tanya bi Rose.


"Allhamdulillah semua berjalan lancar bi, Oh ya aku juga ketrima kerja di perusahaan Arthamara Group loh." ujar Sanas dengan bangganya.


"Wah.. serius kamu? Perusahaan besar dong!! tapi kamu kan masih semester 3 Sya, Magang apa gimana?" tanya Bi Rose tak percaya.


"Serius, Dua rius malah." jawab Sanas.


"Kok bisa sih?" tanya Bi Rose.


"Ya, waktu sehabis aku di pecat dari Caffe aku iseng - iseng aja ngelamar kerja via online. Ehh.. ga taunya aku dapet email suruh interview." jawab Sanas.


"terus kamu kerja apa? jangan bilang cleaning service!!" celetuk Bi Rose.


"Oh iya, lupa kalo ponakan aku ini pinter." kekeh Bi Rose.


"Apa uang dari ayahmu kurang Sya? sampe harus kerja sambil kuliah. apa ngga terbengkalai kuliah kamu?" tanya Nenek.


"Iya Sya, apa ngga capek?" imbuh bi Rose.


"Engga kok bi.. nek, aku kuliah cuma ambil seminggu 2x. jadi kalau waktu kuliah aku dispen." jelas Sanas.


"Lagian aku ngga mau nyusahin ayah terus - terusan Bi.." imbuh Sanas.

__ADS_1


"Perusahaan ayahmu sekarang udah makin maju aja Sya.." kata Nenek.


"Perusahaan? loh bukannya kata ayah dulu bangkrut?" tanya Sanas.


"Ckk... ayahmu selama ini banting tulang buat merintis perusahaan dari awal lagi, gitu aja ngga tau." ketus Bi Rose.


"Iya kah? bahkan aku ngga tau menahu, aku juga ngga pernah nyentuh uang yang ayah kirim selama ini." kata Sanas jujur.


"Apa? Terus kamu makan pake uang dari mana?" tanya bi Rose heran.


"Aku kerja kalau kau lupa." ketus Sanas.


"coba kamu cek M - Banking kamu." suruh Bi Rose.


"What...." Sanas terbelalak melihat nominal angka yang tertera pasa M - Bankingnya.


"Kenapa? apa saldonya kosong?" tanya bi Rose.


"900 juta? apa ini ngga salah? biasanya ayah cuma kirim 3 sampai 5 juta aja buat kebutuhanku sehari - hari. itu pun dulu jarang aku pake uangnya, terakhir aku pake pas aku baru pindah kostan" ujar Sanas heran.


"Serius? hmm.. ya wajar lah orang kamu ngga pake sama sekali. lagian kamu itu ya Sya kalo ngga di telpon ngga pernah ngabarin orang rumah. Sampe ayahnya udah jalanin perusahaan lagi kamu baru tau." ujar bi Rose.


"Ya.. kan aku sibuk juga Bi.." bela Sanas.


"Udah.. udah.. ga usah di bahas, Mending kita makan." ujar Nenek.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama.


__ADS_2