CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 170


__ADS_3

Saat hendak keluar dari ruang rawat Sanas, Eliyas berpapasan dengan Kelvin tepat di depan pintu.


Bugh.. Bugh..


"Brengsek!!!" umpat Kelvin sembari melayangkan tinjunya.


"Kenapa lu sebrengsek ini sih El? Kenapa?" tanya Kelvin meraih kerah baju Eliyas.


"G-gue-"


"Dari awal gue udah bilang sama lu, jangan ngasih harapan ke dia kalo emang lu ngga bisa lepas dari Riyana. Bukan malah jatuhin mental Ayashaa dengan cara seperti ini." Potong Kelvin.


"Gue pengen punya anak Vin.." tegas Eliyas.


"Harus dengan cara poligami? harus dengan lu nyiksa Ayashaa?" tanya Kelvin yang membuat Eliyas bungkam.


"Lu tau? gara - gara lu dia hampir bunuh diri sampe kehilangan calon anaknya. Padahal lu tau kalo dia itu susah punya anak, Anji*g!!!" bentak Kelvin.


"Gue ngga tau kalo dia hamil." kata Eliyas.


"Tapi bukan berarti lu bisa bebas nyiksa dia, bukan berarti juga lu bebas jatuhin mental dia." ujar Kelvin. Eliyas menunduk penuh rasa bersalah.


"Pergi lo!!! sana jilat istri muda lo yang lagi hamil yang entah hamil anak siapa." kata Gea yang sedari tadi mendengarkan perdebatan keduanya.


"Satu lagi.. Ceraiin sahabat gue, gue ngga mau kalo sahabat gue punya suami kasar modelan kaya elo!!!" kata Gea.


"Sampai kapan pun gue ngga bakal cerai sama Ayashaa.. kalian ingat itu!!!" ujar Eliyas beranjak pergi.


"Anji*g lo!!!" hardik Gea sembari mengacungkan jari tengahnya.


.

__ADS_1


.


.


.


"Selamat siang Nona muda.." Sapa Dariel membuyarkan lamunan Sanas.


"Kak Dariel.." kata Sanas.


"Kemana suamimu?" tanya Dariel.


"Dia pergi bekerja.." jawab Sanas bohong.


"Kak, kenalin Sahabat aku Gea!! Ge.. kenalin Kak Dariel kakak tiri aku." ujar Sanas.


"Dariel.."


"Gea.." ujar keduanya memperkenalkan diri.


"Good Luck Geol..." kata Sanas.


"Lu cepet sembuh, gue capek ngurusin perusahaan lu." kata Gea.


"Siap kapten!!!" ujar Sanas.


"Duluan ya kak.." kata Gea.


"Silahkan.." ujar Dariel tersenyum.


"Jadi aku lagi berhadapan dengan seorang bos to rupanya." ujar Dariel.

__ADS_1


"Apa sih kak.. Itu perusahaan ayah, hanya saja ayah sedang sakit jadi semuanya di serahin ke aku." kata Sanas.


"Tetap saja nanti kamu juga yang jadi bosnya." ujar Dariel.


"Terserah kau saja kak.." kata Sanas pasrah.


"Oh ya.. ini, aku bawakan kesukaanmu." kata Dariel menyerahkan sebuah box.


"Apa ini?" tanya Sanas.


"Bukalah.." ujar Dariel. Sanas pun membuka box tersebut.


"Woahh.... Blueberies Cup Cake, kak Dariel masih ingat kalau aku suka ini, Wah.. aku sudah lama tidak memakannya.. Terima kasih kak Dariel.." kata Sanas senang.


"Makanlah.. aku akan membelikannya lagi jika habis." kata Dariel.


"kau meledekku? apa kau mau aku berbadan gendut begitu?" sungut Sanas.


"Hey.. kau ini ya, malah memikirkan bentuk badan. Harusnya kamu pikirkan anak yang ada di kandunganmu supaya ia mendapatkan nutrisi yang cukup." kata Dariel.


"Anakku masih hidup?" tanya Sanas kaget.


"Tentu saja, mereka calon jagoan jadi sudah pasti kuat." kata Dariel memberikan semangat.


"Oh.. ya tuhan!! anakku.. maafkan mama, mama mengira kau sudah meninggalkan mama." kata Sanas mengelus perutnya yang masih rata.


"Tapi tunggu! kakak bilang mereka? apa maksutnya?" tanya Sanas.


"Kamu akan mempunyai baby twins." jawab Dariel.


"Sungguh?" tanya Sanas tak percaya.

__ADS_1


"Yaa... jadi kamu harus jaga dia baik - baik, Ok!!" kata Dariel.


"Pasti.. aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik." kata Sanas sumringah.


__ADS_2