
Setelah pengumuman peresmian anak cabang perusahaan serta menperkenalkan putrinya, kini bagian dari awak media untuk bertanya tentang Sanas. Berbagai macam pertanyaan di lontarkan untuk Sanas.
"Apakah Nona masih menempuh pendidikan?" tanya Wartawan A.
"Nona mengapa baru muncul? kemana saja nona selama ini?" tanya Wartawan B.
"Nona, pria seperti apa yang menjadi tipe idaman nona? apakah harus selevel?" tanya Wartawan C.
"Nona.. apakah nona sudah punya pacar atau calon suami?" tanya wartawan D.
Itulah deretan pertanyaan - pertanyaan yang di tujuhkan untuk Sanas.
"Baik saya akan menjawab satu persatu pertanyaan kalian hingga tuntas." ujar Sanas tenang.
"oke yang pertama, Saya masih kuliah di Universitas negeri M semester 5 jurusan Administrasi perkantoran. Yang kedua, kenapa saya baru muncul itu karena saya memang meminta ayah saya untuk menyembunyikan identitas saya sebagai anak tunggalnya. Mengenai kemana saya selama ini, Sudah jelas saya kuliah tapi di sisi lain saya juga bekerja di perusahaan Arthamara group di bagian divisi keuangan serta jika weekend saya bekerja di caffe." ujar Sanas. Terdengar kusak kusuk dari semua tamu ketika mendengar pernyataan Sanas.
"Anak pengusaha tapi kok kerja? itu kan yang kalian tanyakan?" ujar Sanas tiba - tiba seketika semua terdiam.
"Baik akan saya jelaskan alasan saya mengapa saya bekerja tidak di perusahaan ayah saya.."
"Alasan pertama saya ingin mandiri, Alasan kedua saya ingin belajar mengenai lika liku perusahaan di luar campur tangan ayah saya." kata Sanas.
__ADS_1
"Wah.. mandiri sekali.." kata Tamu A.
"sudah cantik, mandiri lagi.." kata Tamu B.
"Pantes jadi menantu kita nih.." kata Tamu C.
"Mengenai pasangan hidup saya tidak mempermasalahkan akan harta dan tahta, setidaknya ia bisa tanggung jawab, dapat di percaya, yang terutama adalah SETIA!!" ujar Sanas menekan kata - kata terakhirnya. sontak perkataan itu membuat seseorang tertampar, siapa lagi kalau bukan Daniel.
"Untuk pertanyaan yang terakhir, Jawabanya adalah.."
"I'm Single.." ujar Sanas enteng.
Jawaban Sanas membuat Daniel kepanasan, ia merasa jika dirinya tak di anggap oleh Sanas. (lagian emang lu bukan sapa - sapa kali niel😌)
***
"Sanas, Selamat ulang tahun ya.." ujar Tama mengulurkan tangannya.
"Eh.. Tuan Tama, Terima kasih ya.." kata Sanas membalas mengulurkan tangan.
"Kau pandai bersembunyi rupanya.." ujar Tama.
__ADS_1
"Hehe.. Tuan ini bisa saja." ujar Sanas.
"Nona Kreyasa.." panggil seseorang yang membuat Sanas sontak berbalik.
"Tuan Kelvin.. Kau di sini?" ujar Sanas.
"Iya Nona.. Ini?" kata Kelvin menunjuk Tama.
"Oh.. Ini Tuan Tama, Kebetulan beliau adalah bos saya." jawab Sanas seolah mengerti arah pertanyaan Kelvin.
" Oh Baiklah Nona. Oh ya.. Selamat Ulang Tahun Nona.. anda mendapatkan salam dari tuan Eliyas-"
"Dan ini titipan dari Tuan Eliyas, ia meminta maaf karena tidak bisa datang langsung karena masih ada urusan di luar negeri." jelas Kelvin sambil memberikan buket bunga mawar merah di tambah sebuah kado.
"Oh.. Astaga Manis sekali, seharusnya tak perlu repot - repot. Sampaikan salam Terima kasihku untuknya." ujar Sanas menerima pemberian dari Kelvin.
"Baik nona, akan saya sampaikan." ujar Kelvin.
"Apa? Eliyas Anggara sudah tahu jika anak Tuan Wara adalah Sanas.. wah, gak beres." batin Tama.
"Baiklah, Silahkan di lanjutkan menikmati jamuannya, saya permisi dulu." ujar Sanas.
__ADS_1
...****************...