CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 132


__ADS_3

Sanas terbangun dari tidurnya, ia merasakan berat pada perutnya. Benar saja ia baru sadar jika semalam ia tidur bersama Eliyas. Sanas mencoba memindahkan tangan Eliyas dari atas perutnya dengan hati - hati agar Eliyas tidak terbangun.


"Ini masih pagi, jangan pergi kemana - mana." ujar Eliyas mengagetkan Sanas.


"Kak El, kau sudah bangun rupanya." ujar Sanas mengurungkan niatnya untuk bangun.


"Sudah dari setengah jam yang lalu." ujar Eliyas.


"Kenapa tidak bangun dan mandi?" tanya Sanas.


"Suka - suka aku lah." ujar Eliyas dengan arogan.


"Ishh..." dengus Sanas keOff-


"Bagaimana kakak kemarin jadi menemui orang yang menjebakku?" tanya Sanas.


"Jadi " jawab Sanas singkat.


"Siapa orangnya?" tanya Sanas penasaran.


"Sonya." jawab Eliyas to the point.


"Mantan sekertarismu?" tanya Sanas memastikan.


"Ya.." kata Eliyas.


"Apa salahku padanya sampai - sampai ia tega melakuhkan itu." tanya Sanas.


"Dia merasa kamu menjadi sainganya." ujar Eliyas.


"Apa sih ga jelas." ujar Sanas kesal.

__ADS_1


"Huft.." Eliyas membuang nafas kasar.


-Flashback On-


Suatu hari Eliyas di haruskan untuk menghandel anak cabang perusahaan yang ada di luar kota, Ia mengajak Sonya sekertarisnya di karenakan Kelvin harus mengurus perusahaan yang lain.


Siapa sangka kejadian buruk terjadi, Eliyas di jebak oleh rekan kerjanya dengan memasukan obat perangsang ke dalam minumannya. Beruntung Eliyas tak jatuh dalam perangkap. Ia buru - buru kembali ke penginapan, saat hendak masuk kamar ia berpapasan dengan Sonya. Sonya yang melihat Eliyas sempoyongan berniat untuk membantu Eliyas masuk ke kamar. Karena masih terpengaruh obat perangsang, Eliyas kalap dan menyumbu Sonya dengan gencarnya.


Syukur Eliyas kembali dalam alam sadarnya hingga kejadian tak senonoh itu gagal terjadi. sejak saat itulah Sonya berusaha mendekati bahkan menggoda Eliyas namun tak di hiraukannya.


-Flashback Off-


"Terus hubungannya sama aku apa?" tanya Sanas heran.


"Mungkin dia merasa kalau kamu jadi saingannya sekarang." kata Eliyas.


"Tapi ya keterlaluan lah, ini menyangkut harga diri dan masa depan seseorang." ujar Sanas kesal.


"Tetap saja aku kehilangan keperawanan." ketus Sanas. Mendengar itu pun Eliyas merasa bersalah di buatnya.


"Hukuman apa yang pantas untuk orang seperti itu ya?" tanya Sanas tampak berfikir.


"Kau tidak perlu memikirkan hukuman untuknya, karena aku sudah memberinya pelajaran yang tak terlupakan." ujar Eliyas.


"Maksutnya?" tanya Sanas.


"Dia sekarang sudah merasakan apa yang kamu rasakan." kata Eliyas.


"Maksut kak El, kau?" tanya Sanas tak melanjutkan perkataanya, namun segera di jawab dengan anggukan oleh Eliyas.


"Lama - lama kau ini juga ikut tidak waras." ujar Sanas bergidik ngeri.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, jika ada yang mengusik milikku maka jangan harap bisa selamat dari kegusaranku." ujar Eliyas menatap tajam mata Sanas.


"Sudah.. sudah.. aku mau mandi." ujar Sanas, namun Eliyas justru mengeratkan pelukannya.


"Kakak.." ujar Sanas.


"Tunggu!!! biarkan seperti ini sebentar saja.." ujar Eliyas menghirup dalam - dalam aroma tubuh Sanas.


"Emh.. Tunggu sebentar, apa hari ini kau sibuk?" tanya Sanas tiba - tiba.


"Yaa.. aku sibuk menidurimu.' ujar Eliyas asal.


" Kakak, aku serius." ujar Sanas kesal.


"Tidak, ada apa?" tanya Eliyas.


"Sebenarnya hari ini aku berencana datang ke rumah Tama untuk mengembalikan barang - barang darinya sekalian pamit kepada orang tuanya." ujar Sanas.


"Lalu?" tanya Eliyas.


"Anterinlah." ujar Sanas.


"Dipikir aku supir apa." ketus Eliyas.


"kakak, bukanya kemarin kakak sendiri yang bilang kalau mau menemaniku kesana." ujar Sanas kesal.


"Iya.. iya.. aku temani, ya sudah sana mandi dan bersiap." ujar Eliyas.


"Gimana mau mandi kalau kau tidak mau melepaskan pelukanmu.' ketus Sanas.


" Sudah sana mandi.' ujar Eliyas melepaskan pelukanya.

__ADS_1


__ADS_2