
"Bapak panggil saya.." kata Sonya.
"Ya.. kau sudah dengar apa kataku di bawah tadi bukan?" tanya Eliyas to the point.
"Su.. sudah pak.." jawab Sonya terbata - bata.
"bagus, jadi tidak perlu ku perjelas lagi.. silahkan keluar.." ujar Eliyas.
"Tapi.. sebelumnya apa salah saya pak?" tanya Sonya.
"Tidak ada." jawab Eliyas singkat.
"Lalu-"
"Kelvin, tunjukan ruangan kerja Sonya yang baru." titah Eliyas.
"Baik Tuan.. mari.." ajak Kelvin pada Sonya. Tanpa berkata - kata Sonya hanya bisa menurutinya, ia melewati Sanas yang berdiri di dekat kursi dengan tatapan sinis.
"Apa tidak sebaiknya aku bekerja sebagai karyawan biasa saja kak El?" tanya Sanas tiba - tiba.
"Apa kau keberatan menjadi sekertarisku?" tanya Eliyas.
"Bukan, aku hanya tidak enak saja.. datang - datang memutus rejeki orang." ujar Sanas.
"tidak ada yang memutus rejeki orang disini, kau bekerja.. dia juga tetap bekerja." ujar Eliyas.
"Apa kau tak lihat tatapannya seperti ingin menerkamku." ujar Sanas.
"Apa kau takut?" tanya Eliyas.
__ADS_1
"Tidak!!" ujar Sanas.
"Ya sudah kalau begitu, selamat datang di dunia yang penuh persaingan.. ini belum seberapa." ujar Eliyas.
"Duh.. aku lupa jika sedang berurusan dengan orang penting." celetuk Sanas.
"Sudah lupakan, apa kau sudah tau apa yang harus kau lakuhkan jika menjadi sekertarisku?" tanya Eliyas.
"Ya.. menjadi seperti sekertaris sewajarnya bukan begitu?" tanya Sanas.
"Tidak!!" ujar Eliyas mendekat kearah Sanas.
"Stop!!! jangan menjadi bos mesum.." ujar Sanas berusaha menghadang Eliyas yang mulai mengikis jarak.
"Bukankah ini sudah biasa terjadi?" tanya Eliyas.
"Pantas saja mantan sekertarismu sinis padaku, jadi begini kelakuanmu." ketus Sanas.
"Apa?" tanya Sanas.
"Aku juga pilih - pilih kalau mau mesum." ujar Eliyas.
"Jadi aku termasuk pilihanmu begitu?" tanya Sanas.
"Kalau boleh kenapa tidak?" goda Eliyas.
"Kak El.. Hentikan!!!" rengek Sanas.
"Hahaha.. sudah.. sudah.. kau lucu sekali kalau sedang tersipu begitu." ujar Eliyas.
__ADS_1
"dasar!!!!" ketus Sanas.
"Selamat begabung di Anggara's Group, semoga kau betah bekerja di sini Nona Kreyasa Anastasya.." kata Eliyas sambil menjabat tangan Sanas.
"Terima Kasih Tuan Eliyas Anggara yang telah merekomendasikan saya bekerja di sini, dengan senang hati saya akan bekerja dengan baik. Anda tenang saja saya akan betah bekerja di sini selagi anda adalah bosnya." ujar Sanas dengan senyum nakal.
"Belajar dari mana bicara seperti itu?" tanya Eliyas.
"Aku sendiri juga tidak tahu.." ujar Sanas tampak berpikir.
"Argh.. sudahlah aku malas sekali berpikir, kau harus terbiasa mendengar kata - kata konyol dari mulutku ini karena kadang - kadang dia tidak bisa ngerem." ujar Sanas. mendengar itu pun Eliyas hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya.
Divisi keuangan
"Sudahlah terima saja kenyataannya jika kau pantasnya hanya sebagai karyawan biasa." ujar Kelvin pada Sonya.
"What.." kata Sonya tak percaya.
"Dan pada akhirnya loe balik kesini lagi." ujar Debby.
"Sial.. gue berjuang mati - matian biar bisa jadi sekertaris bos, malah di depak gegara ada anak baru." ujar Sonya.
"Udahlah Son, mungkin dia lebih pantes." ujar Debby.
"Ini ngga bisa di biarin." ujar Sonya.
"Loe mau ngapain? mau protes, ngga bakalan bisa. nanti malah lu di depak beneran dari perusahaan lu di blacklist, lu jadi pengangguran Sonya.." ujar Debby.
"Gue ga trima Deb.. dia pikir siapa bisa - bisanya geser posisi gue dengan seenaknya." ujar Sonya.
__ADS_1
"Kerabatnya Pak Eliyas Mybee.." ujar Debby.
"Shiit!!!" umpat Sonya.