
Sebelumnya Daniel dan Sanas berpapasan dengan Nelly yang kebetulan dari ruang TU, tentu hal ini membuat Nelly terbakar api cemburu.
"Mulai deh.." batin Sanas.
"Duluan ya." ujar Sanas lalu bergegas menuju ke kelasnya mendahului Daniel. Alih - alih menjelaskan Sanas justru melewatinya begitu saja, sedangkan Daniel tentu memberatkan Nelly. Ia berusaha menjelaskan namun Nelly tetap keukeh dengan pemikirannya sendiri.
Betapa jengkelnya Sanas ketika mengetahui bahwa jam pertama tidak ada pelajaran karena semua guru - guru akan rapat.
"Shiit... tau gitu nungguin mobil gue di perbaiki ga bakal kena masalah. Huft... sudah jatuh tertimpa tangga ini mah namanya." gerutunya.
"Ini lagi guru - guru, rapat mulu ngga capek apa." umpatnya kesal.
ting!! bunyi pesan masuk pada ponselnya, dengan malas Sanas membuka pesan dari nomor tidak di kenal.
Gue tunggu loe di taman belakang kelas XII MIPA 3 sekarang. Kira - kira seperti itu isi pesan tersebut, awalnya Sanas tidak menanggapinya.
ting!! bunyi pesan masuk lagi.
Dateng sekarang atau gue bongkar skandal loe sama kak Zen. deghhh!!!! serasa jantungnya berpindah ke pelupuk mata(ewww kok ngeri kali Thor😂), ia dengan tergesa - gesa menuju taman.
Sesampainya disana, terlihat ada Nelly dan Keempat temannya tak terkecuali juga ada Daniel disana.
"Sudah ku duga kau akan datang jalang." tiba - tiba Lolita and the geng datang di sela - sela mereka.
"Oh.. jadi yang barusan ngajak ketemu itu Loe ya." ujar Sanas dengan nada mengejek.
"Oh.. tentu bukan, cuma gue denger - denger si jalang berulah lagi." ujar Lolita dengan seringai liciknya.
"Mau loe apa?" tantang Sanas.
"ga usah nyolot." hardik Nelly.
"Aww.. Ada yang lebih berhak marah lagi tentunya, aku akan menyaksikannya." ujar Lolita.
"Langsung Aja gausah bertele - tele loe mau apa?" ujar Sanas dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Dasar manusia ngga tau diri, di kasih hati makin ngelunjak. Gue tau loe cantik tapi ga usah ganjen sama pacar orang." ujar Nelly tak kalah emosinya.
"Terus kalo gue cantik kenapa? ada masalah? gue paling males urusan sama beginian kek bocil tau ngga, buka lo mata lo jangan cuma cemburu buta doang. Kalo ada yang mau jelasin itu dengerin jangan cuma nyimpulin semuanya sendiri. Yang loe liat belum tentu sama kaya yang loe pikirin." jelas Sanas meluapkan emosinya.
"Gue ga suka loe deketin cowok gue." bentak Nelly.
"Kalo cowok loe suka gue deketin loe bisa apa?" tantang Sanas, hal ini membuat emosi Nelly semakin menjadi. Plakkk!!? satu tamparan melayang ke pipi mulus milik Sanas.
"Nel, udah!! Sanas ngga salah." bela Daniel.
"Ohh... jadi kamu belain dia?" tanya Nelly dengan mata berkaca - kaca. Daniel hanya bisa diam seribu bahasa, lalu menarik tangan Sanas pergi dari hadapan Nelly.
Sanas masih terdiam dengan emosi yang tertahankan, ia merasa harga dirinya benar - benar telah di injak - injak. Daniel membawa Sanas ke kantin, ia berniat mengompres pipi Sanas menggunakan es batu.
"Argghh..." ringis Sanas saat Daniel menyentuh sudut bibirnya yang luka.
"sakit ya?" tanya Daniel (Pake tanya lagi!! di tampol author lu Niel😒) Sanas hanya mengangguk.
"Maafin Nelly ya, ini cuma salah paham. Nanti aku coba jelasin lagi ke dia." bujuk Daniel.
"Udah ya, ga usah di bahas. aku bakal bisa yakinin Nelly kok." kata Daniel di sambut dengan senyuman Sanas.
"Aku uda ga papa Niel, buruan samperin Nelly gih!! nanti salah paham lagi.." kata Sanas.
"Engga Nas, gue harus pastiin loe bener - bener baik - baik aja, loe gini kan gara - gara gue." kata Daniel.
"Ya Tuhan... kenapa jadi begini" batin Sanas.
"oh ya Nas, kunci mobil kamu mana biar mobil kamu di perbaiki montir langganan aku aja." kata Daniel.
"oh iya nih, makasih ya.. Sorry, jadi ngrepotin kamu." ujar Sanas sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"It's ok!! nanti tungguin aku di parkiran ya." kata Daniel.
"Why?" tanya Sanas heran.
__ADS_1
"Apa kau lupa nyonya Daniel, mobilmu mogok. Apa kau akan naik kuda sembrani sayang?" tanya Daniel sambil terkekeh.
"Oh iya!!! ihh apa sih Daniel geli tau ngga dengernya." ujar Sanas sambil bergidik geli, mereka pun tertawa.
-Sepulang Sekolah-
Daniel dan Sanas pun menuju tempat dimana mobil Sanas mogok, sialnya di tengah jalan mereka terjebak hujan yang lumayan deras. Alhasil mereka memutuskan untuk berteduh di emperan toko yang sepertinya sudah lama tak di tempati. Ya, lumayan lah dari pada kehujanan mending berteduh untuk beberapa waktu deh.
"Gimana?" tanya Sanas tiba - tiba.
"Apanya?" tanya Daniel.
"Urusan kamu sama Nelly." kata Sanas to the point.
"Oh.. tadi aku udah bicara sama dia, kamu tenang aja!! dia udah ngerti kok." ujar Daniel yang membuat Sanas bernafas lega.
Daniel melirik sekilas Sanas yang kedinginan karena sebelumnya mereka telah kehujanan meskipun sebentar hal ini membuat baju dan rambutnya sedikit basah. Daniel melepas jaketnya dan memakaikannya untuk Sanas. Daniel memberanikan diri memegang tangan Sanas yang dingin, Sanas di buat terkejut mendapat perlakuan Daniel dan berusaha menepis tangan Daniel namun Daniel tetap Keukeh menahan tanggannya.
"Biarkan seperti ini." bisik Daniel, ada rasa berkecamuk yang melanda hati Sanas. Oh tuhan, semoga ini bukan awal dari masalah.
"Kita bebas sekarang Nas." kata Daniel tiba - tiba.
"Maksutnya?" tanya Sanas heran
"Nelly, tidak akan pernah salah paham lagi." ujar Daniel, Sanas masih tak mengerti.
"Aku bilang kalau kamu sepupuku." imbuhnya, Sanas terbelalak mendengar perkataan Daniel.
Hening....
Hening....
Hening...
"Aku suka kamu Nas." Deghhh!!! jantung Sanas seolah berpacu 10x lebih cepat di bandingkan biasanya.
__ADS_1
"Apa ini? apa barusan dia menyatakan perasaannya padaku? ahh.. tidak mungkin!! lalu apa artinya semua ini? aku rasa dia bercanda. tapi kenapa raut mukanya menandakan seolah ia benar - benar mencintaiku. kalau benar, mengapa dia mengatakan pada Nelly kalau aku sepupunya, mengapa ia tidak jujur saja. Astaga, semua begitu rumit." batin Sanas, Sanas hanya terpaku tak menanggapi ungkapan perasaan dari Daniel.