CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 64


__ADS_3

Seperti biasa hari ini Sanas kembali mendampingi Tama menuju Proyek. Namun belum sampai 1 jam berada di proyek, tiba - tiba Tama mendapat telepon.


"Ya.. aku segera kesana.." kata Tama berbicara dengan orang di sebrang telepon.


"Nas.. kamu pulang sendiri ya, aku ada urusan." kata Tama lalu beranjak pergi.


"Orang kaya memang suka seenaknya saja." umpat Sanas.


Sanas memutuskan untuk pesan taxi online, bukanya pulang ia justru menuju Dendy's Caffe. Cacing - cacing di perutnya terus saja meronta - ronta karena tadi pagi ia tak sarapan. Sesampainya di sana Sanas langsung mengambil tempat, tanpa menunggu waktu lama ia segera memesan makan dan minum.


"Ayasa... kau kah itu?" tanya seseorang mengagetkan Sanas, Ia mendongakan kepalanya.


"Nathaline.." ujar Sanas.


"Hei.. kau balik kampung kah?" tanya Nathaline.


"Tidak.. aku ikut bosku ada pekerjaan di sini." jawab Sanas, Nathaline mendengar itu pun hanya mengernyitkan dahi.


"Hei.. kau jangan salah paham, aku sementara ini menggantikan asisten bosku jadi aku ikut dia kemanapun ia pergi." jelas Sanas.


"Oh.. kirain." ujar Nathaline menggoda.


"Apa sih Nat.. Lagian aku udah punya calon jadi ga mungkin aku main belakang." ujar Sanas.

__ADS_1


"Betulkah kau sudah punya calon? wah.. kenalin ke aku dong." ujar Nathaline terkejut.


"Suatu saat pasti aku kenalin, oh ya.. kamu disini ngapain? sendirian aja?" tanya Sanas.


"aku tadi sama calon tunanganku tadi kita habis dari rumah kerabat terus mampir sini deh, tapi dia udah di mobil." jelas Nathaline.


"Oh.. ya udah gih dia pasti lagi nungguin kamu." ujar Sanas.


"Aduh sampek lupa, ya udah aku duluan ya. See You.. Jangan lupa minggu depan datang ke pesta pertunanganku di Hotel Alexis" ujar Nathaline.


"Bye.. See You Too, aku pasti datang" ujar Sanas melambaikan tangan.


"Hmm... Nathaline udah mau tunangan sedangkan aku calon aja ga tau gimana kabarnya, Niel.. Niel.. aku rindu." batin Sanas sambil mengaduk - aduk orange juice nya. Tiba - tiba ia terfokus dengan sepasang kekasih yang melewati dirinya, Sanas mengernyitkan dahinya sambil memandang punggung sepasang kekasih itu.


"Kok kaya Pacarnya si bos?" lirih Sanas sambil pandangan tetap tertujuh pada mereka.


Sanas kembali memesan Taxi online untuk pulang ke rumahnya. Tak perlu waktu lama Taxi pesanannya pun sudah sampai.


"Loh.. kok naik taxi?" tanya Bi rose yang tengah menyiram tanaman hias.


"Iya bi.." jawab Sanas singkat.


"Tuan Tama mana?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Lagi ada urusan." jawabnya berlalu begitu saja, Rose pun hanya bisa menggeleng melihat tingkah keponakannya itu. Sanas membaringkan tubuh di tempat tidur miliknya, entah kenapa akhir - akhir ini ia gampang lelah.


***


Sanas mengerjapkan matanya, ia melirik jam weker di atas nakas samping tempat tidurnya. Jam menunjukan pukul 19.00 WIB, ia tertidur cukup lama. Ia memutuskan untuk mandi lalu turun untuk makan malam. Tampak Bi Rose dan Bi Rosa sedang menyiapkan makanan.


"Selamat Malam semuanya.." sapa Sanas.


"Malam Baby.." jawab Paman Zoe.


"Loh.. mau kemana Sa?" tanya Paman Boby.


"Ke kamar Tamu Paman, mau panggil Tuan Tama." jawab Sanas menghentikan langkahnya.


"Lah.. Kan Dia belum pulang dari pagi Sa.." ujar Bi Rose.


"Hah.." ujar Sanas terperangah.


"Palingan juga lagi ketemu pacarnya." batin Sanas, kembali menuju meja makan.


"Memangnya Tuan Tama ngga kasih kabar ke kamu Sa?" tanya Bi Rosa.


"Lah.. ngapain juga dia lapor ke aku Bi, dia kan punya urusannya sendiri." jawab Sanas.

__ADS_1


"Bukan begitu, ya siapa tau dia ngabarin kamu kalo mau nginep di luar apa gimana gitu." ujar Bi Rosa.


"Besok kan hari libur, palingan juga lagi jalan sama kekasihnya. Tapi siang aku liat kekasihnya di Dendy's Caffe." jelas Sanas, kedua paman dan bibinya pun hanya Ber-Oh-Ria.


__ADS_2