CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 11


__ADS_3

Setelah jam pertama selesai Sanas diutus bu Indah untuk membawakan buku Bu Indah menuju kelas berikutnya, Yaitu kelas XI IPS 3. Sanas melewati Kelas XI IPS 2, disana nampak ada siswi yang tengah duduk menyendiri, sedangkan teman - teman yang lainya ada di dalam kelas. Setelah mengantarkan buku Bu Indah Sanas kembali menuju kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya, namun sebelum menuju kelas ia menyempatkan diri untuk menyapa siswi yang ia temui tengah menyendiri tadi.


"Hai.. Jamkos Ya?" Tanya Sanas menyapa.


"Iya.." Jawabnya singkat sambil tersenyum.


"Kenapa menyendiri, kok Ngga Ikut yang lain?" Tanya Sanas lagi.


"Aku anak baru di sini." Ujarnya.


"Tunggu... Apa kau pindahan dari SMA Negeri C di kota KL?" Tanya Sanas.


"Kok kamu tau?" Tanyanya heran.


"Kau Rere kelas XI IPA 2?"


"Bahkan kau mengenalku sebelum kita berkenalan." Rere Heran.


"Kau adalah kakak tingkatku, dulu kau membantuku saat aku di buly osis gara - gara aku salah seragam, apa kau ingat?" Jelas Sanas.


"Yasa, apa itu kau?" Tanya Rere heran.


"Hee.. jangan kau panggil namaku seperti itu di sekolah ini aku memakai nama Sanas, bukan Yasa lagi." Ketus Sanas.


"Kok bisa ada di sini?" Tanya Rere.


"Sudah ceritanya panjang, nanti lagi aku ceritakan jam istirahat kedua di kantin oke. aku mau ke kelas dulu, byee.. Kak Rere sampai ketemu nanti." Ujar Sanas melambaikan tangan dan pergi menuju kelasnya.


"Byee.."


**Saat Jam Istirahat


Sanas and the geng mau ke kantin, tapi Sanas memutuskan untuk mampir ke kelas Rere terlebih dahulu, ia tau kalau Rere baru di sekolah ini jadi pasti belum tau dimana kantinya. Ia berniat untuk mengajak Rere sesuai perkataannya tadi.


"Kalian duluan aja ya, aku mau ke kelas XI IPS 2 Dulu nanti aku susul kalian oke, Byeee..." Ujar Sanas tanpa menunggu jawaban dari keempat sahabatnya.


"Lhaa.. Mau kemana tuh bocah? yakali masak dia dapet gebetan disana?" Tanya Gita si mulut mercon.


"Tau dah tu, yuk ke kantin nanti dia juga nyusul." Ajak Santi, mereka berempat pun menuju kantin terlebih dahulu.


Saat Sanas hendak ke kelas Rere ternyata kelas Rere belum selesai pelajaran. Sanas memutuskan menunggu di kursi depan kelas, tak lama kemudian kelas pun selesai. Sanas beranjak dari tempat duduknya dan melambaikan tangan ke arah Rere.


"sudah lama menunggu?" Tanya Rere.


"Tidak.. Belum, baru beberapa menit saja. yasudah ayo kita ke kantin. Teman - temanku sudah menunggu di sana." Ujar Sanas.

__ADS_1


"Baiklah.. Ayo." Mereka pun berjalan menuju kantin.


"Kamu sudah lama ya pindah ke sini?" Tanya Rere.


"Belum Kak, baru saja dapat satu semester." Jawab Sanas.


"Kenapa kamu pindah kesini?" Tanya Rere lagi.


"Papaku mengalami kebangkrutan, jadi aku di pindahkan ke sekolah yang biayanya lebih murah." Jelas Sanas.


"Oh.. Maaf" Ujar Rere meminta maaf kepada Sanas.


"Sudah lah kak Re, Tidak masalah." Ujar Sanas.


"Kau sendiri kenapa pindah? dan kenapa pula kau jadi satu angkatan denganku. bukannya kau kakak tingkatku." Tambah Sanas.


"Aku putus sekolah saat hampir ujian kenaikan kelas, kau tau aku adalah satu - satunya siswa yang dari keluarga kurang mampu aku sekolah disana hanya mendapat beasiswa. Aku di bully habis - habisan, aku tidak kuat jadi ku putuskan untuk putus sekolah dan mengulang di tahun depannya." Jelas Rere.


"Ohh astaga, benarkah? keterlaluan sekali anak - anak itu." Ujar Sanas geram.


"Sudalah Sanas aku juga sadar diri kalau aku tidak pantas berada disana dan aku memang pantas mendapatkan itu semua, sudah - sudah lupakan. kita mau duduk dimana kita sudah sampai di kantin." Ujar Rere.


"Kan aku sanpai lupa, Emmm... itu disana ada teman - temanku, ayo gabung di sana." Kata Sanas.


"Hai Girls.. sorry lama ya." Ujar Sanas.


"Nih pantat gue rasanya udah keluar akarnya, lagian kemana aja sih beranak lu di sana." Ketus Gea.


"Sorry.. Sorry. ini tadi aku tu nyamperin temen aku yang pindahan dari sekolah aku dulu." Jelas Sanas.


"Hai.. Namaku Rere." Ujar Rere memperkenalkan diri.


"*Hallo, Gw Gea."


"Aku Santi*."


" *Aku Gita."


"Aku Cindy*."


"Senang berkenalan dengan kalian semua." Ujar Rere sambil menundukkan kepalanya. Mereka pun menghabiskan waktu istirahatnya di kantin.


Usai dari kantin Sanas and the geng dan juga Rere menuju kelas masing - masing.


"Guys.. nanti jam terakhir kita disuruh belajar sendiri karena guru - guru ada rapat." Ujar Rendi.

__ADS_1


"Baik pak ketu." Jawab Sanas and the geng serentak dan di susul gelak tawa oleh mereka Rendi tinggal geleng - geleng mendapati guyonan receh dari mereka.


"Ghibah kuy.." Ajak Gita.


"Kuyy.." Jawab Gea dan Cindy serentak.


"Sanas.. Santi.. Ayok gabung." Ujar gita. Sanas dan Santi mengiyakan saja ajakan temannya tersebut.


"Ehh.. Sanas, kamu masih inget kan sama Tuan Eliyas yang duet sama kamu waktu Ulang Tahun sekolah?" Tanya Gita.


"He.em... Memangnya kenapa?" Tanya Sanas.


"Gila.. kemarin gue liat dia di tv woeyy meleleh aduh ganteng banget dan lo tau ngga dia gandeng bareng cewek cantiiiikkkkk banget kaya artis korea gila ngga sih gue rasa itu model deh kayaknya." Jelas Gita.


"Serius loe? emang acara apa kok masuk tv segala." Tanya Gea penasaran.


"Dia tu masuk nominasi pengusaha muda terkaya di asia nomer 1 woey, gila ngga tuh." Tambah Gita.


"Gita.. Gea, kalian jangan norak deh. Tuan Eliyas itu memang pengusaha kaya jadi mau dapet cewek kayak siapa pun pasti dapet lah." Ujar Santi.


"Ihh.. bego bukan yang itu yang gue maksut, jadi gue ngasih tau ke kalian itu biar termotivasi lahek dia masih muda sudah jadi pengusaha sukses. siapa tau kita pengusaha sukses selanjutnya." Jelas Gita sambil menoyor kepala Santi.


"Aku setuju dengan gita, Tuan Eliyas menjadi motivasi untuk kita giat belajar dan patut kita contoh." Ujar Sanas.


"Fiks suami idaman gue banget." Ujar Gita.


"Heh.. Cantik loe kalo mimpi jangan ketinggian." Ujar Cindy menoyor kepala Gita.


"Ehh.. btw kebayang ngga sih betapa enaknya yang jadi pacar atau pun istrinya tuan Eliyas itu. Uang bulanan lancar, belanja barang - barang Branded, perhiasan mahal - mahal. Auuuhhh... meleleh" Ujar gita memukul - mukul kepalanya sendiri.


"Heh.. sinting dari pada loe bayangin hal yang mustahil, mending open BO sana biar kecapai semua kehaluan loe." Ujar Cindy.


"Astaga keperawananku." Ujar Gea, semua pun tertawa kecuali Sanas.


Sanas kembali teringat pada malam dimana kesuciannya terenggut paksa. Marah, sedih, malu, itulah yang dirasakan Sanas saat ini.


"Sanas.. Hallo.." Ujar Santi.


"Ehh.. Iya, ada apa?" Tanya Sanas kaget.


"Loe kok Ngelamun, Sakit loe?." Tanya Gea.


"Ohh.. enggak.. enggak.. aku baik - baik saja kok." Ujar Sanas salah tingkah.


"Ehh.. udah bel tuh, pulang yuk." Ajak Santi, mereka pun merapikan buku masing - masing dan keluar dari kelas.

__ADS_1


__ADS_2