CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 156


__ADS_3

Sanas memasuki mobil dengan raut muka yang tak lagi bisa di artikan, marah? tentu!! Namun ia sendiri bingung harus marah terhadap siapa. Sanas memijat pelipisnya, Isi pesan dari nomor yang tak di kenal pun kembali terngiang - ngiang di kepalanya.


Flashback On


Drrtt.. Drrtt.. Drrttt...


08xxxxxxxxx


"Lepaskan Eliyas!!! sampai kapan pun kau tidak akan pernah bisa menduduki posisiku." isi pesan dari nomor yang tak di kenal.


"Mungkin orang iseng." batin Sanas meletakan kembali ponselnya.


Drrt.. Drrtt..


08xxxxxxxxx


"Kau itu hanya pelarian, dan harus kau ingat!!! suatu saat Eliyas akan kembali kepadaku dan mencampakanmu!!! camkan itu!!!!" isi pesan dari nomor yang sama, namun tetap sama. Sanas enggan untuk membalasnya.


Drrtt.. Drrtt..


"Hallo?" ucap Sanas saat mengangkat telepon.


"Hay, Nona!!! senang bisa mendengar suaramu." kata seseorang di seberang sana.

__ADS_1


"Ini siapa?" tanya Sanas.


"Anda belum tahu siapa saya rupanya? baik... perkenalkan, saya mantan kekasih Eliyas sekaligus cinta pertama Eliyas!!!" ujarnya.


"Anda pikir saya peduli?" tanya Sanas sinis.


"Ouhh.. mungkin kamu akan peduli setelah melihat foto yang akan ku kirimkan." katanya memutuskan sambungan telepon.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt...


08xxxxxxxx


"Kau lihat kami sangat mesra bukan?" tulisnya sembari mengirimkan gambar dimana Eliyas sedang tidur bersama seorang wanita terlihat mereka dalam keadaan tanpa busana namun tertutup oleh selimut. Sanas masih tak bergeming.


08xxxxxxxx


"Kalau seperti ini bagaimana apa kau masih tak percaya?" tanyanya sambil mengirimkan sebuah video dimana Eliyas duduk di hadapan sang wanita dengan mengadahkan sebuah kotak berisi cincin.


Kini hatinya bergemuruh, awalnya ia tak bergeming karena mengira jika itu hanya ulah orang iseng, dan yang membuat Sanas terkejut tak terkira ialah setelah menyadari jika cincin yang ia pakai sama persis dengan cincin yang di berikan kepada wanita di video.


Flashback Off


"****!!! kenapa baru tahu nya sekarang!!!" umpat Sanas.

__ADS_1


Sementara di luar Eliyas masih terpaku karena tak menyangka jika calon istrinya ternyata semenyeramkan itu. Ada rasa bangga tersendiri bagi Eliyas karena memiliki wanita yang tangguh. Namun ada sedikit kekhawatiran di benak Eliyas, bagaimana jika Sanas menanyakan siapa Riyana? siap kah dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya? entah lah.. mau tidak mau ia harus menanggung kosekuensinya, karena ia tak pernah terus terang dari awal.


"Sepertinya Nona sudah mengetahui perihal Riyana El.." ucap Kelvin membuyarkan lamunan Eliyas.


" itu tidak mungkin!! aku belum mengatakan apa pun kepadanya." Ujar Eliyas.


"justru itu, aku takut jika ia mendapat informasi dari orang lain." kata Kelvin.


"Benar juga.." kata Eliyas manggut - manggut.


"Cepat temui dia dan katakan sejujurnya." kata Kelvin.


"masuklah.. aku akan menunggu di sini dulu." imbuhnya, Eliyas pun mengikuti perkataan Kelvin, ia mulai mengatur nafasnya agar rileks saat mengatakan kepada Sanas.


"Sayang-"


"Katakan pada mantan kekasihmu yang tak tahu malu itu agar tidak mengusik kehidupanku!!!" ujar Sanas dingin. Eliyas susah payah menelan ludahnya sendiri saat melihat ekspresi muka datar Sanas. Baru kali ini ia merasa terintimidasi oleh seseorang.


"kau tau dari mana jika dia mantan kekasihku?" tanya Eliyas.


" tentu aku tau bukan dari kamu." sindir Sanas.


"Maaf!!!" satu kata yang mampu melesat dari mulut Eliyas namun Sanas tetap tak bergeming, ingatan Eliyas kembali berputar pada hari dimana Sanas pernah menanyakan perihal Riyana yang belum sempat ia jawab.

__ADS_1


__ADS_2