CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 176


__ADS_3

"Setelah Drama Hp rusak dan akun ga bisa di buka alias lupa login lewat mana. akhirnya aku kembali guys, huhu sedih banget padahal udah di planing 2 - 3 Episode Bakal Tamat. tapi kayanya harapanku pupus guys, level novelku udah turun. jadi mau ga mau harus naikin level lagi dan harus putar otak lagi. Semoga setelah update episode ini pihak Noveltoon memberikan keajaiban dunia buat naikin Levelku ya guys ya.. aku harap kalian ngga lupa dengan alur ceritaku yang super duper berantakan ini kalau pun lupa, plis.. sempatkan waktu buat baca ulang ya readers. Salam Sayang author❤️"


Back to story


Sedangkan di rumah sakit Sanas tengah mengeluh kesakitan, ia mau agar dokter segera menanganinya agar rasa sakitnya hilang. Tapi dokter tidak bisa turun tangan jika tidak mendapat tanda tangan dari Eliyas selaku Suami Sah dari Sanas.


"Boleh saya bertemu dengan Dokter Dariel dok?" tanya Sanas. Dokter Ilham hanya bisa mengangguk mengiyakan keinginan Sanas.


"Dokter.. Nona Ayasha ingin bertemu dengan anda." kata Dokter Ilham. Dengan segera Dariel memasuki ruangan Sanas, Dariel tampak tak tega melihat raut kesakitan Sanas.


"Kak, bisakah operasinya di percepat?" tanya Sanas.


"Ini sakit sekali, tolong aku.." kata Sanas lagi. Dariel pelan - pelan menjelaskan apa yang terjadi dengannya dan juga penanganan apa saja yang harus di lakuhkan, sedangkan kendalanya adalah pihak rumah sakit sangat butuh keputusan serta tanda tangan dari Suaminya, Eliyas.


"Tidak!!! Jangan beritahu dia masalah ini. Aku sudah bilang kan kak dari awal jika situasi ini terjadi maka keselamatan anakku itu yang utama kak." kata Sanas.


"ini kebijakan dari Rumah sakit Ayashaa, kita tidak boleh melakuhkan sesuatu dengan gegabah. Apa lagi ini menyangkut nyawa manusia." jelas Dariel.

__ADS_1


"Pliss kak, jangan beritahu Eliyas perihal ini." Pinta Sanas, Dariel hanya bisa terdiam. Namun Tiba - tiba Sanas kejang dan sesak nafas, ia segera memanggil Dokter Ilham agar mengecek kondisi Sanas.


"Dok.. Aku serahkan semuanya padamu, aku pergi sebentar. Jaga dia." ucap Dariel berlalu begitu saja.


"Ayashaa.. Maafkan aku." batin Dariel.


Dariel dengan tergesa - gesa menuju kediaman Eliyas namun ia tak menemukan batang hidungnya. Entahlah kemana pria keras kepala itu perginya seolah di telan bumi. Pikiran Dariel buntu, ia tak tahu harus minta bantuan kepada siapa. Sedangkan, Sanas kini tengah mempertaruhkan nyawanya. Tak pikir panjang ia datang ke kantor Eliyas dengan harapan bertemu dengan si brengsek itu.


Benar saja Eliyas berada di ruangan pribadinya dengan kondisi yang sangat kacau. Kamar berantakan, serta botol - botol minuman beralkohol yang berserakan.


"Istrimu dalam ambang kematian kau justru mabuk - mabukan seperti ini brengsek.. Bugh.. Bughh.. Bugh.." Dariel geram hingga melayangkan beberapa pukulan kearah Eliyas. Eliyas blingsatan, bahkan untuk melawan pun ia sudah tak bertenaga lagi. Dengan sisa kesadarannya, Ia meneliti siapa yang berani - beraninya masuk ruang pribadinya lalu dengan lancang memukulnya. Tentu saja ia bisa mengenali siapa sosok yang baru saja melayangkan tinjunya itu.


"Aku tidak menyembunyikan dia, tapi aku melindungi dia dari amukan suami yang tidak berperasaan seperti kau, Bangsat!!!" hardik Dariel.


"Kau tau, saat kau menyiksanya dia dalam kondisi hamil A**ing, lo tau ga sih gimana perjuangan dia buat bisa hamil. Bahkan dia rela korbanin nyawanya demi bisa kasih lo keturunan. Tapi apa lo malah nikah diem - diem di belakang dia, lo hamilin wanita lain. Lo lebih pilih belain istri muda lo sampai nyiksa istri pertama lo. Dimana otak lo itu anj*ng." teriak Dariel emosi.


"gue gatau kalo dia hamil." kata Eliyas jujur.

__ADS_1


"Lu yang bodoh, dia mau kasih tau waktu aniversary pernikahan lo. Tapi apa, lu nyiksa dia sampe hampir kehilangan bayinya cok." kata Dariel.


"Hampir? Bukannya anakku udah gaada." tanya Eliyas polos, entah kenapa pembahasan mereka membuat Eliyas yang awalnya mabuk bisa sadar sepenuhnya.


"Terus lo pikir yang di kandung Ayasha sekarang anak siapa Nji*g?" tanya Dariel tak habis pikir.


"Aku kira kalian-"


"Bugh.. Bugh.. Bugh.. Brengsek!!! Ayasha ngga semurah lo Kont*l. Dia ngandung anak lo, dan sekarang dia lagi sekarat di rumah sakit. Lo harus kesana." kata Dariel sembari melayangkan kembali bogemnya.


"Ayashaa akan melahirkan? Ayo.. Aku ingin mendampinginya dan meminta maaf kepadanya." kata Eliyas mengajak Dariel keluar. Tanpa basa basi keduanya pun pergi kerumah sakit, di sela - sela perjalanan Eliyas menjelaskan secara detail bagaimana dia bisa terjebak dan menikahi Riyana. Dariel hanya ber-oh ria dan memaklumi tindakan Eliyas sebagai pria yang bertanggung jawab, ya meskipun caranya di bilang salah.


Sesampainya di rumah sakit Eliyas dan Dariel menuju ruangan Sanas, ketepatan dokter ilham baru saja melihat kondisi Sanas.


"Gimana keadaan Ayasha Dok?" tanya Dariel.


"kondisi Nona Ayasha sudah kembali Stabil, hanya saja kalau bisa kita harus segera memberikan tindakan." kata dokter Ilham.

__ADS_1


"Berikan yang terbaik untuk Istri dan Anak saya dok." kata Eliyas. Dokter ilham kaget, setelah meneliti dari ujung rambut hingga ujung kaki dia baru sadar jika yang di sebelah Dariel adalah Eliyas Anggara. Ia sedikit pangling dengan penampilan Eliyas yang sedikit kusut dan berantakan.


"Tuan Eliyas.. Mari ikut keruangan saya sebentar." kata Dokter Ilham. Eliyas pun mengikuti Dokter Ilham.


__ADS_2