CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 153


__ADS_3

Hari ini Sanas dan Eliyas pergi ke kota XX dengan di giring oleh beberapa pengawal. Entah kenapa akhir - akhir ini Eliyas begitu posesif dengan pergerakan Sanas.


"El.. kita ini sudah seperti presiden saja." kata Sanas.


"Kenapa? tanya Eliyas mengernyitkan dahi.


" ya seperti ini kemana - mana harus ada pengawal." kata Sanas.


"Ya beginilah Ayashaa.. dunia bisnis itu sangat kejam, banyak pesaing yang mencari celah untuk mencelakakan musuhnya. dan untuk menghindari hal itu aku harus melakuhkan ini." jelas Eliyas.


"Bilang saja kau khawatir denganku yakan?" goda Sanas sambil mencolek pinggang Eliyas.


"kau sudah menjadi bagian hidupku Ayashaa.. Tentu aku khawatir denganmu." ujar Eliyas mengusap puncak kepala Sanas.


"Ehmm... sepertinya gunung es telah mencair." sindir Kelvin yang sedari tadi sudah jengah harus menjadi obat nyamuk keduanya.


"Diam kau!!" hardik Eliyas.


"Baik Tuan Eliyas yang terhormat." ujar Kelvin dengan nada mengejek.


Selang beberapa lama Mereka pun sampai di kota XX dengan tepat waktu, setelah melewati segala macam cek cok dengan sang calon suami, Sanas di perperbolehkan untuk berangkat Reuni mengendarai mobil sendiri. Ya, bagaimana pun Sanas juga ingin temu kangen dengan sahabat - sahabatnya.


"Nanti aku akan menyusul dengan Kelvin." ujar Eliyas.


"Untuk apa?" tanya Sanas mengernyitkan dahinya.


"Berkunjung ke sana lah, mau apa lagi. Kau kira aku akan membuntutimu? terlalu percaya diri sekali." ejek Eliyas yang membuat Sanas mendengus kesal.


"Baik.. Baik.. terserah kau saja TUAN!!!" ujar Sanas menekan kata - kata terakhirnya.


"Kalau begitu saya berangkat dulu ya Tuan, nanti kalau kangen panggil SAYANG aja nanti aku datang.." ujar Sanas melajukan mobilnya, ia sendiri terkekeh geli mengingat perkataannya barusan.


.


.


.


.


Temu kangen pun usai, semua berjalan dengan lancar. Tidak ada banyak perubahan sekolah tampak sama seperti dulu semakin menambah suasana.


"Dendy's caffe yuk.." ajak Gea.


"Yuk.. " ujar keempatnya serempak.


"Tunggu. Tunggu.. Tunggu... lu udah ijin calon suami lu kan Nas?" tanya Gita.

__ADS_1


"Kalian ah,, ngingetin lagi.. kan gue jadi sakit hati lagi." rengek Gea.


"Hahaha... kalian tenang aja, gue udah minta ijin kok." kata Sanas.


"Syukur deh.." ujar Santi.


"Naik mobil gue aja ya.." ujar Sanas.


"Yuk... duhh, nggak sabarnya bisa naik mobilnya orang kaya." ujar Gea dengan mata berbinar.


"Apaan sih.. jangan gitu ah, yaudah berangkat yuk.." ujar Sanas.


Mereka berlima pun menuju parkiran dengan sesekali bercanda. Namun candaan mereka pun berhenti seketika saat melihat segerombolan ciwi - ciwi sedang berfoto - foto ria di dekat mobil mewah milik Eliyas yang terparkir di samping mobil Sanas.


"Ehmmm..." Sanas berdehem memuyarkan mereka.


"Heii... lihat, bukankah dia Siswa terpopuler di sekolah kita dulu..." ujar Nelly.


"Dan apa kau lupa Nel? dia juga yang merebut Daniel darimu." kata Cludia.


"Coba kalian tanya, jadi apa dia sekarang setelah di campakan oleh Danielmu Nel.." ujar Cloe dengan nada mengejek.


"Kalau di lihat - lihat dari penampilannya sih jadi simpanan om - om.' sambung soraya yang membuat seluruh anggotanya tertawa.


" Jaga bicaramu ya bocah!!!" ketus Gea.


"Santai dong, jangan marah.. bukannya reuni itu tujuannya untuk mempererat hubungan. betul kan." kata Nelly.


"Hallo kak Sanas, apa kabar? lama kita tidak bertemu.. denger - denger dulu dapet beasiswa di universitas kota M ya, udah lulus dong? kerja di mana sekarang?" tanya Nelly dengan senyum yang tidak bisa di artikan.


"Kabar baik, ya aku sudah lulus baru wisuda 1 bulan yang lalu. untuk pekerjaan saat ini aku tidak bekerja." ujar Sanas.


"Apa jadi kau pengangguran, astaga Nona.. percuma kau memiliki otak jenius jika berakhir jadi pengangguran seperti ini." ejek Nelly. padahal yang di katakan Sanas itu benar, kalau saja saat ini ia bekerja tentu tidak akan ada di sini bukan?


"Contoh kaya kita dong, kita belum lulus aja udah jadi karyawan di Wara's group. malah setelah lulus Nelly bakal naik jabatan." ujar Cloe.


"Benarkah? hebat kamu ya.. wah.. jangan - jangan mobil ini milikmu ya?" tanya Sanas pura - pura tidak tahu.


"Tentu saja." jawabnya dengan sombong.


"Nona Nelly yang terhormat, kalau mau mimpi jangan ketinggian dulu ya nanti kalau jatuh sakit." ujar Gita sambil tertawa mengejek.


"Hahaha.. bener!! bener!!! kalau mau nyombong liat dulu mau nyombong ke siapa.. duhh sakit perutku." ujar Gea sambil memegangi perutnya karena tak kuat tertawa.


"apa maksutmu, para pekerja minim pendidikan seperti kalian nggak akan mampu membeli mobil seperti ini." ujar Nelly.


"memangnya kamu sendiri mampu?" tanya Sanas. Skak Mat!!!!! Nelly tergagap mendapati pertanyaan Sanas yang menohok.

__ADS_1


"Mampu lah, buktinya aku punya. dan asal kamu tau, sebentar lagi aku akan menjadi istri dari orang terkaya di negara ini." ujar Nelly masih dengan nada Angkuhnya.


"Benarkah? siapa?" tanya Sanas mengernyitkan dahinya.


"Eliyas Anggara!!!!" ujar Nelly.


"Astaga bagaimana bisa begitu?" tanya Sanas pura - pura heran.


"Yaa.. karena ayahku adalah orang kepercayaannya, dan ayahku dekat dengannya. jadi sangat mudah aku bisa menjadi istrinya." kata Nelly.


"Selamat ya.." ujar Sanas dengan manik mata yang berbinar.


"Ayashaa..." terdengar suara barinton memanggil namanya dari arah belakang. Seketika semuanya menegang saat mengetahui siapa yang datang.


"Astaga Sayang, kau ini selalu begitu.." kata Sanas.


"Aku mencarimu kemana - mana." kata Eliyas terengah - engah.


"Aku tidak kemana - mana El... oh ya kenapa kau tidak menyapa calon istrimu?" tanya Sanas sambil melirik Nelly yang gelagapan.


"Apa maksutmu, aku sedang berbicara denganmu." ujar Eliyas.


"Jadi calon istrimu aku ya, Hmm.. habisnya tadi ada yang mengaku jadi calon istrimu." sindir Sanas yang membuat raut muka Nelly merah padam.


"Siapa yang berani - beraninya mengaku jadi calon istriku?" teriak Eliyas.


"Itu dia tuan, tidak tahu malu memang dia itu." tunjuk Cindy.


"Pfftt... lihat lah sayang, wanita ini yang mengaku jadi calon istriku? astaga sumpah demi semesta alam, bahkan kukumu saja lebih cantik dari mukanya yang minus itu." ujar Eliyas yang di sambung dengan gelak tawa dari keempat sahabat Sanas, bagaimana dengan Nelly tentu dia sudah tak memiliki muka lagi, tujuannya ingin menyombongkan diri justru ia sendiri yang di permalukan.


"Oh ya Nona Nelly lain kali kalau jadi karyawan jangan sombong dulu ya, malu sama CEOnya." ujar Sanas sambil menunjukan kartu identitasnya, tentu hal itu membuat Nelly and the geng membelalakan mata, tidak ada yang menyangka jika yang di hinanya barusan adalah CEO dari Wara's group tempat mereka bekerja.


"Sayang apa kau jadi ke Dendy's Caffe? kau berangkat denganku ya, biar teman - temanmu bersama Kelvin." tawar Eliyas.


"Sayang sepertinya kita waktunya ganti mobil baru, lihat mobil kita sudah kotor karena manusia - manusia ini." tunjuk Sanas.


"Baiklah jika kau menginginkan mobil baru, hari ini juga mobil itu akan datang." ujar Eliyas mengusap puncak kepala Sanas.


"Terima kasih El... kau memang yang terbaik!!! bolehkah aku minta kuncinya?" tanya Sanas.


"Tentu.." ujar Eliyas sambil memberikan kunci mobilnya.


Cringg!!!! bunyi kunci mobil terlempar tepat di hadapan Nelly.


"Mobil ini untukmu, besok akan ku urus surat pemindahan namanya." ujar Sanas Sambil melewati Nelly and the geng.


"Oh ya satu lagi, jangan lupa datang di acara pernikahanku dengan calon SUAMIMU." ujar Sanas sambil menekankan kata terakhirnya. tentu hal itu membuat Nelly mendelik, selain malu ia juga merasa takut. Takut jika di keluarkan dari perkerjaannya, mengingat baru saja ia mengejek dan menghina anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja.

__ADS_1


__ADS_2