CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 90


__ADS_3


Kediaman Alexander -



Usai menghadiri pesta yang diadakan rekan kerjanya ini Marisa terlihat sangat kesal. Bagaimana tidak, gadis yang selama ini ia sebut sebagai orang miskin ternyata adalah anak orang terpandang.


"Daniel, kenapa kamu ngga bilang dari dulu kalau ternyata Sanas itu anak orang kaya?" ketus Marisa.


"Mama.. aku juga ngga tahu akan hal itu, setahuku ayah Sanas itu petani sawit di kota KL." ujar Daniel.


"Argh.. kamu juga ngapain dulu pake acara bilang perusahaan orang tua Sanas bangkrut. apa kamu sengaja hah?" teriak Marisa ganti menyalahkan Nathaline.


"Loh.. Ma, dulu emang bangkrut kok." bela Nathaline.


"Bedebah!!! ini ceritanya jadi membuang berlian demi batu kerikil." sungut Marisa.


"Ma.. Mama tenang ya, setelah aku bercerai dengan Nathaline kan aku akan menikahinya." ujar Daniel.

__ADS_1


"Ya.. Kau benar, segera kau urus perceraianmu." kata Marisa tersenyum bahagia.


"Tidak bisa begitu!!" teriak Nathaline tak terima.


"Kenapa tidak bisa? aku bahkan dengan sangat mudah melakuhkan hal itu." ujar Daniel.


"Aku bilang tidak bisa, Aku sedang mengandung anakmu. Itu berarti kau bisa menceraikanku setelah anak ini lahir." jelas Nathaline.


"Apa?" ujar Daniel dan Marisa bersamaan.


"Bercerai atau tidak sama sekali." ujar Nathaline beranjak dari duduknya.


"Oh Shitt!!! ini semua gara - gara mama.." ujar Daniel.


"Iya, gara - gara Mama, aku terjebak di situasi yang rumit. Coba aja dulu mama ngga menghalangi Daniel untuk bertunangan dengan Sanas, ngga bakal kaya gini kan jadinya." ujar Daniel.


"Sudah.. Sudah.. Kalian ini bikin papa pusing tau ngga, stop!! sekarang sudah terjadi ya udah kita jalani gitu aja kok repot." ujar Alex.


"Dasar orang gila, jangan harap aku akan membiarkan kalian membuangku begitu saja. Ku pastikan aku akan menuntut harta gono gini, dan anak ini akan ku jadikan jaminanya." ujar Nathaline di kamarnya.

__ADS_1


***


Sanas memasuki kamar yang telah di pesan Ayahnya, Ia juga menyuruh para body guard untuk memasukan kado dari teman - temannya. Pandangan Sanas masih tertujuh pada buket bunga dan kotak kado warna silver, Tentu saja hadiah dari Eliyas yang dititipkan Kelvin. Sanas meraih buket bunga dan menghirupnya dalam - dalam.


"Aku akan meletakanmu di sebuah pot berisikan air, Agar kau tetap segar Mawarku.." ujar Sanas. Ia memutuskan membuka kado dari Eliyas, entah mengapa kata hatinya ingin sekali segera membuka kotak kado tersebut.


Sanas membuka bungkus kadonya dengan perlahan.


"Ada kartu ucapan." kata Sanas. Ia membuka kartu ucapan tersebut


Dear Kreyasa Anastasya..


***Selamat Ulang Tahun Gadis kecil, Semoga panjang umur sehat selalu. Maaf aku tidak bisa mengatakan ini secara langsung untukmu, Ingin rasanya aku menyaksikan dirimu di hari dimana kau bertambah Tua, Tapi apalah daya aku harus menyelesaikan urusanku dengan segera bukan? Aku Tahu saat ini kau sedang senyum - senyum sendiri membaca ini? ayolah mengaku saja, kau pasti merindukan pangeran tampan ini bukan? Sama.. Aku juga merindukan gadis crewet dan menyebalkan sepertimu. Sekali lagi maaf atas ketidak hadiranku di hari specialmu. See You!!!


By.Eliyas Anggara***.


"Dasar, kau yang menyebalkan." umpat Sanas sambil tertawa. Sanas melanjutkan membuka kotak selanjutnya, Ia terbelalak melihat isi dari kado tersebut. Terlihat sebuah kalung mungil berliontin hati dengan di lengkapi intan permata warna merah delima.


"Astaga, ini pasti mahal.." ujar Sanas menutup mulutnya. Ia mencoba memakai kalung tersebut, tampak cocok dengan kulit putihnya.

__ADS_1


"Ini terlalu mewah untukku yang biasa saja seperti ini." ujar Sanas melepas kembali kalungnya.


"Tenanglah Tuan Eliyas, aku alan memakai kalung pemberianmu suatu saat nanti. Dan ijinkan saya untuk memantaskan diri agar berhak memakainya." ujar Sanas mengecup sekilas kalung pemberian Eliyas.


__ADS_2