CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 118


__ADS_3

"Kak El.. aku bosan." rengek Sanas.


"Apa kau ingin liburan? cepat katakan." ujar Eliyas.


"Bukan begitu, aku bosan tidak punya kegiatan sama sekali, malah sekarang aku nyusahin kamu mulu." ujar Sanas.


"Kau mau apa?" tanya Eliyas.


"Sepertinya aku akan mencoba melamar pekerjaan." ujar Sanas.


"Bekerjalah di perusahaanku." kata Eliyas.


"Lagi - lagi aku merepotkanmu." ketus Sanas.


"Tidak.. Tidak.. Aku serius, kau bisa bekerja di perusahanku sebagai sekertarisku." ujar Eliyas.


"Sungguh? apa tidak butuh interview dulu?" tanya Sanas.


"Tidak, aku yakin kau bisa.." ujar Eliyas.


"Benarkah? Terima kasih, lagi - lagi aku merepotkanmu." kata Sanas.


"Aku tidak pernah merasa di repotkan." ujar Eliyas.


"Kapan aku mulai bekerja?" tanya Sanas.


"Sesuka hatimu." ujar Eliyas.


"Kalau besok bagaimana?" tanya Sanas.


"Itu lebih baik." ujarnya.

__ADS_1


"Oke, besok aku mulai bekerja." ujar Sanas girang.


Keesokan harinya, Sanas tengah bersiap untuk pergi ke kantor, meskipun ia bekerja karena orang dalam tapi bodo amat lah yang penting dia tidak luntang lantung. Sudah bisa di tebak bukan, ia berangkat bersama Eliyas.


"Hallo.. Asisten Kelvin, lama kita tidak berjumpa apa kabarnya?" sapa Sanas saat memasuki mobil.


"Saya baik Nona.." ujar Kelvin.


"Hah.. Syukurulah.. ku rasa kau sama seperti bosmu yang satu ini." ujar Sanas.


"Sama bagaimana maksutmu?" tanya Eliyas.


"Sama - sama betah ngejomblo.. hahahaha.." ujar Sanas sambil tertawa terbahak - bahak.


"Memang bocah tengil, di kasih hati minta jantung." geram Eliyas sambil mengacak - acak rambut Sanas.


"Oh.. astaga Tuan ini, lihat rambutku berantakan." ujar Sanas.


"Enak saja, saya sudah pakai perawatan rambut mahal jadi jangan asal ngomong ya." dengus Sanas.


"Sepertinya setiap weekend aku harus mengirim hairstyles ke apartemenmu agar kau bisa perawatan." ujar Eliyas.


"Nah.. ide bagus." ujar Sanas.


"Kelvin.. kau tau apa yang harus kau lakuhkan?" tanya Eliyas.


"Saya mengerti Tuan.." ujar Kelvin. Sanas hanya acuh mendengarkan percakapan dari kedua pria berdarah dingin tersebut.


Sesampainya di kantor, Semua pandangan tak luput dari Sanas yang berjalan tepat di belakang Eliyas dan di Susul oleh Asisten Kelvin, Tak sedikit karyawan yang takjub dengan kecantikan Sanas yang bak orang Korea.


"Perhatian semuanya.." seru Eliyas dengan nada dingin.

__ADS_1


"Ini adalah sekertaris saya yang baru." ujar Eliyas.


"What.."


"Apa?"


"Kok Bisa?"


"Gimana dengan Sonya?" itulah yang terdengar dari kasak kusuk karyawan yang terkejut karena tiada petir tiada hujan dengan tiba - tiba Eliyas mengganti posisi Sonya yang beberapa bulan terakhir menjadi sekertarisnya.


"Perkenalkan dirimu.." ujar Eliyas.


"Baik sebelumnya, Salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan nama saya Kreyasa Anastasya biasa di panggil Sanas, seperti yang di kalian dengar tadi. Mulai hari ini saya menjadi sekertaris Tuan Eliyas Anggara." kata Sanas memperkenalkan diri.


"Dan untuk kalian semua berhenti menggosip, lanjutkan pekerjaan." ujar Eliyas.


"Sonya.. ikut keruangan saya." ujar Eliyas pergi begitu saja, tanpa di suruh pun Sanas sudah mengekor di belakang Eliyas.


"Ternyata kau lebih dingin dari yang ku bayangkan kak El.." bisik Sanas di dalam lift.


"Padahal biasa saja.." ujar Eliyas.


"Apa kau tidak lihat, mereka sampai gemeteran karena sikap dinginmu." ujar Sanas.


"Sudah sebaiknya begitu." ketus Eliyas.


"Ayolah kak El.. coba rubah sedikit sikap aroganmu itu menjadi lebih ramah lagi, pasti kau lebih tampan dan semakin banyak yang mengidolakan." ujar Sanas.


"Aku tidak butuh itu." ujar Eliyas angkuh.


"Ya.. Ya.. Ya.. terserah kau saja kalau begitu." ujar Sanas.

__ADS_1


__ADS_2