CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 86


__ADS_3

"Loh.. Sanas mana?" tanya Daniel saat kembali.


"Oh.. baru aja pergi, katanya ada urusan mendadak." jawab Nathaline bohong.


"Mana Black cardku?" tanya Daniel.


"Loh tadi kamu bilang aku boleh pake sepuasku." ujar Nathaline.


"Itu hanya pancingan untuk mereka agar aku tak terlihat pelit. Sudah sini kembalikan." ketus Daniel. Nathalime mengembalikan kartu yang di berikan Daniel dengan kesal.


"Siapa suruh mancing - mancing mereka." ujar Daniel sinis.


"Kan aku ngga tau kalo mereka tau kartu gitu - gituan." jawab Nathaline.


****


Melihat keadaan Sanas yang tengah menangis, Caca memutuskan untuk mengemudi mobil. Terlihat raut muka Sanas yang penuh kekecewaan, Caca menghentika mobilnya di tepi jalan.


"Sebenarnya apa yang terjadi Sa?" tanya Caca, namun belum ada jawaban dari sang empunya. Caca menghela nafas panjang.


"Kalo ngga mau cerita ngga papa kok." ujar Caca menghidupkan kembali mobilnya. Seketika Sanas berhambur memeluk Caca.


"Kenapa ini terjadi padaku?" tanya Sanas.


"Apa? Kenapa?" tanya Caca bingung. Sanas pun menceritakan semuanya mulai dari Daniel yang mengajaknya menikah usai bercerai dengan Nathaline, hingga apa yang di katakan Nathaline hari ini.


"OMG!!!" Caca terkejut.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana?" tanya Sanas.


"Apa kau masih mencintai Daniel?" tanya Caca.


"Aku tidak tahu." jawab Sanas.


"Kau harus berusaha membuka hatimu untuk orang lain." ujar Caca.


"Tapi.." ucap Sanas menggantung.


"Tapi apa?" tanya Caca.


"Apa masih ada pria yang bisa menerima wanita sepertiku." ujar Sanas.


"Kau ini bicara apa? Kau cantik, Kau pintar, Multitalenta. Kurang apa lagi?" tanya Caca.


"Apa maksudmu?" tanya Caca heran.


"Aku sudah tidak Virgin lagi Ca.." jawab Sanas tertunduk, Caca terkejut mendengar pengakuan Sanas.


"Apa Daniel yang melakuhkannya hingga kau berat melepasnya?" tanya Caca antusias, Sanas hanya menggelengkan kepala.


"Lalu?" tanya Caca.


"Aku jadi korban pemerkosaan. Saat itu aku di buat mabuk, dan keesokan harinya aku terbangun di samping pria yang memperkosaku." jelas Sanas.


"Apa kau yakin kalau kau di perkosa?" tanya Caca.

__ADS_1


"Sangat yakin, saat itu di ****** ***** dan pangkal pahaku ada bercak darah." kata Sanas. Caca iba mendengar cerita Sanas.


"Semua orang punya masalalu Sa.. Apa lagi itu semua terjadi karena kecelakaan. Dan loe harus tau, ngga semua laki - laki menilai seorang perempuan dari keperawanan. Gue yakin kok kalo loe bisa dapet laki - laki yang bis menerima kamu apa adanya." ujar Caca mengusap pundak Sanas.


"Aku tidak yakin, kalau pun seperti itu suatu saat dia akan mengungkit hal ini." ujar Sanas.


"No.. Pria yang baik ngga akan melakuhkan hal itu, percaya sama gue." ujar Caca meyakinkan.


"Thanks ya Ca.." kata Sanas menyeka air matanya.


"Ya udah, kita pulang ya.." kata Caca yang di balas anggukan oleh Sanas.


***


"Loe yakin nyetir sendiri Sa?" tanya Caca.


"Gue ga papa kok." jawab Sanas.


"Ya udah gue turun dulu ya, loe hati - hati di jalan, jangan ngebut." ujar Caca mengingatkan.


"Siap ndan.." jawab Sanas sambil hormat. Caca melihat itu pun hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Ya udah gue pulang dulu ya, See You..." ujar Sanas melambaikan tangan.


"See you too.." ujar Caca.


----------------------------------------

__ADS_1


Hayyoo... pasti udah penasaran banget kan gimana kelanjutan kisah cinta Sanas.. pokoknya ceritanya masih puuuaaanjang. jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan - kawan😘


__ADS_2