
Saat menikmati makanan yang di pesan, Pandangan Sanas terfokus pada sepasang kekasih yang baru saja memasuki Resto, Seorang pria sedang menenteng belanjaan sedangkan wanitanya bergelanyut manja. Sanas tersenyum kecut menatap Nathaline Dan Daniel yang memang tampak serasi. Caca yang menyadari temannya tengah fokus pada sesuatu, ia mengikuti arah pandangan Sanas. Caca tahu jika yang di lihat temannya ini adalah Daniel mantan kekasihnya.
"Apa perlu kita pergi dari sini?" tanya Caca.
"No.. I'm Ok!!" jawab Sanas melanjutkan makannya.
"Ayasaa..." panggil Nathaline.
"Oh.. Hay!!" sapa Sanas tersenyum pakasa.
"Kau di sini rupanya, boleh kami gabung?" tanya Nathaline.
"Silahkan!!" jawab Sanas.
"Dasar wanita ngga tau diri." batin Caca.
"Kenalin ini teman kantorku namanya Caca, Ca.. Kenalin ini Nathaline sahabatku, dan ini Daniel suaminya." ujar Sanas.
"I Know!!" jawab Caca menatap keduanya sinis. melihat mimik muka dari Caca, Daniel balik menatapnya dengan tatapan tajam.
"Hay.. Caca.." sapa Nathaline sok akrab.
"Idih.. sok kenal." batin Caca.
"Mau pesan apa?" tanya Sanas.
"Oh iya.. Waiters!!" panggil Nathaline. Daniel dan Nathaline pun memesan makanan yang sama.
"Btw.. Sa, Mana kekasihmu?" tanya Nathaline.
"Dia sedang di luar negeri." jawab Sanas singkat.
__ADS_1
"Sayang sekali, dia terlalu sibuk.. Pasti tidak bisa menemanimu belanja seperti suamiku bukan." ujar Nathaline.
"Tentu, karena biasanya dia yang menyuruh pelayannya untuk belanja keperluanku." jawab Sanas.
"Astaga benarkah? kenapa dia tak memberi kartu kredit saja.. seperti ini, Daniel memberikannya untukku. kau bisa bebas belanja sepuasmu jika mendapat kartu seperti ini." ujar Nathaline sambil menunjukan sebuah kartu. Sanas mendengar itu pun hanya tersenyum getir.
"Silver? gue kira black card." ujar Caca meraih kartu Nathaline sekilas dan mengembalikannya.
"Huss.." seru Sanas. Seketika Daniel dan Nathaline saling pandang.
"Maksudmu ini?" tanya Daniel mengeluarkan sebuah black card.
"Ya.. kenapa kau tak memberikan itu ke istrimu?" tanya Caca.
"Sebenarnya aku ingin memberikan ini saat anniversary mernikahan kami, tapi dari pada aku di anggap sebagai suami yang pelit. Akan ku berikan kartu ini untuk istriku.."
"Sayang.. gunakan ini sepuasmu." ujar Daniel. Sanas menatap keduanya bergantian dengan ekspresi datar, Daniel yang menyadari itu pun seolah menjadi - jadi. Ia mengusap punggung Nathaline dan mencium puncak kepalanya. Bukannya Sanas, tapi Caca yang muak dengan tingkah kedua cengunguk di hadapannya. Ia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ketiganya.
"Sebentar aku angkat telepon dulu." ujar Daniel beranjak dari duduknya. Kini tinggalah Sanas dan Nathaline, Suasana Hening!!
**
"Kau lihat sendiri bukan? lebih baik kau mundur." ujar Nathaline sambil mengaduk - aduk minumannya.
"Apa maksudmu?" tanya Sanas.
"Jangan pura - pura tidak tahu." ujar Nathaline menatap sinis.
"Aku sungguh tidak tahu." ujar Sanas.
"Kreyasa Anastasya, wanita cantik bak blasteran korea yang multitalenta. Yang sekarang ini sedang bergelar sebagai wanita penggoda." cibir Nathaline.
__ADS_1
"Jaga bicaramu!!!" bentak Sanas.
"Saling melepas rindu dengan suami sahabatmu bahkan berencana akan menjadi MADU. Lalu apa sebutan yang pantas untukmu?" hardik Nathaline
"Kau.." Sanas tercekat.
"Kenapa? kau terkejut?" tanya Nathaline.
"Kau t.. tahu itu dari mana?" tanya Sanas terbata - bata.
"Dari mama Marisa." ujar Nathaline.
"Bu Marisa?" tanya Sanas terkejut.
"Hahaha.. bahkan aku tahu segalanya.." ujar Nathaline dengan tertawa licik.
- Flashback On -
"Nathaline.." ucap seorang gadis di samping Marisa.
"Daniel.." ujar Daniel membalas uluran tangan Nathaline.
"Niel.. Nathaline ini adalah anak rekan bisnis papa, ia sedang berlibur di London. Untuk sementara waktu ia akan tinggal di sini, Mama minta kamu temani dia berkeliling ya." ujar Marisa.
"Mama.. Liburan ini aku ingin berkunjung ke Indonesia Mama tahu kan?" tolak Daniel.
"Iya Mama tahu Niel, tapi apa kamu tidak kasihan dengan Nathaline ia sudah jauh - jauh kesini." bujuk Marisa.
"Tidak usah tante, aku bisa naik angkutan umum nanti.' ujar Nathaline.
" Tidak.. Tante tidak mengijikan nanti kalau kamu tersesat atau di culik bagaimana? Daniel.. mama tidak mau tahu, kamu harus temani Nathaline." ujar Marisa.
__ADS_1
"Terserah Mama.." ujar Daniel lalu beranjak pergi.