CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 47


__ADS_3

Sanas membereskan semua pakaian dan barang - barangnya masih dengan meneteskan air mata. Ia bingung harus pergi kemana, mengingat ini sudah sangat larut malam.


"Ini pesangonmu dan jangan tampak kan lagi muka sok polosmu itu di tempat ini." ujar Rika sambil melemparkan uang kearah Sanas. Sanas tak berkutik, ia bingung harus berbuat apa. Membela diri pun rasanya sudah percuma, tidak akan ada yang mempercayainya.


Dengan langkah gontai ia pergi memasuki mobilnya, tak lama mobil itu pun melesat entah kemana. Pikirannya masih buntu, ia memutuskan menuju kost Zia teman sekelasnya dengan harapan semoga temannya ini mau menampung dirinya sebelum ia dapat kost - kostan.


Tok.. Tok.. Tokk...


"Siapa sih malem - malem, ganggu aja." ketus Zia sambil membuka knop pintu.


"Sanas.." ujar Zia kaget.


"Aku boleh masuk ngga, di luar dingin banget." kata Sanas dengan bibir bergetar.


"Ayo.. masuk.. masuk, kamu ada apa malem - malem datang ke sini?" tanya Zia.


"Aku boleh nginep sini ngga? satu malem aja, besok aku bakal cari kostan deh." pinta Sanas.


"Loh.. Tumben, bukannya kamu tinggal di asrama?" tanya Zia.


"Aku udah ngga kerja di sana lagi." jawab Sanas.


"Kok bisa?" tanya Zia kaget.


"Aku di pecat." lirih Sanas tertunduk.

__ADS_1


"Hah?" Zia terbelalak mendengar pernyataan Sanas, akhirnya Sanas menceritakan semuanya kepada Zia.


"Ya ampun Nas.. tapi lo ngga sampe di apa - apain kan sama kak Adam?" tanya Zia antusias. Sanas pun hanya menggeleng.


"Jadi leher kamu merah - merah ini perbuatan kak Adam?" tanya Zia terus terang, Sanas pun terkejut mendengar ucapan Zia ia langsung menatap dirinya di cermin, dan benar saja banyak bekas kissmark yang menempel pada leher sampai belahan dadanya.


"udah.. udah.. bekas kissmark itu udah ngga penting!! untuk sementara kamu tinggal di sini aja ngga papa sampai kamu dapet pekerjaan dan tempat tinggal yang baru, aku ngga keberatan kok." kata Zia.


"Serius Zi? makasih ya, sorry jadi ngrepotin kamu."


"Udah ngga papa, santai aja kali." kata Zia.


Keesokan harinya Sanas sudah berpenampilan rapi, ia baru saja mendapat Email agar datang interview ke perusahaan tempat dimana ia melamar pekerjaan via online.


"Bismillah... semoga keterima." ujar Sanas sambil melangkah keluar menuju mobilnya.


"Kreyasa Anastasya."


Sanas pun berdiri.


"Silahkan Masuk!!" dibalas anggukan oleh Sanas. Sanas merasakan sensasi horor ketika memasuki ruangan Interview, terdapat dua pasang mata yang tengah memperhatikan dirinya, dengan penuh percaya dirinya Sanas tersenyum semanis mungkin agar menutupi kegugupannya.


"Perkenalkan Dirimu!!" titahnya.


"Perkenalkan Nama saya Kreyasa Anastasya, Saya mahasiswa semester 3 jurusan Administrasi perkantoran di Universitas Negeri M. Umur saya 19 tahun, sebelumnya saya kerja part time di sebuah Caffe." ujar Sanas memperkenalkan diri.

__ADS_1


"kamu tau posisi pekerjaan yang kamu lamar ini?" tanya orang yang satunya.


"Tau pak." jawab Sanas percaya diri.


"Kamu juga tau kalau selain kamu banyak sekali di luar sana orang yang mengharapkan bekerja di sini dengan skil dan kemampuan yang jauh di atas kamu bahkan sudah ada yang sarjana?" tanyannya lagi.


"Saya sangat tau pak." jawab Sanas santai.


"Lalu kenapa kamu tidak mundur?" tanya nya.


"Karena saya yakin pada diri saya bahwa, kemampuan saya bisa melebihi mereka meskipun saya lebih pantas di panggil anak magang pak." jelas Sanas dengan Santai.


"Percaya Diri sekali.." ejeknya.


"Tentu saya sangat percaya diri, karena menurut saya kemampuan bukan di ukur hanya dari gelar." jelas Sanas.


"Hmm.... Baiklah, Interview di tutup!! Selamat bergabung di perusahaan Artamara Group!!" ujarnya sambil menjabat tangan Sanas.


"Sa.. Saya di terima pak?" tanya Sanas memastikan.


"Ya, setelah saya lihat dari jawabanmu barusan, sepertinya kamu pantas mendapatkan pekerjaan ini." ujarnya.


"Wah.. terima kasih pak." ujar Sanas membalas uluran tangannya.


"Perkenalkan Saya Wira, selaku kepala HRD di sini, dan ini adalah bapak Presdir kita, Bapak Arthama Ardiwinata." ujarnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Oh ya, selanjutnya setelah ini kamu tanda tangan kontrak di ruangan saya di lantai 17 ya." imbuhnya.


"Baik.. terima kasih pak." ujar Sanas.


__ADS_2