CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 127


__ADS_3

Bugh.. Bugh.. Bugh.. Tiba - tiba ada dewa penolong yang menghajar habis sang pria yang ingin memperkosa Sanas. Ya, Eliyas dan Kelvin. Mereka datang tepat waktu, Tampak Sanas yang terkulai tak berdaya dengan wajah memerah dan nafas yang terengah - engah. Eliyas segera melepas jasnya untuk menutupi tubuh Sanas yang setengah telanjang.


-Flashback On-


"Mana Ayasha?" tanya Eliyas kepada Lily dan Gea.


"Tadi katanya ke toilet Tuan, tapi sudah hampir setengah jam belum kembali juga. Sepertinya dia sedang tidak enak badan Tuan.." jawab Gea.


"Terima Kasih.." ujar Eliyas lalu pergi. Eliyas meminta pelayan wanita untuk memastikan ada Sanas atau tidak di dalam toilet, dan jawabanya adalah jelas tidak. Eliyas panik, ia memutuskan untuk melihat cctv.


"Nona di bawa oleh seseorang ke kamar no.205 Tuan." ujar Eliyas.


"Bedebah..." umpat Eliyas. Ia pun bergegas menuju kamar di mana Sanas berada.


-Flashback Off-


"Kelvin, panggil penjaga untuk mengurus pria brengsek ini, aku tunggu di mobil." ujar Eliyas kepada Kelvin.


"Baik Tuan.." ujar Kelvin. Eliyas menggendong tubuh Sanas.


"Kak El.. kau kah itu?" lirih Sanas.


"Ya.. ini aku." ujar Eliyas.


"Tolong aku kak.. Tubuhku panas.." pinta Sanas.


"Sebentar... kita tunggu Kelvin di mobil dulu, bertahanlah." ujar Eliyas.


"Kak El.. tubuhku panas.." ujar Sanas menepis jas yang menutupi tubuhnya.


"Hentikan.. jangan begini." ujar Eliyas sembari menutup tubuh Sanas kembali. Tak selang beberapa lama Kelvin pun datang.


"Lama sekali kau, hampir gila aku menghadapi bocah ini." ketus Eliyas.


"Maaf Tuan.. kita kemana Tuan?" tanya Kelvin.

__ADS_1


"Pulang ke apartemen lah mau kemana lagi." ujar Eliyas menggunakan nada tinggi.


"Baik Tuan." ujar Kelvin. Kelvin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, terlihat Sanas yang semakin tak terkendali, sesekali Kelvin mencuri - curi pandang melalui kaca mobil.


"Kelvin, ku pecahkan biji bola matamu jika masih berani curi - curi pandang." ujar Eliyas mengingatkan.


"Maaf Tuan.." ujar Kelvin.


Kini mereka telah tiba di Apartemen. Keadaan Sanas semakin tak terkendali, bahkan tak jarang Sanas mencium bibir Eliyas dengan penuh ***** birahi.


"Kelvin, cepat telepon Devita agar datang ke sini secepatnya." ujar Eliyas.


"Ini sudah malam El.." ujar Kelvin.


"Apa aku harus membiarkan keadaanya seperti itu?" tanya Eliyas dengan nada tinggi.


"Baik.. Baik.. akan ku coba hubungi dia terlebih dahulu." ujar Kelvin mengalah.


"Bagaimana?" tanya Eliyas.


"Syukurlah.. memang brengsek orang yang telah menjebak Ayasha." ujar Eliyas geram.


"Aku sedang menyelidiki siapa dalang di balik ini semua El.." ujar Kelvin.


"Bagus, lebih cepat lebih baik.. awas saja, tidak ada kata ampun dari seorang Eliyas Anggara." ujar Eliyas.


Ting.. Tung.. bunyi bel Apartemen, Kelvin pun bergegas membuka pintunya, dan benar saja dokter Devita telah tiba.


"Apa yang terjadi El?" tanya Devita.


"Nanti ku jelaskan, cepat sini.." ujar Eliyas mengajak Devita masuk ke kamar yang di tempati Sanas.


"Astaga.. apa yang terjadi?" tanya Devita terkejut kala melihat keadaan Sanas yang memprihatinkan.


"Ia di jebak, seseorang memasukan obat perangsang pada minumannya." jelas Eliyas. Devita pun mulai memeriksa keadaan Sanas.

__ADS_1


"Obat perangsang yang ia minum berdosis tinggi, ini sangat bahaya jika hasratnya tidak tersalurkan El.." kata Devita.


"Apa katamu, cepat beri dia obat.. kau kan dokter." ujar Eliyas.


"Jalan satu - satunya adalah dengan menyalurkan hasratnya El, kalau tidak.. dia bisa gila atau bahkan meninggal dunia" jelas Devita lagi.


"Kalau begini aku yang gila." ujar Eliyas memijat kepalanya yang tak pening.


"Kalau tidak begini saja, kita coba rendam dia dengan air es. Siapa tau bisa mengurangi reaksi panas pada tubuhnya." ujar Devita.


"Apa kau yakin itu bisa membantu?" tanya Eliyas ragu - ragu.


"Semoga saja." ujar Devita.


Sudah sekitar 15 menit Sanas berendam dengan air Es, bukannya mendingan justru semakin menjadi. Devita, Kelvin dan Eliyas semakin bingung di buatnya.


"Apa dia kekasihmu?" tanya Devita, Eliyas hanya menggeleng.


"Ia saat ini butuh tempat untuk menyalurkan hasratnya El.." kata Devita tampak khawatir.


"Aku harus apa?" tanya Eliyas bingung.


"Bantu dia El.." kata Devita.


"Apa kau gila.." bentak Eliyas.


"Kelvin.." kata Devita.


"Tidak.. Tidak.. Dev, kau jangan membuat perang dunia ke-3 ya.." kata Kelvin.


"Pikirkan baik - baik El.. Aku permisi, Maaf aku tidak bisa membantu." ujar Devita beranjak dari tempat duduknya.


"Aku pergi dulu El.. ku harap besok ada kabar jika gadis itu telah membaik." ujar Devita. Eliyas hanya terdiam dalam pikirannya sendiri.


"Aku juga pergi dulu El.. pikirkan baik - baik." kata Kelvin sambil menepuk pundak Eliyas.

__ADS_1


__ADS_2