CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 66


__ADS_3


Sanas POV -



Hari sudah larut malam, kemana dia sebenarnya? kenapa tidak ada pesan mengatakan jika ia tak pulang bahkan saat ku telepon tiada jawaban. Apa yang terjadi sebenarnya? Bolak Balik ku pandang pintu gerbang dari balkon kamarku, tapi jalanan sudah tampak sepi. Argh!!! apalah aku ini kenapa juga seolah - olah aku ini seorang istri yang khawatir suamiku tak pulang, lebih baik aku turun ambil minum.


Saat aku tengah minum, bunyi gerbang terbuka dan ada mobil yang masuk ke halamanku.

__ADS_1


"Itu pasti Tuan Tama." kataku, tiba - tiba pintu rumahku di gedor amat sangat kencang. Ada rasa takut dan curiga, "Kalau maling bagaimana." batinku, akhirnya aku beranikan diri membuka pintu dengan was - was.


Brukk!!! ada seseorang ambruk tepat di depanku, siapa lagi kalau bukan Bosku.


"Bantu aku masuk, kepalaku pusing." pintanya, seperti yang kalian tau dia sedang mabuk. Ku putuskan untuk membawanya ke kamar, ku suruh ia membersihkan diri. Aku beranjak dari kamarnya untuk membuatkan secangkir teh untuk sekedar menghangatkan badannya. Namun saat aku masuk kembali ke kamar tamu, tampaknya ia belum selesai mandi. Ku lihat pakaian kotor pria berserakan di depan pintu kamar mandi, ku putuskan untuk membereskannya dan meletakkan pakaian itu kedalam keranjang pakaian kotor agar esok hari bisa di cuci. Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, terlihat seorang pria tinggi tegap yang bertelanjang dada dengan tubuh bagian bawah yang tertutup handuk di lengkapi rambut basahnya


"Terima Kasih.." ujarnya sambil menahan tanganku, aku hanya tersenyum mendengarnya. Saat aku ingin kembali melangkahkan kakiku, justru tanganku tak di lepasnya.


"Apa ini?" batinku, jantungku berdegup kencang dengan spontan aku berbalik, jantungku semakin berdebar kala pandangan kami bertemu. Pandangan yang sangat berbeda, jika biasanya Bosku memandang serius kearahku karena pekerjaan, kini ia memandangku dengan tatapan yang teduh yang aku sendiri tak bisa mengartikan. Ia semakin mengikis jarak di antara kita berdua, kini hanya tersisa jarak beberapa senti saja. Aku terpejam, lalu Cup!!

__ADS_1


"Dia menciumku." batinku.


"Apa ini? mengapa rasanya berbeda." batinku memastikan, aku masih terpejam. Ia mulai ******* bibirku dengan lembut, aku bingung aku harus apa? kenapa aku tak bisa menolaknya? Lidahnya dengan lihai menyapu bersih rongga mulutku.


"Oh.. Astaga,!!! Aku bisa gila" batinku. kini cumbuanya berpindah tempat, dan aku masih sama!!! diam tak bisa menolak, entah mengapa tubuhku seakan juga membutuhkannya, lidahnya bermain - main menyusuri setiap jengkal tubuhku. Hingga akhirnya aku tersadar ketika ia berbisik di telingaku. Oh God!!! aku sudah tak memakai apa pun, jelas ini salah. Tapi aku harus apa? aku juga salah, Salah mengapa tak menolak!! ku dorong tubuhnya dari atas tubuhku, aku hanya bisa menangis.


"Maafkan aku, aku khilaf .." katanya. Ingin ku tampar mulutnya, tapi apalah dayaku? marah pun aku tak berhak karena disini aku juga salah. ku punguti bajuku yang berserakan di lantai, ku pakai di kamar mandi. dengan langkah gontai Ku tinggalkan ia tanpa permisi, ku lihat ia merasa bersalah. tapi aku juga malu, malu karena tak tau diri!!


Sesampainya di kamar aku masih terisak, secara tidak langsung aku telah mengkhianati Danielku. Aku benci diriku, aku tak bisa menjaga kepercayaan Danielku. Ku peluk bingkai foto Daniel dan tertidur~~~

__ADS_1


__ADS_2