
Hari ini adalah acara ulang tahun perusahaan, Arthamara Group mengadakan pesta besar di salah satu hotel bintang 5. Tentu saja tak lupa mengundang para colega dan rekan bisnis dari berbagai daerah.
Kali ini Sanas tak memakai baju formal seperti biasanya, Sanas memilih dress brukat warna silver panjang sebatas lutut dengan lengan sedikit terbuka dan sepasang heels senada.
"Hihi.. meskipun baju lama tapi masih mecing aja nih. untung brandded." batin Sanas tekikik.
Ia menesan taxi online untuk menuju Hotel Lotus, sesampainya di Hotel Sanas langsung turun dan memasuki Hotel. Sanas Benar - benar di buat takjub saat memasuki Hotel, pesta besar dengan dekorasi dan jamuan yang mewah tentunya. Tanpa ia sadari ia kini menjadi pusat perhatian. Banyak bisik - bisik ketika ia mulai menginjakkan kaki mendekati pesta.
"Pssttt... Sanas" panggil seaeorang.
Sanas mencari sumber suara, Ketemu!! ya siapa lagi kalau bukan kedua teman gereknya Caca dan Delon. Sanas pun menghampiri mereka berdua.
"Kemana aja di tungguin dari tadi ngga muncul - muncul." bisik Caca.
"Sorry tadi gue naik taxi online jadi lama nunggunya." jawab Sanas.
"Cu.. lu kok cantik banget sih kalo dandan kek gini." bisik Caca lagi
"Cantik mata kau buta!!! biasa aja." ujar Sanas.
"Yee.. di bilangin juga, lihat semua orang pada liatin elu." tunjuk Caca.
"Perasaan lu aja kali." kata Sanas santai.
"Ihh.. kok ngga percaya sih." gerutu Caca.
"Percaya ke loe, musyrik." kata Sanan terkekeh.
__ADS_1
"menyebalkan." ketusnya.
Tak berapa lama semua tamu kembali menatap pintu masuk, tampak sepasang suami istri memasuki pesta, di susul seorang pria tampan dengan pakaian formal yang menambah kesan gagah. Siapa lagi kalau bukan Arthama Ardiwiyata. Terdengar bisik - bisik dari tamu undangan setelah melihat sang empunya pesta telah tiba.
"Duh.. pak bos ganteng banget Sa.." bisik Caca.
"Baru sadar kalp bos ganteng?" tanya Sanas.
"Biasanya ganteng, tapi malam ini ganteng banget." jawab Caca.
"Giliran gitu aja loe peka." ujar Sanas menoyor kepala Caca.
"Aww.. rambut gue, ihh nanti rusak Sa.." rengek Caca.
"Udah diem liat tu si bos ganteng kan." ujar Sanas.
"Maaf Nona saya tidak sengaja." ucap seseorang yang menumpahkan minuman ke lengan Sanas.
"Oh.. ya saya tidak apa - apa." jawab Sanas sambil mengelapkan tisu ke bagian yang basah, Sanas terkejut saat ia mendongak dan menatap seseoranh yang menyiramnya.
"Ayasha.."
"Nathaline.." ujar mereka bersamaan.
"Kau di sini?" tanya Nathaline.
"Ya.. aku menghadiri ulang tahun perusahaan tempat kerjaku." jawab Sanas.
__ADS_1
"Kamu kerja di Arthamara Group, OMG.. ngga nyangka kita bisa ketemu disini." ujar Nathaline.
"Kau dengan siapa?" tanya Sanas.
"Aku bersama Ayahku, kau sendiri?" kata Nathaline balik tanya.
"Aku kira dengan suamimu.. Aku tadi berangkat sendiri." ujar Sanas.
"Ahh kau ini tetap saja suka bercanda, Aku masih mau tunangan mau suami dari mana." kekeh Nathaline.
"Wah.. pasti aku kebagihan undangan dong, seperti yang kau katakan dulu." goda Sanas.
"Tentu, padahal aku sudah bertekat mendatangi rumahmu yang di kota XX ehh untung kita ketemu di sini." jelas Nathaline.
"Benar begitu? wah aku pulang ke kota XX aja kalo gitu biar kamu kesana." kekeh Sanas.
"Enak saja.." sungut Nathaline, mereka pun tertawa.
"Ini, kau jangan sampai lupa datang oke!!" ujar Nathaline sambil menyodorkan Undangan, ia langsung memasukamnya kedalam tas tanpa mbacanya
"Pasti aku akan Datang, aku akan menyaingi kecantikanmu hari itu." ujar Sanas terkikik.
"Dasar kau.."
mereka pun kembali kembali tertawa, mereka duduk di salah satu bangku. sesekali mereka bertukar cerita tentang hidup masing - masing.
Nathaline adalah teman sekolah Sanas saat di SMP kota KL, siapa sangka mereka di pertemukan kembali di acara yang tak terduga.
__ADS_1