CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 143


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, Rencananya Sanas akan mengajak Eliyas makan siang bersama, sekaligus membicarakan apa penyebab Eliyas mendiamkannya. Saat tiba di depan ruangan Eliyas, lagi - lagi ia di buat kecewa.


"Kelvin handel semua pekerjaanku, aku ada urusan." ujar Eliyas hendak pergi.


"Kak El.. Tunggu, Aku ikut." ujar Sanas.


"Aku sibuk Ayashaa.." ujar Eliyas malas.


"mari kita makan siang bersama Kak, ada hal yang harus aku bicarakan." kata Sanas.


"Harus berapa kali aku katakan padamu jika aku sedang Sibuk Ayasha.." bentak Eliyas, nyali Sanas menciut seketika saat menatap manik mata Eliyas yang tak bersahabat kali ini.


"Maaf.." lirih Sanas, bukannya menanggapi permintaan maaf dari Sanas, ia pergi begitu saja seperti manusia yang tak punya dosa. Sanas hanya bisa menatap punggung pria yang baru saja membentaknya, hatinya begitu rentan akan kata - kata kasar apa lagi bentakan.


"Lebih baik jangan ganggu El terlebih dahulu, beri dia waktu." kata Kelvin menepuk pundak Sanas. Sanas hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Malam pun tiba.....

__ADS_1


Sanas mondar mandir di depan pintu apartemen, terlihat wajah cemas, khawatir bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak, jam sudah menunjukan pukul 12 malam namun El tak menampakan batang hidungnya.


"Kemana dia.." gerutu Sanas. Ia berusaha menghubungi ponsel Eliyas, namun berulang kali pula Eliyas menolak panggilan darinya. Hal itu membuat Sanas semakin cemas.


"Arrggghhh... kemana dia sebenarnya, kenapa panggilanku selalu di reject." ujar Sanas.


"Aha.. kelvin.. Kelvin!!! siapa tau dia tau keberadaan El." ujar Sanas ia pun mencoba mengirim pesan kepada Kelvin.


BabyKreyđź’•


Kelvin, apa kau sedang bersama El?


KelvinSanjaya


Tidak Nona!!! Apakah dia tidak pulang malam ini?


BabyKreyđź’•


Astaga!!! kemana dia? Tidak.. Eh.. Belum, dia belum pulang padahal malam semakin larut.


KelvinSanjaya


BabyKreyđź’•


Biasanya dia akan bilang kepadaku jika ke mansion.


KelvinSanjaya


Itu jika suasana hati Tuan sedang baik, apa anda lupa kejadian tadi siang Nona?


BabyKreyđź’•


Oh.. Astaga!!! ya aku mengingatnya. Sungguh aku sangat menghawatirkannya Vin. Ah.. sudahlah buakannya dia bisa menjaga dirinya. Ya sudah kalau begitu, Terimakasih ya. maaf mengganggu istirahatmu.


KelvinSanjaya

__ADS_1


Sama - sama Nona, Selamat Malam...


Sanas membuang nafasnya dengan kasar, ia sudah kehabisan akal untuk mencaritahu keberadaan El saat ini. Hari sudah malam ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur.


Praaanggg!!!!!... belum sempat Sanas merebahkan tubuhnya, ia di kagetkan dengan suara sesuatu di ruang tamu. dengan segera ia menghampiri sumber suara.


"Astaga..." ujar Sanas menutup mulutnya saat melihat botol bekas Wine menghancurkan layar televisi. Seketika kini pandangannya beralih pada seorang pria yang berdiri di depannya, tercium sangat jelas aroma minuman beralkohol.


"Kau mabuk?" tanya Sanas. Bukannya menjawab Eliyas justru menunjukan seringainya. Melihat itu pun Sanas memundurkan dirinya menjauh dari Eliyas secara perlahan.Sial... Kini Sanas telah terhalang sofa yang membuat langkahnya terhenti. Bukan hanya itu ia terduduk setengah tertidur.


Eliyas mendekati Sanas dengan langkah sempoyongan. Tidak ingin membuang waktu Sanas segera bangkit dari posisinya saat ini dan berusaha kabur. Namun sayang, ia kalah cepat dengan gerakan Eliyas, Eliyas merengkuh tubuh Sanas dan mengapitnya ke dinding. Kini keduanya sudah tiada jarak lagi.


"Apa baru saja kau menolakku sayang?" bisik Eliyas dengan suara beratnya. Sanas hanya diam, jujur saja ia takut jika Eliyas mencelakainya karena saat ini dia sedang mabuk.


"Kenapa kau diam hah? apa kau baru saja menolaku hah?" bentak Eliyas mencekeram dagu Sanas.


"Lepaskan ini sakit El.." ujar Sanas. Eliyas melepaskan cengkeramanya dengan kasar.


"Hahaha... Apa yang sudah mantan terindahmu lakuhkan hingga membuatmu tak menolaknya saat dia memelukmu Sayang." ujar Eliyas dengan Tatapan yang tidak bisa di artikan. Sanas terdiam seketika ingatannya menuju pada saat ia bertemu Daniel beberapa kemarin.


"Jadi Kau-"


"Kenapa? kaget aku mengetahuinya?" ujar Eliyas dengan nada dingin.


"Itu tak seperti yang kau lihat El, dia hanya meminta maaf kepadaku." bela Sanas.


"Jadi meminta maaf harus berpelukan? Itu berarti kau harus meminta maaf kepadaku dengan kehangatan." ujar Eliyas menyeret Sanas menuju kamar dan menghempaskanya dengan kasar ke atas tempat tidur.


"Kaaakkk... Kaa.. Kakk El Mau apa?" tanya Sanas ketakutan.


"Melakuhkan apa yang seharusnya aku lakuhkan." ujar Eliyas dingin sambil melepas satu persatu kancing kemejanya.


"Kakak.. jangan macam - macam." ujar Sanas gemetar.


"Aku tidak peduli." ujarnya. dengan cepat kilat Eliyas menarik paksa lingerie yang Sanas kenakan. sungguh pemandangan yang sangat ia rindukan, Ia menelan salivanya dengan susah payah.

__ADS_1


__ADS_2