CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 161


__ADS_3

Empat Tahun Kemuadian


"Apa cuma kita yang Honeymoon selama 4 tahun lebih Sayang?" tanya Sanas kepada Eliyas.


"Kita nikmati saja Honeymoon panjang kita ini sayang." ujar Eliyas sambil mengecup puncak kepala Sanas.


Kini Sanas dan Eliyas tinggal di Singapura, Eliyas menjalankan Bisnisnya di sana, sedangkan Sanas menjalani pengobatan dengan dokter terbaik disana. Selama hampir 4 tahun bersama, namun sikap Eliyas tak ada yang berubah. Ia selalu romantis dengan Sanas sama seperti awal - awal mereka Menikah. Meskipun 4 tahun lebih mereka belum juga di karuniai seorang anak, namun keduanya tampak sangat bahagia. Apa lagi ada sosok yang semakin membuat keduanya kuat, Ya Maurin, ibunda Eliyas telah menampakan diri setelah berpuluh - puluh tahun tiada kabar.


Siang itu Sanas tergopoh - gopoh menuju ruang kerja Eliyas, sepertinya ada sesuatu yang genting, sehingga membuatnya harus terburu - buru.


"Sayang.." panggil Sanas saat memasuki Ruangan Eliyas.


"Hello Baby!!!" kata Eliyas mengalihkan pandangan yang semula berkutat dengan layar Laptop.


"Ini darurat Hubby.." kata Sanas.


"Ada apa Hmm? apa uang belanjamu habis?" tanya Eliyas mempersilahkan Sanas duduk di pangkuannya.


"Cloe baru saja mengabariku jika ayah jatuh sakit, dan aku di haruskan pulang." kata Sanas.


"Mengapa mendadak sekali? pekerjaanku belum selesai di sini, dan aku tidak mungkin membiarkanmu pulang sendiri honey." kata Eliyas.


"Awalnya aku juga berpikir seperti itu Hubby,, tapi bagaimana lagi.. Perusahaan sedang ada masalah, ayah tidak bisa turun tangan. Sedangkan Cloe sudah tak sanggup lagi untuk menghandle semuanya. mereka membutuhkanku" ujar Sanas.


"Aku pulang ke Indonesia dulu ya?" tanya Sanas, Eliyas diam. Terlihat banyak keraguan di benaknya jika harus terpisah dengan Istri tercintanya, terlebih lagi beda Negara.


"Bagaimana dengan pengobatan kamu sayang?" tanya Eliyas.


"Setelah urusannya selesai aku akan kembali lagi ke singapura Hubby.."


"Pliss!!! kasihan ayah pasti dia kepikiran dan itu sangat mempengaruhi kesehatannya." mohon Sanas. Akhirnya dengan berat hati Eliyas mengizinkan Sanas untuk pulang ke indonesia.


.

__ADS_1


.


.


Dua bulan sudah Sanas LDR dengan Eliyas, Setiap hari ia melangsungkan panggilan Video dengan suaminya, Ya.. si bayi besar selalu mengeluh rindu kepadanya. Tapi sudah 2 hari ini Eliyas tak memberinya kabar, bahkan ponselnya tidak aktif sama sekali. Tidak ingin berpikir yang tidak - tidak, Sanas mencoba menjernihkan pikirannya. Di tambah lagi pekerjaan yang sangat padat akan membuat ia stress jika berpikiran negatif. Ingin rasanya ia istirahat sejenak untuk melepaskan penatnya, namun rasa rindu yang tak terbendung membuat Sanas ingin segera menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin. Benar kata Dilan jika rindu itu berat.


Hujan membasahi kota pagi itu, Sanas sudah stand by di ruangannya dengan menikmati secangkir cokelat panas.


"Huft..." Sanas menghela nafasnya.


"Sayang!!!" panggil seseorang yang tiba - tiba memeluk tubuhnya dari belakang.


"El... kau?" tanya Sanas terkejut, pasalnya baru beberapa hari Eliyas berkata jika pekerjaanya akan selesai sekitar tiga bulan lagi. Namun faktanya, suami tercintanya sudah berada di hadapannya.


"Aku rindu!!" kata Eliyas. Sanas berbalik, kini keduanya telah berhadap - hadapan. Eliyas memeluk tubuh Sanas dengan erat.


"Maaf..." lirih Eliyas.


"Maaf untuk?" tanya Sanas bingung.


"Terlalu lama meninggalkanmu.." ujar Eliyas sendu. Sanas mengernyitkan dahinya, entah hanya perasaannya atau memang ada yang di sembunyikan Eliyas, ia menemukan gelagat aneh dari suaminya itu.


"Aku tidak sanggup jujur Ayashaa.." batin Eliyas.


-Flashback On-


"Riyana... apa yang terjadi? kita?" tanya Eliyas kaget ketika mendapati dirinya tidur tanpa busana dengan Riyana.


"El.. semalam-'


"apa yang terjadi di antara kita Riyana?" teriak Eliyas.


"semalam aku hanya membantumu pulang dari pesta karena kau mabuk El, dan tante Maurin memintaku membawamu ke kamar dan kau-" kata Riyana terputus.

__ADS_1


"apa Riyana?" bentak Eliyas Emosi.


"Kau menyerangku begitu saja, aku sudah berusaha menyadarkanmu jika ini salah, tapi.. tapi.. kau tetap kekeh El.." kata Riyana.


"Siall... pergi kau!!! pergi!!!" teriak Eliyas.


"ada apa ribut - ribut ini-"


"yaallah El.. apa yang kau lakuhkan? kau ini sudah beristri dan kau meniduri wanita ini yang tak lain mantan kekasihmu?" ujar Maurin syok.


"Tante..." kata Riyana memeluk Maurin.


"apa maksut semua ini El?" tanya Maurin.


"El.. tidak tahu Mah.. El.. tidak ingat apa pun" ujar Eliyas.


"Mama sangat tidak habis pikir dengan kelakuhanmu El.." ujar Maurin kecewa.


-Flashback Off-


Kini hubungan Eliyas dan Sanas semakin mesra, terutama Eliyas. Eliyas tampak jauh lebih romantis di banding sebelum - sebelumnya, namun hal ini justru membuat Sanas curiga akan gelagat Eliyas yang jauh dari biasanya. Bukan tanpa alasan, sering sekali Sanas mendapati Eliyas menatap dirinya dengan sendu, tapi sudahlah. Ia tak ingin meracuni pikirannya sendiri.


"Sayang, mulai besok aku akan menghandle perusahaan ayah di kota KL." ujar Sanas.


"apakah lama?" tanya Eliyas.


"mungkin 2 bulan sayang, tapi kamu tenang saja. Weekend aku akan datang kesini untuk bertemu suamiku tercinta ini." kata Sanas. terlihat raut wajah kecewa Eliyas, lagi - lagi ia harus LDR dengan istrinya.


...****************...


Note: jangan emosi pas bacanya ya😋


Ig.Oyi_Tong87

__ADS_1


Tiktok. OyiTong_87


__ADS_2