
"Bu Sanas butuh sesuatu?" tanya Lily saat Sanas baru tiba di dapur.
"Eh.. Lily, Yaa.. aku mau bikin teh." ujar Sanas.
"Biar saya saja yang buat bu.." kata Lily.
"Hmm.. baiklah.." ujar Sanas.
"Sanas.." sapa Gea.
"Hai.. Ge.." balas Sanas.
"Butuh apa? biar gue bikinin." tanya Gea.
"Udah sini duduk aja, udah di bikinin kok sama Lily." ujar Sanas.
"Oh.. oke baiklah.. btw, lu udah tau belum kalo 2 hari lagi adalah ulang tahun perusahaan?" tanya Gea.
"Masak Sih? kok pak El nggak bilang apa - apa ke aku." ujar Sanas.
"Yang bener aja kamu? padahal Tuan Eliyas selalu mengadakan pesta besar - besaran loh.." ujar Gea.
"Iya kah? Hmm.. mungkin memang beliau masih sibuk jadi belum memberi kabar untuk sekertarisnya yang baru ini." ujar Sanas malas.
"Yaa.. bisa jadi, lagi pula Tuan Eliyas nggak cuma ngurus itu doang kali." ujar Gea.
"Bu.. Sanas ini tehnya." ujar Lily sambil membawa nampan berisikan Teh.
"Oh ya Lily.. Terima kasih ya." ujar Sanas menerima teh.
"Ge.. gue balik ke ruangan dulu ya." ujar Sanas.
__ADS_1
"Oke siap Queen.. Semangat kerjanya ya." ujar Gea..
"Siap Geol, kamu juga ya.." ujar Sanas. Ia pun kembali keruangannya mengambil berkas untuk di serahkannya kepada Eliyas.
"Sekalian tanya masalah ulang tahun perusahan deh, Semoga saja dia tidak sibuk." ujar Sanas.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk.." kata Eliyas yang masih berkutat dengan monitor laptopnya.
"Permisi pak.. ini berkas yang perlu anda tanda tangani." ujar Sanas. Eliyas langsung meraih stopmap dan menanda tanganinya tanpa sepatah katapun.
"Emmh.. Pak Saya-"
"Ada apa lagi? saya sedang sibuk, jadi jangan ganggu saya." ujar Eliyas memotong pembicaraan Sanas.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi." ujar Sanas lalu beranjak dari tempat duduknya. Sanas sedikit kesal karena di acuhkan oleh Eliyas. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitulah Eliyas, ia selalu totalitas dalam menyelesaikan pekerjaan.
"Nona ada yang bisa saya bantu?" tanya Kelvin.
"Ah.. Syukur bertemu kau disini, oh ya aku ingin menanyakan apa benar 2 hari lagi adalah acara ulang tahun perusahaan?" tanya Sanas.
"Benar Nona.. jadi nona belum tahu?" tanya Kelvin.
"Tadi aku di kasih tahu OB, pas mau tanya ke Tuan Eliyas malah aku kena semprot." ujar Sanas geram.
"Mungkin Tuan sedang sibuk, makanya beliau bersikap seperti itu kepada Nona." ujar Kelvin.
"Yaa.. kau benar, kelihatanya memang begitu. Ya sudah.. aku ke ruangan dulu ya.." ujar Sanas.
***
__ADS_1
Mengingat besok malam adalah acara ulang tahun perusahaan, Sanas sudah membuat janji dengan Gea untuk pergi ke Mall. Saat itu terlihat Eliyas sedang bersantai di depan tv sambil menikmati minuman soda favoritnya.
"Kak.. aku pergi dulu ya.." kata Sanas.
"Kemana?" tanya Eliyas.
"Ke Mall." jawab Sanas.
"tumben.." kata Eliyas.
"Iya.. itu karena kau membuat acara ulang tahun perusahaan besar - besaran, jadi aku harus belanja kan. lain kali ngga usah deh." ujar Sanas ketus.
"Astaga aku lupa.. Aku belum memeberitahumu, kau tahu dari mana? " kata Eliyas menepuk jidatnya.
"Hah.. sudah ku duga, untuk ada kelvin asistenmu kalau tidak mungkin aku akan ketinggalan berita sampai acara itu tiba." ketus Sanas.
"Maafkan aku, sungguh aku lupa, kau tak perlu belanja. Aku sudah menyiapkan semuanya untukmu." ujar Eliyas.
"Ah.. yang betul?" tanya Sanas heran.
"Ya.. kau tenang saja, baju, sepatu, tas, bahkan celana dalammu pun sudah ku siapkan. Setelah ini kita ambil barangnya Oke.." kata Eliyas.
"Kak.. apa kau gila? kenapa tidak tanyakan dulu padaku, awas - awas sampai warnanya tidak cocok untukku." ujar Sanas.
"Aku yakin kau pasti suka." ujar Eliyas.
"Apa perkataanmu bisa di percaya?" selidik Sanas.
"Tentu... jika aku salah pilih, kau bisa memilih 10x lipat sesukamu." ujar Eliyas.
"Oke, aku setuju." ujar Sanas. Dengan terpaksa Sanas menggagalkan acaranya pergi ke mall bersama Gea.
__ADS_1