CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 93


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya, malam ini Sanas ijin untuk bekerja setengah dari waktu biasanya. Ya, seperti yang kalian tahu dia akan menemani Tama untuk Diner.


BosGeng💰


Mungkin aku sedikit terlambat karena ada sedikit urusan, Tunggu aku di sana ya.. Aku akan datang.


Begitulah isi pesan singkat yang di kirim oleh Tama. Sanas membacanya pun menyunggingkan senyumnya, malam ini Sanas tampak tampil berbeda, biasanya ia memakai Jeans Highwaist di tambah dengan Hodie dan juga sepatu kets. Namun malam ini ia memutuskan memakai mini dress warna peach dan cardigan warna hitam, ia memilih higheels dengan tinggi 5cm.


"Not bad!!" ujar Sanas berpusing ke kanan dan ke kiri guna melihat penampilannya di pantulan cermin.


Sanas berangakat seperti biasanya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke tempat tujuan.


"Hallo Nas.." sapa Aditya.


"Hallo Bos.." ujar Sanas membalas Sapaan Aditya.


"Selamat bekerja, sudah banyak yang menunggu suara merdumu." ujar Aditya dengan mengerlingkan satu mata.


"Basi tau ngga.. Oh ya, seperti yang ku katakan semalam. Aku hanya bekerja setengah dari waktu biasanya." ujar Sanas.


"Ya.. Ya.. Ya.. Yang mau kencan." goda Aditya.


"Diam kau Dit, jangan menyebarkan berita tak benar, kalau tidak ku sumpal mulut embermu itu." ketus Sanas.


"Ampun mbak jago!!!" kata Aditya sambil terkekeh melihat ekspresi Sanas yang tampak kesal. Efek dari Sanas yang jomblo akut, Aditya memang suka menggoda Sanas setiap Sanas berpapasan dengan pria entah itu teman atau sekedar pengunjung yang mengajaknya berfoto. Aditya selalu memojokan jika pria tersebut ada hubungan sepecial dengan Sanas.

__ADS_1


***


Mobil Sport terpakir di halaman parkir caffe, Keluarlah sosok pria tampan yang gagah berjalan memasuki caffe. Siapa lagi kalau bukan Tama, Meskipun malam ini ia tidak memakai baju formalnya, Tapi itu semua tak mengurangi porsi ketampanan Tama.


Sanas yang mengetahui kedatangan Tama, ia melambaikan tangan ke arah Tama di sela - sela bernyanyinya. Tama tersenyum sumringah kala menjumpai seseorang yang di cari - carinya. Tampak Tama sedang mengetik sesuatu pada ponselnya.Ting!!! tanda pesan masuk di ponsel Sanas.


BosGeng💰


Meja No.5 yaa..


Begitu isi dari pesan singkat Tama. Beruntung saat itu Sanas sedang melihat lirik lagu di ponselnya, sehingga meskipun Sanas tak membuka langsung pesan dari Tama tapi ia dapat melihat pesan tersebut melalui notif di ponselnya. Karena tidak bisa membalas melalui ketikan, Sanas mengacungkan jempol tanda mengiyakan.


15 menit kemudian Sanas baru menghampiri dimana Tama sedang duduk.


"Maaf lama ya kak?" tanya Sanas.


"tapi kan tetep aja kak Tama harus nunggu lama." ujar Sanas.


"Apaan sih nas, udah ngga papa. Lagi pula jarang - jarangkan aku dengerin kamu nyanyi." kata Tama.


"Ehm.. baiklah." ujar Sanas.


"Mau pesen apa?" tanya Tama.


"Mbak.." panggil Tama kepada waiters.

__ADS_1


"Silahkan ini menunya." kata waiters


"Steak sama orange juice aja ya.." kata Sanas.


"Baik mohon di tunggu ya Nona." ujar Waiters.


Tak butuh waktu lama pesanan Sanas pun sampai. Ketika sedang menikmati makanan masing - masing, tiba - tiba datanglah seorang wanita membuat keributan. Sontak Tama dan Sanas pun ikut terkejut karena wanita itu menyebut - nyebut nama Tama.


"Yussy, Mau apa kau?" bentak Tama.


"Oh.. jadi wanita ini penyebabnya kamu acuhin aku beberapa bulan ini hah.." kata Yussy dengan emosi yang menggebu - gebu.


"Harusnya kau merenungi kesalahanmu kenapa bisa membuatku acuh kepadamu JALANG!!!" kata Tama menekan kata terakhirnya.


"Bukan aku yang jalang tapi dia, dia yang menggodamu kan?" tanya Yussy penuh emosi.


"Sepertinya kau lupa berkaca.." cibir Tama sambil menunjukan video di ponselnya.


"I.. itu.. itu.. tidak benar Baby, itu editan. Aku tidak mungkin melakuhkan hal sehina itu." elak Yussy.


"Editan kau bilang? itu real!! aku sendiri yang mengabadikannya bagaimana bisa itu kau bilang editan." ujar Tama.


"Tidak.. Tidak.. Tidak Mungkin, Arghh...." ujar Yussy penuh emosi, kini ia mengobrak abrik semua isi meja di hadapannya. Yang paling parahnya, Sanas hampir saja terkena lemparan vas bunga. Tapi beruntung, Tama dengan sigap menarik Sanas ke dalam pelukannya.


"Jangan sekali - kali kau sentuh kekasihku kalau kau tak mau reputasimu sebagai seorang model kampungan itu hancur." ancam Tama.

__ADS_1


Karena merasa kalah telak, akhirnya Yussy pergi dari tempat itu. Sanas hanya terdiam karena mendapat serangan tak terduga dari pacar bosnya itu. Dan yang membuat ia tercengang adalah ketika bosnya bilang bahwa ia adalah kekasihnya.


"Kerumitan apa lagi ini.." batin Sanas.


__ADS_2