CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 79


__ADS_3

Seperti yang di katakan Sanas beberapa hari yang lalu, Sepulang dari kantor Sanas segera membersihkan diri dan bersiap pergi ke Caffe. Sungguh hari pertama kerja terburuk yang di alami Sanas. Bagaimana tidak, Di tengah - tengah ia santai bernyanyi tiba - tiba pandangan matanya terfokus pada pengunjung yang duduk tepat di depan ia perfom, Tak lain adalah Daniel dan Nathaline yang tengah asik bermesraan.


Hitam bukan dirimu


Putih juga bukan dirimu


Jemu 'ku melihatmu


Tak bercahaya


Seperti memudar


Cinta, aku mencinta


Kamu yang aku mau


Namun tak tepat waktu


'Ku sudah jera


Dalam percintaan


Salam hangat untuk cintamu


Aku yang kandas dan patah hati


Biarlah orang memandang lemah


Aku tak mau bercinta lagi


Engkau yang dulu pernah kucinta


Namun terlanjur kau bersamanya


Dan kau terluka oleh cintanya


Kini kau hadir 'ku sudah jera


Cinta, aku mencinta


Kamu yang aku mau


Namun tak tepat waktu


'Ku sudah jera


Dalam percintaan


Salam hangat…


Mendengar suara yang familiar Daniel pun mendongakan wajahnya, pandangannya terfokus pada seorang gadis yang tengah bernyanyi di atas panggung di dampingi seorang pria. Ia menatap sendu gadis pujaan hatinya, terlihat raut wajah yang sedang tidak baik - baik saja. Sanas yang menyadari kalau Daniel tengah menatap ke arahnya kini balik menatap manik mata seorang Daniel. Pandangan mereka bertemu, Daniel menatap penuh kerinduan, sedangkan Sanas menatap penuh kebencian. Ia benci atas ketidak pastian, ia benci ada pengkhianatan di atas penantian.


Langit begitu gelap


Hujan tak juga reda


'Ku harus menyaksikan


Cintaku terenggut


Tak terselamatkan


Ingin ku ulang hari


Ingin kuperbaiki


Kau sangat ku butuhkan


Beraninya kau pergi


Dan tak kembali


Di mana letak surga itu


Biar ku gantikan tempatmu denganku


Adakah tanda surga itu


Biar ku temukan untuk bersamamu

__ADS_1


Ku biarkan senyumku


Menari di udara


Biar semua tahu


Kematian tak mengakhiri


Cinta


Di mana letak surga itu


Biar ku gantikan tempatmu denganku


Adakah tanda surga itu


Biar ku temukan untuk bersamamu


Di mana letak surga itu


Biar ku gantikan tempatmu denganku


Adakah tanda surga itu


Biar ku temukan untuk bersamamu


Apalah artinya hidup


Tanpa kekasihku


Percuma 'ku ada


Di sini


Kekasihku


Kekasihku


(Biar kugantikan tempatmu)


Kekasihku


Kekasihku


Kekasihku


Kekasihku


Apalah arti hidup


Tanpa kekasihku


Lagi - lagi Sanas menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan Namun tatapan matanya tetap tertuju kearah Daniel. ia menyanyikan lagu seolah menyindir hubungannya dengan Daniel. Apakah Daniel tersindir? ohh.. jelas!! Hanya orang berhati batu yang tidak menyadari hal itu.


Tiba - tiba semua pengunjung restoran di buat heboh atas kehadiran seseorang yang sangat berpengaruh di negara ini, Siapa lagi kalau bukan Eliyas Anggara. Semua di buat terkejut tak terkecuali Sanas saat Eliyas menghampiri dirinya di atas panggung.


"Boleh saya pinjam gitarnya?" tanya Eliyas. Aditya yang mengetahui siapa yang ada di hadapannya pun denfan senang hati memberikan gitarnya.


"Ini kesempatan emas!!" batin Aditya. Semua pengunjung riuh dan bertepuk tangan.


"Kau mau membalas dendam bukan? bernyanyilah seolah kita sedang di mabuk asmara." bisik Eliyas yang sukses membuat Sanas tertunduk malu mendengar apa yang di bisikan Eliyas. Tapi di sisi lain, semua pengunjung heboh di karenakan posisi mereka berdua membuat seolah Eliyas sedang mencium Sanas.


(Kreyasa Anastasya)


Ku pilih hatimu tak ada ku ragu


Mencintamu adalah hal yang terindah


Dalam hidupku oh sayang


Kau detak jantung hatiku


(Eliyas Anggara)


Setiap nafasku hembuskan namamu


Sumpah mati hati ingin memilihmu


Dalam hidupku oh sayang

__ADS_1


Kau segalanya untukku


(Eliyas & Sanas)


Janganlah jangan kau sakiti cinta ini


Sampai nanti di saat ragaku


Sudah tidak bernyawa lagi


Dan menutup mata ini untuk yang terakhir


(Kreyasa Anastasya)


Setiap nafasku (setiap nafasku)


Hembuskan namamu (hembuskan namamu)


Sumpah mati (sumpah mati)


Hati ingin memilihmu (ku milikmu)


Dalam hidupku oh sayang


Kau segalanya untukku ooh


(Eliyas & Sanas)


Janganlah jangan kau sakiti cinta ini


Sampai nanti di saat ragaku


Sudah tidak bernyawa lagi


Dan menutup mata ini untuk yang terakhir


Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini


Sampai nanti di saat ragaku


Sudah tidak Bernyawa lagi..


Tiba - tiba Sanas di buat terkejut saat Eliyas sekilas mencium punggung tangannya. Semua pengunjung di buat iri oleh Sanas, mengingat dengan siapa ia bernyanyi membuat semua kaum hawa ingin menggantikan posisi Sanas. Berbeda dengan Daniel yang mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Lihat kekasih bodohmu itu, jelek sekali kalau sedang menahan marah." tunjuk Eliyas.


"Dia sudah bukan kekasihku lagi kalau kau lupa Tuan Eliyas Anggara." ketus Sanas.


"Tapi sebelum aku ke sini kau tampak memperhatikan dia bukan?" tanya Eliyas yang membuat Sanas kalah telak.


"Ikut denganku.." ujar Eliyas menarik tangan Sanas, Sanas hanya ikut saja. Ia terkejut saat Eliyas mengajaknya menuju meja tepat di depan Daniel.


"Ini kesempatan.." bisik Eliyas, Sanas mengerti dengan apa yang di maksud Eliyas.


"Sayang.. Kenapa tak memberitahu dahulu kalau kau kesini? Ah.. aku tau, baru sebentar saja ku tinggal bekerja pasti kau merindukanku bukan.." ujar Sanas mulai berakting, Ia bergelanyut manja di lengan Eliyas saat melewati meja tempat Nathaline dan Daniel. Daniel mulai jengah, ingin rasanya ia melayangkan bogem ke arah Eliyas.


"Ayasa.. kau kah itu?" ujar Nathaline. Eliyas dan Sanas pun berhenti sejenak.


"Hai.. Nathaline, kau di sini rupanya?" tanya Sanas dengan nada yang di buat - buat.


"Hei kenapa saat pesta pernikahanku kau tidak hadir?" tanya Nathaline.


"Oh.. Astaga, maafkan aku.. Waktu itu kekasihku baru pulang dari luar negeri jadi aku menyambutnya di apartemennya.. Bukan begitu Sayang?" ujar Sanas dengan raut muka yang di manis - maniskan. dan di balas anggukan oleh Eliyas.


"Ahm.. Baiklah aku mengerti, Oh.. Astaga, jadi kau sudah menemukan pengganti mantan calon tunanganmu itu?" tanya Nathaline.


"Emhh.. seperti yang kau lihat, tapi sebelum aku kenal dengan mantan calon tunanganku. Aku terlebih dahulu menjalin hubungan dengan kekasihku yang ini.." jawab Sanas.


"Oh Astaga, tuhan sangat berpihak kepadamu.." ujar Nathaline.


"Sayang.. apakah sudah ngobrolnya, aku sudah lapar.. ingin rasanya aku memakanmu di sini." ujar Eliyas.


"Sial.. dia sedang memanas - manasiku." batin Daniel.


"Ah.. Sayang kau ini mesum sekali, baiklah kita makan. Oh ya.. Nathaline.. Daniel.. aku duluan ya, Selamat atas pernikahan kalian berdua." ujar Sanas sambil berlalu menuju mejanya.


"Darimana kau tau jika saat pesta pernikahan dua cecunguk itu aku baru datang dari luar negeri?" tanya Eliyas.


"Apa kau benar dari luar negeri? Oh.. Astaga entah kebetulan atau apa, ku rasa tuhan memang senang berpihak kepadaku." ujar Sanas.

__ADS_1


__ADS_2