CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 32


__ADS_3

Tiba di Dendy's Caffe, Sanas dan teman - temannya langsung mengambil tempat.


"Santuy, gue yang traktir." kata Sanas.


"Serius?" tanya Cindy.


"Sure!! Buruan pesen apa pun gue yang bayar." kata Sanas. mereka pun memesan makanan dan minuman.


"Nas. . sebenernya loe sama Daniel tu ada masalah apa sih? perasaan akhir - akhir ini kalian tu kek sepasang kekasih yang lagi berantem tau ngga." tanya Santi, membuat Sanas terkejut dan tersedak.


Uhukk.. Uhukkk...


"Sorry, Loe ngga papa Nas?" tanya Santi khawatir, namun Sanas hanya menjawab dengan mengangkat tangan bertanda dia baik - baik saja.


"Huft..." Sanas menghela nafas.


- Flashback On -


Hari ini Sanas bangun kesiangan ia memutuskan lewat jalan pintas agar tidak terlambat. Tapi keberuntungan tidak berpihak kepadanya, Mobilnya mogok di tengah jalan yang sepi. Ya, jelas sepi karena memang jarang sekali jalan ini di lalui pengendara.


"Aduh... gimana dong?" gerutu Sanas, ia ingin menghubungi paman Zoe tapi sialnya di tempat itu tidak ada signal.

__ADS_1


"Shiittt..." umpat Sanas frustasi. Tiba - tiba dari arah belakang terdengar ada suara kendaraan bermotor, Sanas menghadang pengendara itu di tengah jalan, karena kabut pengendara tersebut tak menyadari jika ada orang yang menghadangnya.


Ckiiirrrrttt... bunyi Rem yang di injak mendadak, beruntungnya orang tersebut sigap. Kalau tidak, mungkin Sanas akan tertabrak. Sanas masih memejamkan mata.


"Heii..." ujar Orang tersebut, Sanas pun membuka matanya.


"Apa aku di surga?" tanya Sanas polos.


"Sya, itu kau?" tanya orang itu yang masih mengenakan helm. Sanas hanya bisa mengernyitkan dahinya karena bingung. Orang itu pun membuka helmnya dan jeng.. jeng..


"Daniel!!!" seru Sanas kegirangan.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Daniel.


"Astaga, ini sudah jam 07.15 kita sudah hampir terlambat." ujar Sanas frustasi.


"Hmm.. kalau kita perbaiki mobil kamu dulu pasti kita akan terlambat." kata Daniel.


"Lalu bagaimana Niel?" tanya Sanas bingung.


"Hmm.. bagaimana kalau kamu nebeng aku aja? mobilnya kamu tinggal disini nanti biar aku telpon montir buat perbaiki jadi pas pulang sekolah bisa di pake." tawar Daniel.

__ADS_1


"Duh... gimana nih, kalo mau pasti di kira pelakor lagi. kalo nolak bisa - bisa pointku sebagai siswa teladan satu - satunya di kelas akan di coret. aduh bagaimana ini..." batin Sanas.


"Gimana Sya?" tanya Daniel membuyarkan lamunan Sanas.


"Emmm... iya Niel aku setuju, bentar aku ambil tas sama HP aku dulu ya." kata Sanas.


"Ya udah yuk, udah hampir telat nih." ujar Sanas lagi.


"Nih pake Helmnya." kata Daniel memberikan Helm kepada Sanas, Sanas pun memakai Helm dan naik Motor Daniel.


"Pegangan ya, aku mau ngebut." kata Daniel, Sanas pun mengiyakan perkataan Daniel. Benar saja kala itu Daniel melesatkan motornya bak pembalap internasional, Sanas hanya bisa memejamkan mata dan berdoa di dalam hati agar di berikan keselamatan.


Perlu waktu 10 menit jangka waktu dari tempat mogoknya mobil Sanas menuju sekolah, hampir saja pintu gerbangnya di tutup. Dengan kelihaian Daniel membawa motornya ia sempat lolos dari gerbang yang tinggal beberapa meter lagi tertutup.


"Huft..." Sanas menghembuskan nafasnya kasar.


"Are you okay?" tanya Daniel.


"Kau gila Daniel, nyawaku serasa di ujung kuku kau tau." ketus Sanas sambil merapikan rambutnya.


"Sorry, habis udah mepet banget waktunya." ujar Daniel cengengesan.

__ADS_1


"Ke kelas yuk, 5 menit lagi Bell." ajak Sanas.


Mereka pun menuju kelasnya masing - masing.


__ADS_2