CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 56


__ADS_3

"Oh.. Tuan Tama, maaf telah menunggu lama. Ada sedikit masalah tadi." kata Seseorang yang baru datang.


"Oh.. tidak masalah Tuan Rey." jawab Tama lalu berdiri bersalaman, Sanas ikut berdiri dan hendak bersalaman saat mendongakan wajahnya, Degh!!!!


"Sanas!!"


"Mbak Rika!!" ujar mereka bersamaan, Lain dengan Rey yang masa bodoh saat mengetahui jika Sanas mantan karyawan caffe milik mertuanya. Tama yang memang tidak tau apa - apa dia hanya dia melihat dua wanita yang tengah bertatapan.


"Silahkan duduk Nona Rika." kata Sanas mencoba mencairkan suasana, Rika masih menatap Lekat Sanas dengan memposisikan duduk tepat di samping Reymon.


"Sial.. aku baru tau kalau klien Pak Tama adalah Rey suami Rika." batin Sanas.


"Jadi gadis keparat ini sekarang bekerja di perusahaan Tama, Hmm.. lihat saja aku tidak akan membuat hidupmu tenang jalang." batin Rika.


Sanas mulai membicarakan inti dari pertemuan mereka saat itu hingga tuntas. Ia berusaha membuang semua rasa gugupnya.


"Ini masalah harga diri." pikirnya.


Tama kagum dengan cara penyampaian yang di lakuhkan Sanas yang sangat mudah di pahami. Dan, usaha memang tak mengkhianati Hasil. Rey langsung menyetujui penawaran dari Arthamara Group.

__ADS_1


Drtt.. Drtt.. Drtt..


"Sebentar saya keluar dulu ada telepon." kata Rey.


"Silahkan.." kata Tama. Rey pun keluar meninggalkan Rika bersama Tama dan Sanas.


"Wah.. lumayan juga ternyata kemampuan asisten anda ini Tuan Tama." ujar Rika.


"Kau benar nona, tapi asal anda tau dia bukan Asisten saya melainkan Karyawan saya yang berada di Divisi keuangan." ujar Tama.


"Benarkah? Ternyata selain pintar menggoda kau juga pandai dalam segala hal ya NONA." ujar Rika dengan menekan kata - kata terakhirnya.


"Apa maksut anda Nona Rika? Dia ini gadis yang sangat pintar meskipun dengan usia sangat muda dan pendidikan yang masih kuliah semester 4 ia mempunyai wawasan yang sangat luas ya, seperti yang anda saksikan tadi Nona. bahkan saya berencana jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya, saya akan menaikan jabatannya atau mungkin malah menjadi sekertaris saya." bela Tama, mendengar mernyataan itu pun membuat Sanas dan Rika terbelalak.


"Ayo kita pergi." ajak Tama yang tak ingin melihat perseteruan antara dua wanita itu pun segera meminta untuk undur diri. mereka pun meninggalkan Rika yang masih dengan emosi menggebu - gebu.


"Permisi!!" ujar Tama..


Sanas langsung masuk mobil dan menghembuskan nafas kasar, dia sangat kesal mendengar pernyataan dari anak mantan Bosnya itu. Tama melirik sekilas wajah Sanas yang masih di penuhi rasa kesal.

__ADS_1


"Kau ini kenapa?" tanya Tama.


"Tidak.." jawab Sanas ketus.


"Jawab aku kau ini kenapa?" tanya Tama lagi.


"Aku ini hanya kesal." ketusnya.


"Masalah yang tadi?" tanya Tama.


"Ya... kenapa tadi Tuan tidak membiarkan saya mencakar tuh muka si rika." ujar Sanas dengan emosi.


"Saya hanya tidak mau akan terjadi keributan, lagi pula tidak baik seperti itu." kata Tama.


"Tapi Tuan, dengar sendiri kan bagaimana wanita tadi menghina saya, padahal apa yang ia bilang tidak sesuai kenyataan." jelas Sanas.


"Coba kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi." ujar Tama minta penjelasan. Sanas pun menceritakan apa yang terjadi malam itu sehingga menyebabkan kesalah pahaman. Tama hanya mengangguk mendengarkan cerita dari Sanas.


"Eh.. kok jadi curhat." ujar Sanas

__ADS_1


"Tak apa, di kantor kita memang bos dan karyawan. tapi di luar boleh lah kita berteman." kata Tama. Sanas pun hanya mengiyakan perkataan bosnya.


"protes pun ngga ada fungsinya." batin Sanas.


__ADS_2