CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 43


__ADS_3

"Aduh Dam, kepala Mamah pusing. Kayanya ngga bisa ikut kamu belanja keperluan Caffe deh." ujar Bu Tria sambil memegang kepalanya.


"Mamah kenapa? ya udah Mamah istirahat aja ya, biar Adam di temani mbak Rika." kata Adam.


"Ga bisa Dan, Cheline lagi demam dia maunya nempel Mimi nya terus." jelas Bu Tria.


"Aduh gimana ya Mah, masak Adam belanja sendiri." kata Adam.


"Coba deh kamu ajak satu karyawan kamu, ini kan hari libur pasti mereka Free kan." usul bu Tria.


"Ya udah Adam coba lihat di Asrama ya Mah, cepat sembuh." ujar Adam lalu mencium kening Mamanya.


Adam pun menuju rumah yang di jadikan Asrama untuk para Karyawannya. Dari jarak beberapa meter Adam mendengar suara petikan gitar yang terdengar begitu lihai seperti pemain profesional. Karena penasaran ia nyelonong masuk tanpa permisi, ada sesosok gadis yang membelakanginya tengah asik memainkan gitarnya.


Adam tanpa ragu - ragu menepuk pundak sang empunya, karena belum menyadari kehadirannya. sontak membuat yang empunya terlonjak kaget, hampir saja ia terkena bogem, untung saja ia segera menepis tangannya.


Sanas celingak celinguk salah tingkah karena baru menyadari kalau bos nya ada di ruangan tersebut, bagaimana tidak hari ini ia berpenampilan santai dengan memakai celana Hot Pants dan juga tank top.


"Mas Adam ada apa ke sini?" tanya Sanas keki. Adam menatap Sanas dari ujung rambut sampai ujung kaki, ia menelan salivanya sendiri ketika melihat penampilan Sanas yang bak wanita penggoda (aww.. si bos matanya galfok)

__ADS_1


"Pada kemana kok sepi?" bukan menjawab justru ia balik melontarkan pertanyaan ke Sanas.


"Oh.. lagi pada keluar Mas, ngga tau deh kemana." jawab Sanas. sebenarnya ia risih karena Bosnya tak ada henti - hentinya menatap dirinya.


"Emm.. ada perlu apa ya mas?" tanya Sanas lagi.


"Oh.. Emmm... ini.. aku mau minta tolong temani aku buat belanja kebutuhan Caffe, cuma anak - anak kok ngga ada ya." ujar Adam terbata - bata.


"Kau pikir aku ini apa." batin Sanas gusar.


"Kalau kamu ngga sibuk, kamu aja gimana? soalnya Mamah lagi pusing, terus aku ngga terbiasa kalau belanja - belanja gitu - gitu." jelas Adam menggaruk - garuk tengkunya yang tak gatal.


"Oh.. boleh mas, tapi aku ganti baju dulu ya." ujar Sanas.


-Di Super Market-


Adam dan Sanas memasuki Super Market terbesar di kota M, Adam dan Sanas menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak orang cantik dan orang tampan tengah berjalan beriringan, yang satu pilih barang, yang satu mendorong Troli sudah seperti suami istri, ehh mereka terlalu muda deng!! lebih tepatnya sepasang kekasih. Tapi kok belanjanya bahan - bahan dapur. Entah lah terserah kalian saja😅


Sanas yang fokus meneliti catatan daftar belanjaan dan melihat - lihat barang tiba - tiba berhenti mendadak dan meraih barang yang di cari, Adam yang kala itu tengah fokus dengan ponselnya ia tetap nyelonong mendorong trolinya hingga Dukhhh!!!!

__ADS_1


"Auuuww... " jerit Sanas yang perutnya tertabrak Troli, sontak membuat Adam terkejut.


"Hey.. kau baik - baik saja? sorry.. sorry.. aku ngga tau kalau kamu berhenti." ujar Adam, bukannya menjawab Sanas justru tetap meringis tak terasa air matanya lolos begitu saja.


"Aduh, sakit banget ya.. ya udah kita pulang aja ya, kamu tunggu aku di mobil aku bayar dulu." kata Adam, Sanas pun tak menjawab dan pergi menuju parkiran.


Tak lama kemudian muncul Adam yang membawa tentengan belanjaan.


"Kok tunggu di sini, kan aku suruh tunggu di mobil." kata Adam.


"Gimana mau masuk kalau mobilnya masih di kunci, Mas Adam?" tanya Sanas.


"Oh.. Astaga bodoh sekali aku, Maaf - maaf.. Lama ya tadi?" tanya Adam, lalu di jawab dengan gelengan kepala.


"Kita mampir ke Rumah Sakit dulu ya." ajak Adam.


"Ngga usah Mas, aku ngga papa kok." tolak Sanas.


"Ngga papa gimana orang kamu kesakitan kaya gitu, mana tadi keras banget benturannya." ujar Adam.

__ADS_1


"Emm.. tapi aku ngga mau ngrepotin Mas." ujarnya.


"Ngga ada penolakan Sanas." satu kata yang tak mampu Sanas bantah.


__ADS_2