CEO Arogan Itu Jodohku

CEO Arogan Itu Jodohku
Episode 39


__ADS_3

Sesampainya dirumah Sanas, Daniel tak kunjung membuka pintu mobilnya.


"Pulang lah sudah malam." kata Sanas berusaha tenang.


"Maafkan ucapan Mama dan Papaku tadi ya." ujar Daniel berusaha menenangkan.


"All right.." jawab Sanas singkat, namun air matanya tetap mengalir deras.


"I Know, kamu pasti kepikiran ucapan Mama sama Papa tadi kan?" tanya Daniel.


"Tidak!!! aku hanya merenungi mengapa aku menjalani takdir yang begitu rumit." elak Sanas.


"Hey.. Baby!!! aku akan bujuk Papa sama Mamaku agar merestui kita Oke, jangan menangis.." kata Daniel sambil memeluk kekasihnya.


"Sudah malam turun dan masuk ke rumah, tenangkan dirimu Baby.." kata Daniel dengan lembut, itu pun di sambut dengan anggukan. Sanas pun turun, ia masuk setelah mobil Daniel berlalu di ujung gang.

__ADS_1


Di dalam kamar Sanas masih terus menumpahkan tangisannya, seandainya saja Mama Daniel menolak mereka bertunangan karena mereka masih terlalu muda, mungkin Sanas bisa menerima dengan lapang dada karena memang begitu kenyataannya. Tapi ini lain, Mama Daniel membahas tentang Drajat yang pada dasarnya memang Sanas jauh di bawah Daniel.


"Sesakit ini kah di pandang rendah oleh calon mertua? kenapa aku tak memikirkan hal ini jauh - jauh hari." batin Sanas.


********


Satu bulan setelah kejadian malam itu, Daniel belum menemui Sanas sama sekali. Sanas bingung bukan kepalang, pasalnya Daniel pun tak mengirimkan kabar padanya.


Ting!!! bunyi ponsel tanda pesan masuk.


My Boo💋


Ada yang ingin aku bicarakan, aku tunggu di Ruang VIP no.3


begitu kira - kira isi pesan tersebut, Sanas kegirangan mendapati pesan dari orang yang telah ia rindukan. Ia pun segera melakuhkan ritual mandi agar terlihat fersh di depan kekasihnya. Setelah itu ia bersiap - siap.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 12.30. Karena ia tidak ingin kekasihnya menunggu ia memutuskab untuk berangkat lebih awal. Sesampainya di Dendy's Caffe, ia segera menuju ruang yang telah di boking oleh Daniel.


"Syukurlah Daniel belum sampai." batin Sanas. Tak lama kemudian datanglah sosok yang telah di tunggu - tunggu. Mereka pun berpelukan saling melepas rindu, tak lupa Daniel menghujami kecupan di pipi mulus Sanas.


"Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya Daniel.


"No.. baru 15 menit, Niel.. Aku sangat merindukanmu." kata Sanas manja.


"Aku juga sangat merindukanmu By.." ujar Daniel dan hampir mengecup bibir Sanas namun ia menghindar. Ya, meskipun Daniel tau bahwa Sanas sudah tidak virgin tapi ia mampu menjaga kesepakatan mereka berdua bahwa mereka tidak akan melakuhkan hal di luar batas sampai mereka benar - benar memiliki hubungan yang sah di mata tuhan. Termasuk halnya berciuman, mereka sangat menghindari itu. (Cukup cipika - cipiki aja guys!! bibirnya di skip.)


"Sorry, aku terhanyut akan suasana." kata Daniel, Sanas hanya diam. Tak lama kemudian Pelayan datang membawa makanan dan minuman yang di pesan Sanas.


"By.. kau sudah memesankan aku makanan dan minuman?" tanya Daniel sambil menyeka anak rambut yang menutupi muka Sanas.


"Yaa... aku tau kau akan segera datang, jadi sekalian aku pesankan." kata Sanas jujur.

__ADS_1


"By.. kau sungguh menggemaskan." ujar Daniel sambil menyubit hidung Sanas.


"Sayang, mau sampai kapan makanannya di anggurin? ayo kita makan keburu dingin." kata Sanas sambil meraih Steak yang telah di pesannya. Tanpa basa - basi Daniel pun mengiyakan perkataan kekasih yang di cintainya.


__ADS_2